Benarkah Lemak di Perut Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Benarkah Lemak di Perut Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Setiap orang pasti punya lemak. Benarkah Lemak di Perut Sebabkan Wanita Sulit Hamil? Lemak tubuh memang dibutuhkan untuk membantali dan melindungi organ dalam. Namun, terlalu banyak lemak juga berbahaya untuk kesehatan. Mungkin anda juga sudah tahu tentang bahaya lemak berlebihan.

Benarkah Lemak di Perut Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Namun, apakah anda tahu ada jenis lemak tertentu yang lebih berbahaya bagi tubuh? Lemak ini disebut lemak viseral. Anda harus tahu perbedaan lemak viseral dan lemak subkutan (lemak yang terletak di bawah kulit. Lemak viseral merupakan lemak yang berada di sekitar organ perut. Oleh sebab itu, lemak viseral juga disebut lemak perut. Orang yang obesitas, pasti memiliki jumlah lemak viseral yang berlebihan.

Kadar lemak viseral yang sehat memang bisa membantu memisahkan dan melindungi lemak-lemak dalam perut. Selain itu, lemak viseral juga memiliki peran dalam sistem endokrin dan sistem imun. Namun, kalau jumlahnya terlalu banyak, bahayanya juga semakin meningkat, bahkan hingga membuat wanita jadi sulit hamil.

Supaya tahu lebih dalam tentang keterkaitan obesitas, lemak, dan kesuburan, serta penanganannya, dr. Boy Abidin SpOG (K) dan dr. Michael Triangto SpKO sudah memberikan penjelasan lengkapnya berikut ini!

Lemak Viseral Menyebabkan Ketidaksuburan

Orang obesitas sudah pasti memiliki jumlah lemak yang berlebihan, termasuk jumlah lemak viseralnya. Jika tedapat lemak viseral yang berlebihan, maka akan terjadi ketidakseimbangan hormonal. Menurut dr. Boy, akan terjadi peningkatan hormon AMH (Anti Mullerian Hormone).

Hormon AMH itu salah satu pemicunya adalah lemak viseral yang berlebihan. Ini akan membuat sel telur menjadi susah untuk membesar, atau pada ovulasi  biasa kita sebut sel telurnya kecil-kecil. Menurut dr. Boy, untuk mendeteksi apakah seorang wanita memiliki kadar lemak viseral yang berlebihan, bisa dilihat dari penampilannya, dari berat badannya, ataupun menggunakan pemeriksaan khusus. Alat yang dimaksud disebut body fat analyser.

Kalau dari tampilannya, biasanya lebih androgenik. Artinya, wanita tersebut berjerawat, kulitnya berminyak, rambutnya rontok, dan sebagainya. Itu adalah beberapa pertanda gangguan ketidakseimbangan hormonal. Selain itu, lemak viseral berlebih juga bisa ditandai dengan gangguan pola haid dan gangguan kesuburan (1 tahun sejak menikah belum dikaruniai kehamilan).

Bagaimana Cara Menghilangkan Lemak Viseral?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lemak viseral bukanlah lemak badan. Menurut dr. Boy, kalau berat badan mungkin mungkin bisa diturunkan misalnya dengan obat pencahar. Namun, untuk lemak viseral, bukan itu yang dituju. Jadi, sebelum menggunakan obat, lemak viseralnya harus diturunkan.

Untuk cara menurunkan lemak viseral ya dengan mengatur pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup. Cara tersebut akan membuat lemaknya turun secara bertahap. Jika lemak dan berat badannya sudah normal, semuanya akan kembali berfungsi dengan normal lagi, hormonnya menjadi normal, menstruasi menjadi teratur, kesuburan juga menjadi bagus.

Berat badan secara keseluruhan juga tidak boleh turun secara drastis. Pasalnya, kalau turun secara drastis, itu yang hilang cairannya. Nah, untuk memantaunya, bisa menggunakan komposisi lemak tubuh. Untuk mengetahui waktu dan jumlah berat badan ideal yang harus diturunkan, sebenarnya bisa dihitung. Menurut dr. Boy, berat badan yang harus diturunkan dalam waktu tiga bulan adalah 5% dari jumlah berat badan total. Jadi, misalnya kalau berat badannya 60 kg, maka 5% dari jumlah tersebut adalah 3 kg. Maka itu, berat badan yang harus diturunkan dalam waktu 3 bulan adalah 3 kg.

Jadi, berdasarkan hitungan tersebut, kira-kira satu bulan 1 kg. Jangan satu bulan langsung 10 kg. Kecuali pada kondisi obesitas ekstrem, mungkin berat badan yang turun bisa lebih cepat. Namun, pada umumnya, memang harus bertahap.

Membakar Lemak Perut dengan Olahraga

Di sinilah terletak kesalahpahaman banyak orang. Kebanyakan orang memiliki pemikiran bahwa berat badan akan semakin cepat diturunkan jika olahraga yang dilakukan juga semakin berat. Padahal, hal itu tidak benar. Menurut dr. Michael, yang harus diperhatikan adalah komposisi dari olahraga tersebut. Komposisi olahraga itu ada yang aerobik dan un-aerobik. Kalau untuk menurunkan lemak itu, yang harus dilakukan adalah olahraga aerobik. Contoh olahraga aerobik yang bisa dilakukan adalah jalan cepat sampai jogging.

Dr. Michael memberikan perbandingan yang jelas untuk hal ini, yaitu membandingkan antara jenis-jenis pelari. Diantara jenis-jenis pelari, ada pelari maraton dan pelari sprinter. Kalau diperhatikan, pelari sprinter tubuhnya lebih berotot, karena lari sprinter termasuk olahraga berat yang membentuk otot untuk kecepatan pelarinya. Sementara itu, pelari maraton memiliki tubuh yang lebih ramping. Pasalnya, lari maraton adalah tipe olahraga yang membakar lemak.

Jadi, kalau ditanya untuk menurunkan lemak viseral, ya lakukan latihan aerobik. Tapi, tidak cukup aerobik saja. Kita juga harus menjaga pola makan. Meskipun olahraga sudah rutin dilakukan, kalau pola makannya tidak terkontrol, maka tetap saja berat badan tidak akan bisa turun.

Jadi, Benarkah Lemak di Perut Sebabkan Wanita Sulit Hamil? Masih bertahan dengan lemak perut yang tebal? Setelah tahu bahaya lemak viseral, lakukanlah pencegahannya dengan mengadaptasi gaya hidup sehat, seperti yang dipaparkan di atas!

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks?
Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks?
Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis
Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis
Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?

Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks?

Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks?

Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks? Mungkin itu menjadi salah satu pertanyaan yang saat ingin anda ketahui jawabannya. Nah, agar anda tidak penasaran dan tidak salah memahami penyakit kutil kelamin ini, mari kita simak pembahasannya berikut ini!

Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks?

Kutil kelamin adalah kutil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Kutil sendiri merupakan pertumbuhan jaringan tidak normal berupa benjolan kecil di permukaan kulit. Penyakit ini bisa dialami siapa saja yang aktif secara seksual. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk penyakit menular seksual. Penyebab tumbuhnya kutil kelamin adalah infeksi Human Pappiloma Virus (HPV). Dan virus ini dikenal sebagai penyebab kanker serviks. Lalu apakah itu artinya kutil kelamin bisa berubah jadi kanker serviks? Dan apakah kutil kelamin juga berbahaya seperti kanker serviks yang mematikan, karena penyebabnya sama?

Virus HPV itu ada banyak jenisnya, kurang lebih sekitar 100 tipe. Nah, beberapa tipe virus HPV memang dapat menyebabkan kanker serviks, namun tipe virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin berbeda lagi, tidak bersifat onkogenik.

Kutil Kelamin adalah Penyakit Menular Seksual

Kutil tidak hanya tumbuh di bagian tubuh yang terlihat, seperti tangan, kaki, jari, atau punggung, tapi juga bisa tumbuh di alat kelamin wanita maupun pria. Karena itu disebut kutil kelamin. Kutil dapat tumbuh berkelompok, sehingga berukuran cukup besar. Kondisi inilah yang membuat orang sering menyebutnya ‘penyakit jengger ayam’.

Virus HPV penyebab kutil kelamin ditularkan melalui kontak langsung saat berhubungan seksual ataupun melalui mainan seks yang telah terpapar virus. Kutil kelamin diawali dengan rasa gatal di area genital. Lama-kelamaan, kutil makin membesar dan menyebar hingga ke seluruh area genital. Untuk mengetahui penyebabnya, harus dilakukan pemeriksaan secara langsung. Kadang kala kutil atau benjolan di area genital dapat pula disebabkan herpes genital atau virus lainnya.

Apakah Kutil Kelamin dapat Berubah Menjadi Kanker?

Sebagian besar kasus kutil kelamin disebabkan oleh HPV. Dari sekitar 90-100 tipe HPV, sekitar 30-40 tipe menginfeksi area genital. Namun, hanya beberapa yang menyebabkan kutil kelamin, yaitu tipe 6 dan tipe 11. Siapa saja yang sudah berhubungan seksual secara aktif, bisa jadi pernah terinfeksi HPV. Namun tidak semuanya menyebabkan gejala, baik kutil kelamin maupun kanker serviks, karena infeksi dapat sembuh dengan sendirinya.

Karena tipe HPV penyebab kutil kelamin berbeda dengan tipe HPV penyebab kanker serviks (tipe yang onkogenik atau penyebab kanker adalah tipe 16 dan tipe 18), maka kutil kelamin tidak akan berubah menjadi kanker. Hanya saja ketika anda memiliki kutil kelamin, sebaiknya waspada. Bisa jadi anda sudah terinfeksi HPV tipe lainnya, yang mungkin salah satunya sangat erat dengan kanker serviks. Untuk memastikan, anda harus cek ke dokter sembari menjalani pengobatan untuk kutil kelamin.

Hindari Seks Tidak Aman dan Lakukan Vaksin

Cara terbaik menghindari kutil kelamin adalah melakukan vaksin HPV. Anda dapat terhindar dari kutil kelamin sekaligus kanker serviks, atau kanker penis pada pria. Vaksin HPV diketahui efektif mencegah kanker penis, kanker vagina, kanker anus, dan kanker tenggorokan (akibat seks oral).

Vaksin HPV direkomendasikan untuk usia 9–26 tahun. Namun, paling efektif diberikan di usia 11-12 tahun, saat anak belum pernah melakukan hubungan seksual.

Jadi, Apakah Kutil Kelamin Bisa Jadi Kanker Serviks? Semuanya sudah dijelaskan di atas. Karena kutil kelamin bisa menular melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, maka hindari seks bebas dan seks yang tidak aman. Selalu gunakan kondom. Lakukan aktivitas seksual yang sehat, sehingga anda terhindar dari berbagai penyakit menular seksual, termasuk infeksi HPV.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis
Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis
Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Apakah Kista Bartholin Akan Membesar Jika Terlambat Ditangani?
Apakah Kista Bartholin Akan Membesar Jika Terlambat Ditangani?

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis. Meski vagina punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, tapi bukan berarti organ ini selalu lepas dari masalah kesehatan. Dari banyaknya keluhan pada vagina, vaginitis merupakan kondisi yang mesti diawasi. Kata ahli, vaginitis merupakan infeksi atau inflamasi yang terjadi pada vagina.

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis

Keluhan pada vagina ini umumnya disertai dengan munculnya keputihan, perubahan warna dan jumlah keputihan yang dialami, iritasi, ataupun gatal-gatal. Enggak cuma itu, vaginitis juga bisa membuat pengidapnya merasa sakit ketika berhubungan intim atau buang air kecil. Di samping itu, ada juga tanda lainnya, seperti perdarahan ringan atau bercak di vagina. Akan tetapi, dalam beberapa kasus ada pula pengidapnya yang mungkin merasakan gejala lain. Misalnya, timbul bau tak sedap terutama setelah berhubungan intim. Bahkan, ada pula mereka yang enggak merasakan gejala sama sekali. Lalu, seperti apa sih kebiasaan yang memicu vaginitis?

Awasi Penyebabnya

Sebelum mengetahui kebiasaan yang memicu vaginitis, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan penyebabnya. Masalah yang siap menghantui kaum hawa ini tak datang dengan sendirinya. Kata ahli, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penyakit ini. Berikut, di antaranya:

  • Iritasi. Iritasi di vagina bisa disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Contohnya, bahan yang terkandung di dalam sabun, kondom yang bisa memicu alergi, ataupun pewangi pakaian.
  • Membasuh. Membasuh bagian dalam vagina juga bisa jadi penyebabnya. Apalagi bila sabun yang digunakan tidak tepat.
  • Infeksi jamur atau bakteri. Pada dasarnya, vagina memang memiliki sebagian kecil sel jamur atau bakteri, tanpa menyebabkan gangguan apa pun. Namun, infeksi bisa terjadi bila jamur atau bakteri berkembangbiak tanpa terkendali.
  • Atrofi vagina. Kondisi ini merupakan penipisan dinding vagina, karena penurunan kadar estrogen. Hormon ini biasanya akan menurun setelah menopause.
  • Penyakit menular seksual. Misalnya, trikomoniasis, klamidia, dan herpes genital.

Bermula Dari Kebiasaan Keliru

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan meningkatnya risiko vaginitis. Misalnya, faktor internal, seperti kebiasaan merokok dan kebersihan diri yang kurang dijaga. Sedangkan faktor eksternal, misalnya pengunaan alat kontrasepsi, hingga celana dalam berbahan nilon. Nah, berikut kebiasaan yang memicu vaginitis menurut para ahli:

  • Menggunakan celana dalam yang sama

Salah satu kebiasaan yang memicu vaginitis, seperti tidak mencuci atau menggunakan kembali celana dalam yang sama. Kata ahli, hal ini bisa mengundang bakteri berkembangbiak di celana dalam. Nah, hal inilah yang nantinya bisa menyebabkan infeksi pada organ intim.

  • Tidak menggantinya setelah berolahraga

Aktivitas fisik ini akan merangsang produksi keringat berlebih di seluruh tubuh, termasuk vagina. Nah, enggak mengganti celana dalam yang sudah dipenuhi keringat bisa meningkatkan risiko vagina terkena infeksi. Oleh sebab itu, cobalah untuk membersihkan diri setelah berolahraga dan segeralah ganti pakaian dalammu.

  • Jenis celana dalam

Kebiasaan yang memicu vaginitis lainnya, seperti mengenakan celana dalam dengan baham yang keliru. Pasalnya, beberapa jenis celana dalam bisa menyebabkan infeksi jamur vagina. Misalnya, celana dalam berbahan nilon, celana dalam berenda, terlalu ketat, ataupun bahan yang sulit membuat area kulit di vagina sulit bernapas. Oleh sebab itu, gunakanlah celana dalam dengan ukuran dan bahan yang tepat, bukannya bahan polyester.

  • Produk wewangian

Jangan sekali-kali menggunakan produk yang mengandung wewangian untuk membersihkan area vagina. Sebab, hal ini sangat tak dianjurkan oleh para ahli. Alasannya, produk-produk ini sering memicu iritasi dan merusak keseimbangan pH di vagina.

Ladies, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Anda Terkena Vaginitis seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jadi, buat para wanita berhati-hatilah dengan kebiasaan-kebiasaan yang disebutkan di atas yang dapat memicu penyakit vaginitis yang cukup mengganggu. Mulailah hidup sehat dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, agar terhindar dari penyakit.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta
Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta. Semua wanita yang tengah hamil tentu mengharapkan kehamilannya sehat tanpa gangguan kesehatan yang berarti, baik bagi ibu maupun janinnya. Berbagai cara dapat dilakukan, salah satu yang terpenting adalah dengan rutin melakukan antenatal care atau pemeriksaan kandungan secara rutin, baik ke dokter ataupun bidan. Pemeriksaan kandungan secara rutin akan sangat membantu ibu memantau perkembangan dan kesehatan janin, serta dapat mendeteksi jika terjadi masalah pada kehamilan.

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta

Salah satu masalah atau komplikasi kehamilan yang harus diketahui para ibu hamil adalah plasenta akreta. Walaupun angka kejadiannya cukup jarang, namun plasenta akreta ini dapat menyebabkan efek samping yang dapat mengancam baik jiwa ibu maupun janin. Pada pasien ini, komplikasi yang muncul yakni perdarahan hebat. Oleh sebab itu, yuk kita kupas mengenai plasenta akreta ini, tanda dan gejala yang dapat anda waspadai, dan penanganan yang dilakukan oleh dokter terhadap kondisi ini.

Apa itu plasenta akreta?

Plasenta akreta adalah suatu kondisi di mana plasenta tertanam terlalu dalam ke dinding rahim. Normalnya, plasenta menempel di bagian dinding rahim. Namun pada kondisi plasenta akreta, plasenta tertanam hingga menembus dinding rahim.

Berdasarkan tingkat kedalaman menempelnya plasenta ke dinding rahim, ada tiga jenis abnormalitas plasenta yakni akreta, inkreta, dan perkreta. Pada plasenta akreta , plasenta memang menembus dinding rahim namun tidak mencapai otot rahim.

Pada plasenta inkreta, plasenta menempel hingga menembus otot rahim. Sedangkan pada plasenta perkreta, plasenta menempel seutuhnya ke dinding rahim dan bahkan menempel pula ke organ lain yang letaknya berdekatan dengan rahim, misalnya kandung kemih.

Angka kejadian kelainan penempelan plasenta ini adalah 1 kejadian dalam setiap 2500 kehamilan, dengan plasenta akreta adalah jenis yang paling sering terjadi.

Kenapa plasenta akreta dapat terjadi?

Meskipun penyebab pasti plasenta akreta belum diketahui secara jelas, namun beberapa faktor resiko diduga menjadi penyebab terjadinya komplikasi plasenta akreta pada sebuah kehamilan.

Riwayat pembedahan alias operasi di daerah rahim, termasuk operasi caesar, menjadi salah satu faktor resiko terjadinya plasenta akreta. Semakin banyak jumlah operasi yang telah dilalui, semakin tinggi resiko seorang wanita hamil mengalami plasenta akreta. Sebanyak 60% kasus plasenta akreta yang terjadi di Amerika berkaitan dengan operasi caesarian berulang.

Faktor resiko berikutnya adalah posisi plasenta. Plasenta akreta terjadi pada 5-10% kasus posisi plasenta menutup mulut rahim atau yang lebih dikenal dengan kondisi plasenta previa. Sehingga, ibu hamil dengan kondisi plasenta previa memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami plasenta akreta.

Apa saja gejala terjadinya plasenta akreta?

Plasenta akreta biasanya tidak menimbulkan tanda dan gejala pada awal kehamilan, namun dapat menyebabkan perdarahan dari vagina pada trimester ketiga kehamilan.

Meskipun tidak ada tanda dan gejala yang dapat anda lihat secara langsung, namun bukan berarti kondisi plasenta akreta ini tidak dapat dideteksi sedari awal. Pemeriksaan kehamilan alias antenatal care menjadi kunci mendeteksi abnormalitas kehamilan termasuk plasenta akreta ini. Dokter dapat melihat jika ada abnormalitas pada kondisi dan letak plasenta pada saat melakukan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi atau USG.

Bagaimana penanganan terhadap plasenta akreta?

Tidak ada obat yang secara khusus dapat mengobati kondisi plasenta akreta ini. Jika seorang wanita hamil mengalami plasenta akreta, dokter biasanya akan memantau kondisi kehamilan secara lebih ketat, juga biasanya disarankan untuk banyak istirahat.

Karena plasenta akreta dapat menyebabkan perdarahan vaginal yang cukup berat, pada beberapa kasus janin terpaksa harus dikeluarkan sebelum waktunya (premature delivery) lewat operasi caesar. Hal ini yang terjadi pada kasus pasien yang saya temui tadi. Pada pasien ini, janin dilahirkan pada usia kehamilan 32 minggu lewat operasi caesar karena sang ibu sudah mengalami perdarahan yang cukup hebat.

Sementara untuk ibu yang mengalami plasenta akreta sendiri, perdarahan hebat dapat terjadi setelah melahirkan. Hal ini dikarenakan proses untuk ‘mengangkat’ si plasenta dari dinding rahim setelah proses kelahiran. Pada beberapa kasus, proses ini dapat menyebabkan kerusakan rahim sehingga perlu juga dilakukan histerektomi alias pengangkatan rahim. Dokter biasanya akan mendiskusikan hal ini dengan pasien, sebab hal ini berhubungan dengan apakah pasien tersebut masih memiliki rencana untuk memiliki anak berikutnya.

Syukurlah, pada pasien yang saya temui tadi, baik ibu maupun bayi dapat selamat. Sang ibu memang sampai harus menerima transfusi hingga berkantong-kantong darah dan dirawat di ruang intensif (ICU) selama beberapa hari, dan sang bayi juga harus berada di inkubator selama beberapa saat. Namun pada akhirnya, keduanya berangsur pulih dan dapat pulang ke rumah dengan sukacita.

Sang ibu bercerita pada saya, pemeriksaan kehamilan rutin adalah salah satu kunci utama ia dapat mendeteksi komplikasi yang dialaminya, termasuk mendapat penanganan yang tepat hingga akhirnya ia dan bayinya dapat selamat.

Itulah informasi mengenai plasenta akreta, salah satu komplikasi kehamilan yang sebaiknya anda ketahui. Kondisi plasenta akreta memang salah satu komplikasi yang cukup berat dalam sebuah kehamilan baik bagi janin maupun ibu, namun penanganan yang tepat dapat menyelamatkan ibu dan bayi, seperti kisah yang dialami pasien yang saya temui di tempat saya bekerja tersebut.

Buat Para Wanita, Waspadai Komplikasi Kehamilan Plasenta Akreta. Jadi buat para ibu hamil, terus rutin memeriksakan kehamilannya kepada dokter agar dapat mendeteksi masalah kehamilan sedini mungkin!

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ladies, rawatlah area kewanitaan anda dengan benar agar terhindar dari iritasi. Dan Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik dan benar! Mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Merawat area kewanitaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri yang menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat keasaman normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut. Gangguan apapun pada area kewanitaan yang normal dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

Area kewanitaan memang memiliki kulit yang sangat sensitif. Ketebalan kulit pelindung yang dikenal dengan stratum corneum atau horny cell jauh lebih tipis dibanding area lainnya. Selain itu, kulit di sekitar area kewanitaan juga cenderung lebih sering lembap. Sehingga risiko iritasi semakin besar, ditambah dengan penggunaan berbagai produk yang mengenai kulit area kewanitaan ini. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, namun lebih sering dialami oleh wanita menjelang dan selama menstruasi. Perubahan hormonal yang menyebabkan lendir jadi lebih banyak serta pembalut yang berbahan tidak lembut, tidak menyerap darah dengan baik, serta tidak memungkinkan sirkulasi udara bisa jadi biang keladinya.

Area kewanitaan yang terlalu lembap bisa menyebabkan gesekan serta pertumbuhan jamur jadi lebih aktif. Akibatnya, area kewanitaan sering kali terasa gatal, kemerahan, dan menimbulkan bercak ruam. Kondisi ini pasti membuat tidak nyaman bagi setiap wanita yang mengalaminya, terlebih jika rasa gatal muncul saat beraktivitas saat ada orang lain. Tentu hal itu membuat tidak nyaman dan risih. Dan bila tidak segera ditangani dengan baik, akan berdampak memunculkan permasalahan lainnya.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Terjadinya iritasi biasanya memunculkan gejala awal berupa kemerahan yang kadang disertai rasa gatal. Namun, tidak sedikit wanita tidak mengetahui tanda-tanda ini, dan cenderung membiarkan kondisi ini begitu saja tanpa penanganan. Menganggap kondisi akan baik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya baru menyadari iritasi setelah ruam bermunculan.

Tanpa melakukan perawatan, gejala iritasi pada area kewanitaan bisa semakin parah. Kelembapan vagina serta kondisi iritasi yang sudah ada dan tidak terjadinya sirkulasi di kulit area kewanitaan bisa menjadi sarang bagi bakteri untuk berkembang biak, dan tentunya memungkinkan penyakit dapat menyerang area kewanitaan, di antaranya :

  • Bacterial vaginosis

Bakteri itu sebenarnya tidak selalu jahat. Ada juga bakteri baik yang ikut menjaga kesehatan tubuh, seperti bakteri baik pada vagina dan juga pada sistem pencernaan. Namun, bakteri baik dan bakteri jahat akan terus bersaing. Dan jumlahnya yang lebih banyaklah yang akan menang. Jadi, bakteri baik pada vagina bisa kalah bersaing dengan bakteri jahat akibat kondisi vagina yang terlalu lembap. Sehingga bakteri jahat bisa berkembang biak secara aktif yang menyebabkan bakterial vaginosis.

Penyakit ini menyebabkan perubahan pada lendir, menjadi lebih banyak dan berbau tidak sedap, serta akan menimbulkan nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual. Bahkan kondisi ini bisa mempengaruhi kesuburan wanita jika tidak diatasi dengan baik.

  • Infeksi saluran kemih

Selain bacterial vaginosis, bakteri jahat yang terus berkembang biak bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih. Bakteri jahat, terutama bakteri E. colli yang menumpuk pada vagina dapat menyebar ke kandung kemih dan menyebabkan peradangan.

Gejala infeksi saluran kemih ini sendiri umumnya berupa demam, rasa sakit dan sensasi panas saat buang air kecil, serta nyeri pada punggung dan perut bagian bawah. Kondisi ini juga bisa membuat anda ingin terus buang air, tapi hanya sedikit urin yang keluar.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu, lakukan perawatan area kewanitaan dengan baik dan benar agar kesehatan pada area kewanitaan senantiasa terjaga dan terhindar dari penyakit seperti disebutkan di atas.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Benarkah Minyak Zaitun Bisa Mengobati Psoriasis Secara Alami?

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Saat ini ada banyak cairan pembersih kewanitaan yang berbahan dasar daun sirih. Nah, berikut ini Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan yang dipercaya dapat memberikan rasa segar pada area kewanitaan. Daun sirih diklaim dapat menghilangkan bau tak sedap sehingga banyak orang yang mengandalkannya untuk membersihkan vagina. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Sebenarnya, tidak hanya di Indonesia, manfaat kesehatan daun sirih sudah dikenal sejak 400 tahun sebelum masehi. Tercatat bahwa masyarakat India dan Tiongkok telah banyak menggunakan daun sirih untuk berbagai keperluan kesehatan. Di India pun telah menuliskan berbagai manfaat daun sirih bagi kesehatan. Daun sirih diketahui dapat membantu kesembuhan beberapa penyakit. Sementara di Cina, daun sirih diketahui bermanfaat untuk detoksifikasi dan memiliki kemampuan antioksidan.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan manfaat daun sirih. Berbagai studi pun menemukan bahwa daun sirih memiliki kandungan zat aktif yang bisa berkhasiat sebagai antiseptik, antijamur, antiinfeksi, antiradang, dan antioksidan. Di mana hal itu dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keputihan yang tidak normal.

Banyak wanita yang merasa lebih bersih dan wangi ketika menggunakan sabun daun sirih. Padahal, adalah suatu hal yang wajar jika vagina mengeluarkan aroma tertentu. Tapi, jika ada perubahan bau yang menjadi lebih tajam atau bau tidak sedap, maka itu bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan. Terlebih jika ditemukan flek yang tidak normal, rasa gatal dan sensasi panas, serta menunjukkan tanda-tanda iritasi.

Pada keadaan tertentu, seperti lembap, banyak berkeringat, pada masa menstruasi maupun sedang mengalami keputihan, sangat penting memperhatikan kebersihan area kewanitaan. Dan saat itulah cairan pembersih kewanitaan bisa membantu. Anda boleh menggunakan air atau godokan daun sirih asli untuk membersihkan area kewanitaan. Sabun daun sirih memang dapat membantu melawan infeksi dan radang yang terjadi ketika sedang mengalami keputihan.

Begini Cara Tepat Menggunakan Sabun Daun Sirih

Jika anda ingin menggunakan cairan pembersih kewanitaan seperti sabun daun sirih, lakukan hanya sesekali, dan gunakan hanya di area luar vagina saja. Jangan sampai memasukkan sabun daun sirih ke dalam vagina karena keseimbangan pH bisa terganggu. Gunakan secara bijak dan jika diperlukan saja. Pembersih dari godokan daun sirih asli, bisa digunakan ketika anda sedang mengalami masalah di area kewanitaan, karena daun sirih memang terbukti ampuh mengatasi masalah kewanitaan.

Jika area kewanitaan sedang dalam kondisi normal, lakukan hal-hal sederhana ini untuk menjaga kebersihannya, di antaranya adalah :

  • Basuh organ intim dengan air hangat.
  • Hindari pemakaian sabun mandi biasa atau sabun lain yang mengandung bahan kimia, pada area kewanitaan.
  • Setelah buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina yang dapat berpotensi menyebabkan infeksi.
  • Jangan terlalu sering menggunakan panty liner.
  • Sering ganti celana dalam saat lembap atau banyak berkeringat.
  • Selalu bersihkan organ kewanitaan setiap kali habis kencing maupun setelah berhubungan intim.

Sementara itu, mengenai cara membersihkan area kewanitaan, perlu diingat kembali bahwa vagina memiliki mekanisme pembersihan alami melalui cairan yang diproduksinya setiap hari. Karena itu, selama cairan vagina tidak berbau menyengat dan menimbulkan rasa gatal atau nyeri, maka anda tidak perlu khawatir. Pada beberapa kondisi yang mana tingkat kelembapan vagina lebih tinggi, anda diperbolehkan untuk menggunakan sabun daun sirih jika memang diperlukan. Hanya saja, Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan harus secara bijak tidak menggunakannya setiap hari dan gunakan hanya di bagian luar vagina saja.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?
Benarkah Lidah Buaya Bisa Jadi Obat Psoriasis?

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Hati-hati, pakai sabun pembersih kewanitaan bisa bikin rahim kering! Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Lalu apa rahim kering itu? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Anda mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa sabun pembersih kewanitaan bikin rahim wanita kering. Mendengar pernyataan tersebut membuat kepala anda mungkin langsung dijejali oleh banyak pertanyaan. Benarkah produk pembersih kewanitaan dapat membuat rahim kering? Mungkinkah rahim wanita bisa kering? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia medis, tidak ada istilah ‘rahim kering’. Ungkapan tersebut hanya digunakan oleh masyarakat untuk memperhalus ‘kemandulan’. Mereka mengibaratkan rahim yang tidak bisa mengandung sebagai ladang gersang yang tidak bisa menghasilkan panen.

Pada dasarnya, tingkat kesuburan wanita dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari gaya hidup, keturunan, serta infeksi seperti vaginosis bakterialis. Dan terlalu sering mencuci vagina dengan air atau cairan lain (misalnya sabun pembersih kewanitaan) diduga dapat meningkatkan risiko terkena vaginosis bakterialis.

Vaginosis bakterialis sendiri merupakan infeksi ringan dan umum pada vagina yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya keseimbangan bakteri di dalam vagina. Seperti kita ketahui, vagina memiliki banyak bakteri ‘baik’ dan beberapa bakteri ‘jahat’. Nah, bakteri baik ini membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri buruk. Pada wanita dengan vaginosis bakterialis, keseimbangan tersebut terganggu.

Ketika wanita terlalu sering mencuci vaginanya dengan air atau cairan lain seperti sabun pembersih kewanitaan, hal ini akan mengacaukan keseimbangan alami bakteri vagina serta kadar keasaman (pH). Ancaman terkena vaginosis bakterialis pun dapat bertambah.

Tanda dan gejala vaginosis bakterialis yang umum adalah keputihan yang berbau. Warnanya pun bisa berubah menjadi putih keabu-abuan atau kuning. Selain itu, dapat juga timbul gatal-gatal pada vagina serta perih saat buang air kecil. Meski demikian, hampir 50% wanita yang terdiagnosis tidak menyadari adanya indikasi tersebut.

Meskipun bukan penyakit serius, vaginosis bakterialis ternyata dapat menyebabkan kegagalan reproduksi. Hal ini pada gilirannya dapat menghalangi proses pembuahan, memicu aborsi spontan pada wanita hamil, dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Aturan pakai sabun pembersih kewanitaan

Berbagai produk area kewanitaan dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari tisu, spray, hingga sabun. Namun, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya yang dibutuhkan vagina sederhana saja: basuh dengan air dan keringkan menggunakan handuk bersih. Tidak lebih.

Jika anda memang ingin menggunakan sabun, pilih yang aromanya ringan atau tidak mengandung pewangi, pewarna, dan pengawet. Pastikan juga sabun tersebut memiliki pH seimbang, yang sama dengan organ intim anda, sehingga tetap mampu menjaga bakteri ‘baik’ di dalamnya.

Disarankan bagi anda untuk membasuh vagina satu kali saja dalam sehari. Kuncinya, lagi-lagi, adalah simpel dan tidak berlebihan. Tidak perlu juga membilas vagina hingga ke area dalam, cukup bagian luar. Vagina sesungguhnya sangat pintar dan dapat membersihkan dirinya sendiri, sehingga anda tak perlu terlalu terobsesi untuk menjadikannya ‘sempurna’.

Selain itu, agar vagina selalu sehat, batasilah penggunaan bubble bath dan gel mandi beraroma yang dapat menyebabkan iritasi. Pemilihan bahan celana dalam juga harus diperhatikan. Lebih baik menggunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat ketimbang nilon, dan hindarilah thong. Menggunting bulu kemaluan atau menghilangkannya dengan laser juga lebih dianjurkan ketimbang shaving.

Apabila anda mengalami gejala vaginosis bakteralis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih jauh lagi.

Jadi Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Di atas juga sudah dijelaskan aturan pakai sabun pembersih kewanitaan yang aman. Dan ingat, gunakan sabun pembersih kewanitaan dengan secukupnya agar vagina anda tidak mengalami gangguan.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Makanan Yang Bisa Menyebabkan Psoriasis Semakin Parah

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa? Pertanyaan tersebut adalah salah satu pertanyaan penting bagi setiap wanita. Kenapa? Karena tidak sedikit wanita yang lebih memilih memakai sabun mandi biasa untuk membersihkan area kewanitaannya. Hal itu karena dianggap praktis. Tapi wanita harus tau apakah hal itu aman atau tidak. Untuk itu, simaklah pembahasannya berikut ini!

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Vagina adalah saluran yang menghubungkan dunia luar dengan rahim. Sebenarnya vagina didesain untuk dapat membersihkan dirinya sendiri. Namun, keseimbangan pada vagina sangat sensitif, sehingga jika anda membersihkannya sembarangan dan mengakibatkan berubahnya pH, maka bakteri akan tumbuh dan berkembang.

Karena inilah terkadang vagina memerlukan ‘bantuan’ untuk membersihkan dirinya. Misalnya, saat kondisi anda sedang banyak berkeringat, menstruasi, masa subur, atau sedang mengalami keputihan.

Meski banyak informasi yang beredar mengenai cara membersihkan vagina, banyak wanita yang tetap memilih penggunaan sabun biasa karena dianggap paling praktis. Masalahnya, kondisi area kewanitaan setiap wanita berbeda.

Ada yang membersihkannya dengan sabun mandi biasa dan tidak mengalami masalah apapun. Namun, wanita yang memiliki iritasi pada vulva, hal yang harus dilakukan adalah menggunakan sabun nonalergenik.

Sabun Mandi Biasa Akan Memengaruhi Bakteri Baik

Vagina adalah bagian tubuh yang memiliki bakteri banyak setelah dubur. Meski dikelilingi oleh banyak bakteri, tapi  area ini lebih didominasi oleh lactobacillus, yaitu bakteri baik yang membantu agar bakteri jahat tidak dapat berkembang biak. Peran lactobacillus ini antara lain :

  • Menjaga area kewanitaan tetap asam dan memiliki pH yang rendah, yaitu kurang dari 4,5. Kondisi ini menjaga supaya tidak ada organisme lain yang dapat tumbuh di area kewanitaan anda, sehingga tidak mudah terinfeksi.
  • Menghasilkan bakteriosin, yaitu antibiotik alami yang mampu membunuh bakteri jenis lain yang masuk ke dalam vagina.
  • Menghasilkan zat yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri lain pada dinding vagina.

Nah, jika anda menggunakan sabun mandi biasa untuk membersihkan area kewanitaan, maka bakteri baik ini akan mati. Pada akhirnya vagina anda tak lagi terlindungi dari ancaman infeksi akibat bakteri jahat.

Anda juga harus tahu bahwa pH yang dimiliki sabun mandi biasa biasanya sekitar 8, alias pH basa. Ketika pH pada vagina terganggu dan berubah, risiko terjadinya infeksi pun cukup tinggi.

Hal ini memberikan kesempatan bagi bakteri jahat untuk tinggal dan tumbuh di sekitar vagina. Belum lagi, sabun mandi biasa dengan wangi yang menyengat bisa menyebabkan vagina mengalami iritasi dan meradang.

Karena area kewanitaan secara alami memiliki pH yang asam, anda harus menggunakan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung bahan alami. Tujuannya adalah untuk menjaga keadaan area kewanitaan tetap bersih dan sehat, tanpa mengganggu pH alaminya.

Menjaga kebersihan area kewanitaan sangat penting. Namun, yang harus diingat adalah secara fisiologis vagina mampu mengurus dirinya sendiri dengan cara mendorong keluar kotoran lewat cairan khas yang anda lihat sehari-hari. Tugas anda hanyalah membersihkan sekresi tersebut di bagian vulva, menjaganya tetap lembap, serta mempertahankan keseimbangan pH-nya.

Jadi Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa? Sebaiknya hindari sabun mandi biasa dalam membersihkan area kewanitaan, karena dapat merugikan anda. Sebaliknya, gunakan air atau pembersih khusus area kewanitaan. Jangan lupa, pilih yang mengandung bahan-bahan alami sehingga aman bagi organ intim anda, serta tidak mengganggu keseimbangan pH dan menyebabkan iritasi.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru
Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru
Minyak Kelapa Ternyata Bisa Jadi Obat Psoriasis

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya! Meskipun keluarnya flek coklat saat hamil merupakan hal yang wajar dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Namun anda tetap harus mewaspadainya, apalagi bila kelaurnya flek coklat tersebut berlangsung terus-menerus, atau disertai dengan gejala lainnya seperti kram dan nyeri perut. Mari simak pembahasannya berikut ini!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Flek coklat saat hamil adalah bercak perdarahan ringan yang keluar dari vagina. Hal ini bisa terjadi selama masa kehamilan, terutama pada trismester pertama kehamilan. Sekitar 20% wanita hamil mengalami perdarahan pada 12 minggu pertama masa kehamilannya. Warna flek ini sebenarnya bervariasi, bisa coklat, merah, atau merah muda. Warna coklat pada flek menandakan darah sudah cukup lama berada di rahim, atau tidak dikeluarkan dari tubuh dengan cepat. Sehingga ketika keluar, darah akan berwarna lebih gelap.

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab keluarnya flek coklat saat hamil, di antaranya :

  • Iritasi serviks

Flek coklat saat hamil yang disebabkan iritasi serviks bisa terjadi kapan saja pada masa kehamilan. Saat hamil, terjadi lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Hal ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, sehingga akhirnya mengeluarkan flek. Berhubungan seksual saat hamil, pemeriksaan serviks oleh dokter atau bidan, dan infeksi juga bisa menjadi penyebabnya.

  • Pendarahan implantasi

Biasanya pendarahan implantasi terjadi 6-12 hari setelah konsepsi atau pembuahan. Implantasi adalah proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada rahim. Umumnya, flek atau darah yang keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari saja.

  • Keguguran

Perdarahan apa pun pada masa kehamilan bisa merupakan tanda awal keguguran. Perdarahan akibat keguguran biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kram dan nyeri perut, nyeri punggung bawah, keluarnya darah merah dalam jumlah yang banyak, serta keluarnya jaringan atau gumpalan dari vagina.

  • Kehamilan ektopik

Dalam beberapa kasus, flek coklat saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya jika terjadi robekan di tempat terjadinya kehamilan ektopik. Segera temui dokter jika pendarahan atau flek disertai dengan gejala pusing yang parah, merasa pening atau perasaan seperti akan pingsan, lemas, merasa kepalanya sangat ringan tanpa bobot, nyeri bahu, nyeri perut atau panggul yang datang dan pergi, terutama di salah satu sisi, kulit terlihat pucat atau kaki tangan terasa dingin, serta denyut jantung menjadi lebih cepat.

  • Gangguan pada plasenta dan serviks

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek coklat saat hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta, seperti plasenta previa, serta infeksi pada serviks atau rahim.

  • Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek coklat saat hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat. Ketika tubuh siap untuk melahirkan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini membantu melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecoklatan, merah muda, atau bahkan sedikit kehijauan.

Keluarnya flek coklat saat hamil yang merupakan tanda persalinan, terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan, pada usia kehamilan 36-40 minggu.

Meskipun pada umumnya keluarnya flek coklat saat hamil merupakan hal yang normal, namun anda tetap dianjurkan untuk lebih waspada dan berkonsultasi ke dokter kandungan. Terutama bila keluhan tersebut diiringi dengan gejala lainnya, seperti nyeri berat, perdarahan yang banyak dari vagina, demam, dan terasa kram atau kontraksi pada rahim.

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya! Semuanya sudah dijelaskan di atas. Jadi, untuk para wanita, selalu lah waspada dengan hal-hal yang tidak biasa yang anda alami, apalagi berkaitan dengan organ kewanitaan anda. Karena organ tersebut memang rawan akan penyakit. Segera konsultasikan pada dokter bila anda mengalami hal-hal yang tidak biasa.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Metode Kontrasepsi Alami Memanfaatkan Lendir Serviks
Metode Kontrasepsi Alami Memanfaatkan Lendir Serviks
Benarkah Cuka Apel Berkhasiat Mengobati Psoriasis?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang saat ini ingin anda ketahui jawabannya. Untuk itu, simak pembahasan berikut ini mengenai seberapa aman sabun pembersih kewanitaan itu digunakan. Berikut ini pembahasan lengkapnya!

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Sabun pembersih kewanitaan memang kerap kali menjadi pilihan banyak wanita sebagai solusi untuk merawat kebersihan organ kewanitaan. Vagina memiliki ekosistem tersendiri di dalamnya, yang sangat unik sekaligus dinamis. Terdiri atas bakteri ‘baik’, bakteri ‘jahat’, pH (kadar keasaman), dan kelembapan, vagina dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga hampir tak memerlukan bantuan dari Anda. Hanya saja, keseimbangan ini sangat sensitif terhadap perubahan, baik dari dalam maupun luar tubuh Anda. Beberapa hal yang dapat mengacaukan keseimbangan vagina adalah terlalu sering membersihkan vagina, perubahan kadar hormon, penggunaan antibiotik, hubungan seksual, serta kehamilan dan menyusui.

Mencuci vagina terlalu sering dengan air atau sabun pembersih kewanitaan dapat membuat keseimbangan di dalamnya tersendat karena mengubah kadar pH. Untuk diketahui, pH vagina yang sehat berada di antara 3,5–4,5. Jika Anda tak memiliki gangguan, vagina akan mengatur dirinya sendiri dan membuatnya tetap berada dalam kisaran asam ini. Bila pH vagina tidak sehat, Anda mungkin akan mengalami keputihan yang tak seperti biasanya, misalnya berbau tak sedap atau berwarna kuning. Bisa juga terjadi vaginosis bakterialis, infeksi vagina yang umum dialami wanita usia 15–44 tahun.

Karena itu, mencuci vagina secara berlebihan adalah satu kesalahan besar. Vagina termasuk area yang sensitif. Sebaiknya bersihkan sekali sehari dengan air. Begitu kata seorang ahli ginekologi. Ia juga menambahkan bahwa tendensi wanita untuk membersihkan vagina secara berlebihan malah dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal.

Tak semua produk sabun pembersih kewanitaan cocok untuk organ intim Anda. Khususnya bagi Anda yang memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih merek yang tepat.

Pertama, cek baik-baik komposisi di dalamnya sebelum membeli. Ini sangat penting bagi Anda yang memiliki riwayat iritasi atau alergi dengan kandungan tertentu. Jika luput, kesehatan vagina Anda yang akan terkena imbasnya.

Apalagi, kandungan bahan kimia yang digunakan terlalu lama juga dapat memengaruhi hormon kewanitaan dan berdampak pada kesuburan. Demikian ungkap dr. Ellen Theodora.

Agar lebih aman, Anda dapat memilih sabun pembersih kewanitaan yang memiliki bahan alami, seperti daun sirih yang bersifat minimum inhibitory concentration atau konsentrasi hambat minimum, sehingga dapat tetap melindungi bakteri ‘baik’ di dalam vagina.

Sebisa mungkin juga, pilih sabun pembersih kewanitaan yang tidak mengandung pewangi atau beraroma ringan. Produk yang beraroma terlalu kuat ditakutkan dapat menyebabkan infeksi, yang kemudian memicu keputihan berbau tidak sedap dan gatal.

Setelah membersihkan vagina, jangan lupa untuk selalu mengeringkannya dengan handuk bersih. Pastikan juga untuk membilas vagina di bagian luarnya saja agar tidak memicu iritasi.

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan buru-buru menjadikan produk khusus kewanitaan (atau perawatan kewanitaan) sebagai juru selamat. Maksudnya, jika Anda merasa memiliki keputihan yang abnormal, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari bantuan medis. Bukan pergi ke spa lalu melakukan ratus vagina, yang faktanya dapat berefek buruk terhadap organ intim.

Bila vagina Anda memiliki bau, itu wajar dan Anda tak perlu merasa tidak nyaman. Kecuali jika mengeluarkan aroma amis ikan yang menyengat, sebab ini bisa jadi pertanda vaginosis bakterialis. Dan lagi-lagi, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi ini, bukan menjelajahi rak supermarket kemudian membeli spray vagina.

Sebenarnya vagina Anda tak butuh banyak produk agar selalu sehat, karena ia memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkan dirinya. Kalaupun Anda ingin membeli sabun pembersih kewanitaan, perhatikan baik-baik kandungannya atau berkonsultasi dulu kepada dokter. Anda juga tak perlu terlalu obsesif dalam mencuci vagina, sehari sekali juga sudah cukup.

Jadi, Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Semoga informasi ini bermanfaat, bisa menambah pengetahuan anda, dan tentunya bisa membantu anda.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

Baca artikel menarik lainnya :

Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
9 Ramuan Obat Untuk Mengobati Endometriosis
9 Ramuan Obat Untuk Mengobati Endometriosis
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Kemungkinan Sembuh dari Penyakit Psoriasis