Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Hati-hati, pakai sabun pembersih kewanitaan bisa bikin rahim kering! Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Lalu apa rahim kering itu? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Anda mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa sabun pembersih kewanitaan bikin rahim wanita kering. Mendengar pernyataan tersebut membuat kepala anda mungkin langsung dijejali oleh banyak pertanyaan. Benarkah produk pembersih kewanitaan dapat membuat rahim kering? Mungkinkah rahim wanita bisa kering? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia medis, tidak ada istilah ‘rahim kering’. Ungkapan tersebut hanya digunakan oleh masyarakat untuk memperhalus ‘kemandulan’. Mereka mengibaratkan rahim yang tidak bisa mengandung sebagai ladang gersang yang tidak bisa menghasilkan panen.

Pada dasarnya, tingkat kesuburan wanita dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari gaya hidup, keturunan, serta infeksi seperti vaginosis bakterialis. Dan terlalu sering mencuci vagina dengan air atau cairan lain (misalnya sabun pembersih kewanitaan) diduga dapat meningkatkan risiko terkena vaginosis bakterialis.

Vaginosis bakterialis sendiri merupakan infeksi ringan dan umum pada vagina yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya keseimbangan bakteri di dalam vagina. Seperti kita ketahui, vagina memiliki banyak bakteri ‘baik’ dan beberapa bakteri ‘jahat’. Nah, bakteri baik ini membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri buruk. Pada wanita dengan vaginosis bakterialis, keseimbangan tersebut terganggu.

Ketika wanita terlalu sering mencuci vaginanya dengan air atau cairan lain seperti sabun pembersih kewanitaan, hal ini akan mengacaukan keseimbangan alami bakteri vagina serta kadar keasaman (pH). Ancaman terkena vaginosis bakterialis pun dapat bertambah.

Tanda dan gejala vaginosis bakterialis yang umum adalah keputihan yang berbau. Warnanya pun bisa berubah menjadi putih keabu-abuan atau kuning. Selain itu, dapat juga timbul gatal-gatal pada vagina serta perih saat buang air kecil. Meski demikian, hampir 50% wanita yang terdiagnosis tidak menyadari adanya indikasi tersebut.

Meskipun bukan penyakit serius, vaginosis bakterialis ternyata dapat menyebabkan kegagalan reproduksi. Hal ini pada gilirannya dapat menghalangi proses pembuahan, memicu aborsi spontan pada wanita hamil, dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Aturan pakai sabun pembersih kewanitaan

Berbagai produk area kewanitaan dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari tisu, spray, hingga sabun. Namun, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya yang dibutuhkan vagina sederhana saja: basuh dengan air dan keringkan menggunakan handuk bersih. Tidak lebih.

Jika anda memang ingin menggunakan sabun, pilih yang aromanya ringan atau tidak mengandung pewangi, pewarna, dan pengawet. Pastikan juga sabun tersebut memiliki pH seimbang, yang sama dengan organ intim anda, sehingga tetap mampu menjaga bakteri ‘baik’ di dalamnya.

Disarankan bagi anda untuk membasuh vagina satu kali saja dalam sehari. Kuncinya, lagi-lagi, adalah simpel dan tidak berlebihan. Tidak perlu juga membilas vagina hingga ke area dalam, cukup bagian luar. Vagina sesungguhnya sangat pintar dan dapat membersihkan dirinya sendiri, sehingga anda tak perlu terlalu terobsesi untuk menjadikannya ‘sempurna’.

Selain itu, agar vagina selalu sehat, batasilah penggunaan bubble bath dan gel mandi beraroma yang dapat menyebabkan iritasi. Pemilihan bahan celana dalam juga harus diperhatikan. Lebih baik menggunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat ketimbang nilon, dan hindarilah thong. Menggunting bulu kemaluan atau menghilangkannya dengan laser juga lebih dianjurkan ketimbang shaving.

Apabila anda mengalami gejala vaginosis bakteralis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih jauh lagi.

Jadi Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Di atas juga sudah dijelaskan aturan pakai sabun pembersih kewanitaan yang aman. Dan ingat, gunakan sabun pembersih kewanitaan dengan secukupnya agar vagina anda tidak mengalami gangguan.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Makanan Yang Bisa Menyebabkan Psoriasis Semakin Parah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *