Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ladies, rawatlah area kewanitaan anda dengan benar agar terhindar dari iritasi. Dan Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik dan benar! Mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Merawat area kewanitaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri yang menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat keasaman normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut. Gangguan apapun pada area kewanitaan yang normal dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

Area kewanitaan memang memiliki kulit yang sangat sensitif. Ketebalan kulit pelindung yang dikenal dengan stratum corneum atau horny cell jauh lebih tipis dibanding area lainnya. Selain itu, kulit di sekitar area kewanitaan juga cenderung lebih sering lembap. Sehingga risiko iritasi semakin besar, ditambah dengan penggunaan berbagai produk yang mengenai kulit area kewanitaan ini. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, namun lebih sering dialami oleh wanita menjelang dan selama menstruasi. Perubahan hormonal yang menyebabkan lendir jadi lebih banyak serta pembalut yang berbahan tidak lembut, tidak menyerap darah dengan baik, serta tidak memungkinkan sirkulasi udara bisa jadi biang keladinya.

Area kewanitaan yang terlalu lembap bisa menyebabkan gesekan serta pertumbuhan jamur jadi lebih aktif. Akibatnya, area kewanitaan sering kali terasa gatal, kemerahan, dan menimbulkan bercak ruam. Kondisi ini pasti membuat tidak nyaman bagi setiap wanita yang mengalaminya, terlebih jika rasa gatal muncul saat beraktivitas saat ada orang lain. Tentu hal itu membuat tidak nyaman dan risih. Dan bila tidak segera ditangani dengan baik, akan berdampak memunculkan permasalahan lainnya.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Terjadinya iritasi biasanya memunculkan gejala awal berupa kemerahan yang kadang disertai rasa gatal. Namun, tidak sedikit wanita tidak mengetahui tanda-tanda ini, dan cenderung membiarkan kondisi ini begitu saja tanpa penanganan. Menganggap kondisi akan baik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya baru menyadari iritasi setelah ruam bermunculan.

Tanpa melakukan perawatan, gejala iritasi pada area kewanitaan bisa semakin parah. Kelembapan vagina serta kondisi iritasi yang sudah ada dan tidak terjadinya sirkulasi di kulit area kewanitaan bisa menjadi sarang bagi bakteri untuk berkembang biak, dan tentunya memungkinkan penyakit dapat menyerang area kewanitaan, di antaranya :

  • Bacterial vaginosis

Bakteri itu sebenarnya tidak selalu jahat. Ada juga bakteri baik yang ikut menjaga kesehatan tubuh, seperti bakteri baik pada vagina dan juga pada sistem pencernaan. Namun, bakteri baik dan bakteri jahat akan terus bersaing. Dan jumlahnya yang lebih banyaklah yang akan menang. Jadi, bakteri baik pada vagina bisa kalah bersaing dengan bakteri jahat akibat kondisi vagina yang terlalu lembap. Sehingga bakteri jahat bisa berkembang biak secara aktif yang menyebabkan bakterial vaginosis.

Penyakit ini menyebabkan perubahan pada lendir, menjadi lebih banyak dan berbau tidak sedap, serta akan menimbulkan nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual. Bahkan kondisi ini bisa mempengaruhi kesuburan wanita jika tidak diatasi dengan baik.

  • Infeksi saluran kemih

Selain bacterial vaginosis, bakteri jahat yang terus berkembang biak bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih. Bakteri jahat, terutama bakteri E. colli yang menumpuk pada vagina dapat menyebar ke kandung kemih dan menyebabkan peradangan.

Gejala infeksi saluran kemih ini sendiri umumnya berupa demam, rasa sakit dan sensasi panas saat buang air kecil, serta nyeri pada punggung dan perut bagian bawah. Kondisi ini juga bisa membuat anda ingin terus buang air, tapi hanya sedikit urin yang keluar.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu, lakukan perawatan area kewanitaan dengan baik dan benar agar kesehatan pada area kewanitaan senantiasa terjaga dan terhindar dari penyakit seperti disebutkan di atas.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Benarkah Minyak Zaitun Bisa Mengobati Psoriasis Secara Alami?

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Saat ini ada banyak cairan pembersih kewanitaan yang berbahan dasar daun sirih. Nah, berikut ini Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan yang dipercaya dapat memberikan rasa segar pada area kewanitaan. Daun sirih diklaim dapat menghilangkan bau tak sedap sehingga banyak orang yang mengandalkannya untuk membersihkan vagina. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan

Sebenarnya, tidak hanya di Indonesia, manfaat kesehatan daun sirih sudah dikenal sejak 400 tahun sebelum masehi. Tercatat bahwa masyarakat India dan Tiongkok telah banyak menggunakan daun sirih untuk berbagai keperluan kesehatan. Di India pun telah menuliskan berbagai manfaat daun sirih bagi kesehatan. Daun sirih diketahui dapat membantu kesembuhan beberapa penyakit. Sementara di Cina, daun sirih diketahui bermanfaat untuk detoksifikasi dan memiliki kemampuan antioksidan.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan manfaat daun sirih. Berbagai studi pun menemukan bahwa daun sirih memiliki kandungan zat aktif yang bisa berkhasiat sebagai antiseptik, antijamur, antiinfeksi, antiradang, dan antioksidan. Di mana hal itu dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keputihan yang tidak normal.

Banyak wanita yang merasa lebih bersih dan wangi ketika menggunakan sabun daun sirih. Padahal, adalah suatu hal yang wajar jika vagina mengeluarkan aroma tertentu. Tapi, jika ada perubahan bau yang menjadi lebih tajam atau bau tidak sedap, maka itu bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan. Terlebih jika ditemukan flek yang tidak normal, rasa gatal dan sensasi panas, serta menunjukkan tanda-tanda iritasi.

Pada keadaan tertentu, seperti lembap, banyak berkeringat, pada masa menstruasi maupun sedang mengalami keputihan, sangat penting memperhatikan kebersihan area kewanitaan. Dan saat itulah cairan pembersih kewanitaan bisa membantu. Anda boleh menggunakan air atau godokan daun sirih asli untuk membersihkan area kewanitaan. Sabun daun sirih memang dapat membantu melawan infeksi dan radang yang terjadi ketika sedang mengalami keputihan.

Begini Cara Tepat Menggunakan Sabun Daun Sirih

Jika anda ingin menggunakan cairan pembersih kewanitaan seperti sabun daun sirih, lakukan hanya sesekali, dan gunakan hanya di area luar vagina saja. Jangan sampai memasukkan sabun daun sirih ke dalam vagina karena keseimbangan pH bisa terganggu. Gunakan secara bijak dan jika diperlukan saja. Pembersih dari godokan daun sirih asli, bisa digunakan ketika anda sedang mengalami masalah di area kewanitaan, karena daun sirih memang terbukti ampuh mengatasi masalah kewanitaan.

Jika area kewanitaan sedang dalam kondisi normal, lakukan hal-hal sederhana ini untuk menjaga kebersihannya, di antaranya adalah :

  • Basuh organ intim dengan air hangat.
  • Hindari pemakaian sabun mandi biasa atau sabun lain yang mengandung bahan kimia, pada area kewanitaan.
  • Setelah buang air kecil atau buang air besar, bersihkan dengan arah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina yang dapat berpotensi menyebabkan infeksi.
  • Jangan terlalu sering menggunakan panty liner.
  • Sering ganti celana dalam saat lembap atau banyak berkeringat.
  • Selalu bersihkan organ kewanitaan setiap kali habis kencing maupun setelah berhubungan intim.

Sementara itu, mengenai cara membersihkan area kewanitaan, perlu diingat kembali bahwa vagina memiliki mekanisme pembersihan alami melalui cairan yang diproduksinya setiap hari. Karena itu, selama cairan vagina tidak berbau menyengat dan menimbulkan rasa gatal atau nyeri, maka anda tidak perlu khawatir. Pada beberapa kondisi yang mana tingkat kelembapan vagina lebih tinggi, anda diperbolehkan untuk menggunakan sabun daun sirih jika memang diperlukan. Hanya saja, Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan harus secara bijak tidak menggunakannya setiap hari dan gunakan hanya di bagian luar vagina saja.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?
Apakah Kista Bartholin Bisa Sembuh dengan Rebusan Daun Sirsak?
Benarkah Lidah Buaya Bisa Jadi Obat Psoriasis?

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Hati-hati, pakai sabun pembersih kewanitaan bisa bikin rahim kering! Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Lalu apa rahim kering itu? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?

Anda mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa sabun pembersih kewanitaan bikin rahim wanita kering. Mendengar pernyataan tersebut membuat kepala anda mungkin langsung dijejali oleh banyak pertanyaan. Benarkah produk pembersih kewanitaan dapat membuat rahim kering? Mungkinkah rahim wanita bisa kering? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia medis, tidak ada istilah ‘rahim kering’. Ungkapan tersebut hanya digunakan oleh masyarakat untuk memperhalus ‘kemandulan’. Mereka mengibaratkan rahim yang tidak bisa mengandung sebagai ladang gersang yang tidak bisa menghasilkan panen.

Pada dasarnya, tingkat kesuburan wanita dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari gaya hidup, keturunan, serta infeksi seperti vaginosis bakterialis. Dan terlalu sering mencuci vagina dengan air atau cairan lain (misalnya sabun pembersih kewanitaan) diduga dapat meningkatkan risiko terkena vaginosis bakterialis.

Vaginosis bakterialis sendiri merupakan infeksi ringan dan umum pada vagina yang disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini terjadi akibat terganggunya keseimbangan bakteri di dalam vagina. Seperti kita ketahui, vagina memiliki banyak bakteri ‘baik’ dan beberapa bakteri ‘jahat’. Nah, bakteri baik ini membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri buruk. Pada wanita dengan vaginosis bakterialis, keseimbangan tersebut terganggu.

Ketika wanita terlalu sering mencuci vaginanya dengan air atau cairan lain seperti sabun pembersih kewanitaan, hal ini akan mengacaukan keseimbangan alami bakteri vagina serta kadar keasaman (pH). Ancaman terkena vaginosis bakterialis pun dapat bertambah.

Tanda dan gejala vaginosis bakterialis yang umum adalah keputihan yang berbau. Warnanya pun bisa berubah menjadi putih keabu-abuan atau kuning. Selain itu, dapat juga timbul gatal-gatal pada vagina serta perih saat buang air kecil. Meski demikian, hampir 50% wanita yang terdiagnosis tidak menyadari adanya indikasi tersebut.

Meskipun bukan penyakit serius, vaginosis bakterialis ternyata dapat menyebabkan kegagalan reproduksi. Hal ini pada gilirannya dapat menghalangi proses pembuahan, memicu aborsi spontan pada wanita hamil, dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Aturan pakai sabun pembersih kewanitaan

Berbagai produk area kewanitaan dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari tisu, spray, hingga sabun. Namun, para ahli mengatakan bahwa sebenarnya yang dibutuhkan vagina sederhana saja: basuh dengan air dan keringkan menggunakan handuk bersih. Tidak lebih.

Jika anda memang ingin menggunakan sabun, pilih yang aromanya ringan atau tidak mengandung pewangi, pewarna, dan pengawet. Pastikan juga sabun tersebut memiliki pH seimbang, yang sama dengan organ intim anda, sehingga tetap mampu menjaga bakteri ‘baik’ di dalamnya.

Disarankan bagi anda untuk membasuh vagina satu kali saja dalam sehari. Kuncinya, lagi-lagi, adalah simpel dan tidak berlebihan. Tidak perlu juga membilas vagina hingga ke area dalam, cukup bagian luar. Vagina sesungguhnya sangat pintar dan dapat membersihkan dirinya sendiri, sehingga anda tak perlu terlalu terobsesi untuk menjadikannya ‘sempurna’.

Selain itu, agar vagina selalu sehat, batasilah penggunaan bubble bath dan gel mandi beraroma yang dapat menyebabkan iritasi. Pemilihan bahan celana dalam juga harus diperhatikan. Lebih baik menggunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat ketimbang nilon, dan hindarilah thong. Menggunting bulu kemaluan atau menghilangkannya dengan laser juga lebih dianjurkan ketimbang shaving.

Apabila anda mengalami gejala vaginosis bakteralis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih jauh lagi.

Jadi Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Di atas juga sudah dijelaskan aturan pakai sabun pembersih kewanitaan yang aman. Dan ingat, gunakan sabun pembersih kewanitaan dengan secukupnya agar vagina anda tidak mengalami gangguan.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Benjolan yang Terasa Nyeri di Bibir Vagina, Apakah Itu?
Makanan Yang Bisa Menyebabkan Psoriasis Semakin Parah

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa? Pertanyaan tersebut adalah salah satu pertanyaan penting bagi setiap wanita. Kenapa? Karena tidak sedikit wanita yang lebih memilih memakai sabun mandi biasa untuk membersihkan area kewanitaannya. Hal itu karena dianggap praktis. Tapi wanita harus tau apakah hal itu aman atau tidak. Untuk itu, simaklah pembahasannya berikut ini!

Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa?

Vagina adalah saluran yang menghubungkan dunia luar dengan rahim. Sebenarnya vagina didesain untuk dapat membersihkan dirinya sendiri. Namun, keseimbangan pada vagina sangat sensitif, sehingga jika anda membersihkannya sembarangan dan mengakibatkan berubahnya pH, maka bakteri akan tumbuh dan berkembang.

Karena inilah terkadang vagina memerlukan ‘bantuan’ untuk membersihkan dirinya. Misalnya, saat kondisi anda sedang banyak berkeringat, menstruasi, masa subur, atau sedang mengalami keputihan.

Meski banyak informasi yang beredar mengenai cara membersihkan vagina, banyak wanita yang tetap memilih penggunaan sabun biasa karena dianggap paling praktis. Masalahnya, kondisi area kewanitaan setiap wanita berbeda.

Ada yang membersihkannya dengan sabun mandi biasa dan tidak mengalami masalah apapun. Namun, wanita yang memiliki iritasi pada vulva, hal yang harus dilakukan adalah menggunakan sabun nonalergenik.

Sabun Mandi Biasa Akan Memengaruhi Bakteri Baik

Vagina adalah bagian tubuh yang memiliki bakteri banyak setelah dubur. Meski dikelilingi oleh banyak bakteri, tapi  area ini lebih didominasi oleh lactobacillus, yaitu bakteri baik yang membantu agar bakteri jahat tidak dapat berkembang biak. Peran lactobacillus ini antara lain :

  • Menjaga area kewanitaan tetap asam dan memiliki pH yang rendah, yaitu kurang dari 4,5. Kondisi ini menjaga supaya tidak ada organisme lain yang dapat tumbuh di area kewanitaan anda, sehingga tidak mudah terinfeksi.
  • Menghasilkan bakteriosin, yaitu antibiotik alami yang mampu membunuh bakteri jenis lain yang masuk ke dalam vagina.
  • Menghasilkan zat yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri lain pada dinding vagina.

Nah, jika anda menggunakan sabun mandi biasa untuk membersihkan area kewanitaan, maka bakteri baik ini akan mati. Pada akhirnya vagina anda tak lagi terlindungi dari ancaman infeksi akibat bakteri jahat.

Anda juga harus tahu bahwa pH yang dimiliki sabun mandi biasa biasanya sekitar 8, alias pH basa. Ketika pH pada vagina terganggu dan berubah, risiko terjadinya infeksi pun cukup tinggi.

Hal ini memberikan kesempatan bagi bakteri jahat untuk tinggal dan tumbuh di sekitar vagina. Belum lagi, sabun mandi biasa dengan wangi yang menyengat bisa menyebabkan vagina mengalami iritasi dan meradang.

Karena area kewanitaan secara alami memiliki pH yang asam, anda harus menggunakan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung bahan alami. Tujuannya adalah untuk menjaga keadaan area kewanitaan tetap bersih dan sehat, tanpa mengganggu pH alaminya.

Menjaga kebersihan area kewanitaan sangat penting. Namun, yang harus diingat adalah secara fisiologis vagina mampu mengurus dirinya sendiri dengan cara mendorong keluar kotoran lewat cairan khas yang anda lihat sehari-hari. Tugas anda hanyalah membersihkan sekresi tersebut di bagian vulva, menjaganya tetap lembap, serta mempertahankan keseimbangan pH-nya.

Jadi Bolehkah Membersihkan Area Kewanitaan dengan Sabun Biasa? Sebaiknya hindari sabun mandi biasa dalam membersihkan area kewanitaan, karena dapat merugikan anda. Sebaliknya, gunakan air atau pembersih khusus area kewanitaan. Jangan lupa, pilih yang mengandung bahan-bahan alami sehingga aman bagi organ intim anda, serta tidak mengganggu keseimbangan pH dan menyebabkan iritasi.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru
Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru
Minyak Kelapa Ternyata Bisa Jadi Obat Psoriasis

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya! Meskipun keluarnya flek coklat saat hamil merupakan hal yang wajar dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Namun anda tetap harus mewaspadainya, apalagi bila kelaurnya flek coklat tersebut berlangsung terus-menerus, atau disertai dengan gejala lainnya seperti kram dan nyeri perut. Mari simak pembahasannya berikut ini!

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya!

Flek coklat saat hamil adalah bercak perdarahan ringan yang keluar dari vagina. Hal ini bisa terjadi selama masa kehamilan, terutama pada trismester pertama kehamilan. Sekitar 20% wanita hamil mengalami perdarahan pada 12 minggu pertama masa kehamilannya. Warna flek ini sebenarnya bervariasi, bisa coklat, merah, atau merah muda. Warna coklat pada flek menandakan darah sudah cukup lama berada di rahim, atau tidak dikeluarkan dari tubuh dengan cepat. Sehingga ketika keluar, darah akan berwarna lebih gelap.

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab keluarnya flek coklat saat hamil, di antaranya :

  • Iritasi serviks

Flek coklat saat hamil yang disebabkan iritasi serviks bisa terjadi kapan saja pada masa kehamilan. Saat hamil, terjadi lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke leher rahim atau serviks. Hal ini membuat serviks menjadi sangat sensitif dan lebih mudah teriritasi, sehingga akhirnya mengeluarkan flek. Berhubungan seksual saat hamil, pemeriksaan serviks oleh dokter atau bidan, dan infeksi juga bisa menjadi penyebabnya.

  • Pendarahan implantasi

Biasanya pendarahan implantasi terjadi 6-12 hari setelah konsepsi atau pembuahan. Implantasi adalah proses menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada rahim. Umumnya, flek atau darah yang keluar sangat sedikit dan hanya terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari saja.

  • Keguguran

Perdarahan apa pun pada masa kehamilan bisa merupakan tanda awal keguguran. Perdarahan akibat keguguran biasanya disertai dengan gejala lain, seperti kram dan nyeri perut, nyeri punggung bawah, keluarnya darah merah dalam jumlah yang banyak, serta keluarnya jaringan atau gumpalan dari vagina.

  • Kehamilan ektopik

Dalam beberapa kasus, flek coklat saat hamil bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya jika terjadi robekan di tempat terjadinya kehamilan ektopik. Segera temui dokter jika pendarahan atau flek disertai dengan gejala pusing yang parah, merasa pening atau perasaan seperti akan pingsan, lemas, merasa kepalanya sangat ringan tanpa bobot, nyeri bahu, nyeri perut atau panggul yang datang dan pergi, terutama di salah satu sisi, kulit terlihat pucat atau kaki tangan terasa dingin, serta denyut jantung menjadi lebih cepat.

  • Gangguan pada plasenta dan serviks

Dalam kasus yang jarang terjadi, flek coklat saat hamil bisa menjadi pertanda adanya masalah pada plasenta, seperti plasenta previa, serta infeksi pada serviks atau rahim.

  • Tanda-tanda persalinan

Keluarnya flek coklat saat hamil tua dapat menjadi pertanda bahwa waktu persalinan sudah dekat. Ketika tubuh siap untuk melahirkan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir. Sumbatan ini membantu melindungi rahim dari bakteri atau kotoran dari luar tubuh. Umumnya, lendir yang keluar berwarna putih, kecoklatan, merah muda, atau bahkan sedikit kehijauan.

Keluarnya flek coklat saat hamil yang merupakan tanda persalinan, terjadi beberapa minggu atau beberapa hari sebelum persalinan, pada usia kehamilan 36-40 minggu.

Meskipun pada umumnya keluarnya flek coklat saat hamil merupakan hal yang normal, namun anda tetap dianjurkan untuk lebih waspada dan berkonsultasi ke dokter kandungan. Terutama bila keluhan tersebut diiringi dengan gejala lainnya, seperti nyeri berat, perdarahan yang banyak dari vagina, demam, dan terasa kram atau kontraksi pada rahim.

Waspadai Keluarnya Flek Coklat Saat Hamil! Dan Inilah Penyebabnya! Semuanya sudah dijelaskan di atas. Jadi, untuk para wanita, selalu lah waspada dengan hal-hal yang tidak biasa yang anda alami, apalagi berkaitan dengan organ kewanitaan anda. Karena organ tersebut memang rawan akan penyakit. Segera konsultasikan pada dokter bila anda mengalami hal-hal yang tidak biasa.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Metode Kontrasepsi Alami Memanfaatkan Lendir Serviks
Metode Kontrasepsi Alami Memanfaatkan Lendir Serviks
Benarkah Cuka Apel Berkhasiat Mengobati Psoriasis?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang saat ini ingin anda ketahui jawabannya. Untuk itu, simak pembahasan berikut ini mengenai seberapa aman sabun pembersih kewanitaan itu digunakan. Berikut ini pembahasan lengkapnya!

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Sabun pembersih kewanitaan memang kerap kali menjadi pilihan banyak wanita sebagai solusi untuk merawat kebersihan organ kewanitaan. Vagina memiliki ekosistem tersendiri di dalamnya, yang sangat unik sekaligus dinamis. Terdiri atas bakteri ‘baik’, bakteri ‘jahat’, pH (kadar keasaman), dan kelembapan, vagina dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga hampir tak memerlukan bantuan dari Anda. Hanya saja, keseimbangan ini sangat sensitif terhadap perubahan, baik dari dalam maupun luar tubuh Anda. Beberapa hal yang dapat mengacaukan keseimbangan vagina adalah terlalu sering membersihkan vagina, perubahan kadar hormon, penggunaan antibiotik, hubungan seksual, serta kehamilan dan menyusui.

Mencuci vagina terlalu sering dengan air atau sabun pembersih kewanitaan dapat membuat keseimbangan di dalamnya tersendat karena mengubah kadar pH. Untuk diketahui, pH vagina yang sehat berada di antara 3,5–4,5. Jika Anda tak memiliki gangguan, vagina akan mengatur dirinya sendiri dan membuatnya tetap berada dalam kisaran asam ini. Bila pH vagina tidak sehat, Anda mungkin akan mengalami keputihan yang tak seperti biasanya, misalnya berbau tak sedap atau berwarna kuning. Bisa juga terjadi vaginosis bakterialis, infeksi vagina yang umum dialami wanita usia 15–44 tahun.

Karena itu, mencuci vagina secara berlebihan adalah satu kesalahan besar. Vagina termasuk area yang sensitif. Sebaiknya bersihkan sekali sehari dengan air. Begitu kata seorang ahli ginekologi. Ia juga menambahkan bahwa tendensi wanita untuk membersihkan vagina secara berlebihan malah dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal.

Tak semua produk sabun pembersih kewanitaan cocok untuk organ intim Anda. Khususnya bagi Anda yang memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih merek yang tepat.

Pertama, cek baik-baik komposisi di dalamnya sebelum membeli. Ini sangat penting bagi Anda yang memiliki riwayat iritasi atau alergi dengan kandungan tertentu. Jika luput, kesehatan vagina Anda yang akan terkena imbasnya.

Apalagi, kandungan bahan kimia yang digunakan terlalu lama juga dapat memengaruhi hormon kewanitaan dan berdampak pada kesuburan. Demikian ungkap dr. Ellen Theodora.

Agar lebih aman, Anda dapat memilih sabun pembersih kewanitaan yang memiliki bahan alami, seperti daun sirih yang bersifat minimum inhibitory concentration atau konsentrasi hambat minimum, sehingga dapat tetap melindungi bakteri ‘baik’ di dalam vagina.

Sebisa mungkin juga, pilih sabun pembersih kewanitaan yang tidak mengandung pewangi atau beraroma ringan. Produk yang beraroma terlalu kuat ditakutkan dapat menyebabkan infeksi, yang kemudian memicu keputihan berbau tidak sedap dan gatal.

Setelah membersihkan vagina, jangan lupa untuk selalu mengeringkannya dengan handuk bersih. Pastikan juga untuk membilas vagina di bagian luarnya saja agar tidak memicu iritasi.

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan buru-buru menjadikan produk khusus kewanitaan (atau perawatan kewanitaan) sebagai juru selamat. Maksudnya, jika Anda merasa memiliki keputihan yang abnormal, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari bantuan medis. Bukan pergi ke spa lalu melakukan ratus vagina, yang faktanya dapat berefek buruk terhadap organ intim.

Bila vagina Anda memiliki bau, itu wajar dan Anda tak perlu merasa tidak nyaman. Kecuali jika mengeluarkan aroma amis ikan yang menyengat, sebab ini bisa jadi pertanda vaginosis bakterialis. Dan lagi-lagi, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi ini, bukan menjelajahi rak supermarket kemudian membeli spray vagina.

Sebenarnya vagina Anda tak butuh banyak produk agar selalu sehat, karena ia memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkan dirinya. Kalaupun Anda ingin membeli sabun pembersih kewanitaan, perhatikan baik-baik kandungannya atau berkonsultasi dulu kepada dokter. Anda juga tak perlu terlalu obsesif dalam mencuci vagina, sehari sekali juga sudah cukup.

Jadi, Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Semoga informasi ini bermanfaat, bisa menambah pengetahuan anda, dan tentunya bisa membantu anda.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

Baca artikel menarik lainnya :

Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
Apakah Kista Bartholin Sama Dengan Abses Bartholin?
9 Ramuan Obat Untuk Mengobati Endometriosis
9 Ramuan Obat Untuk Mengobati Endometriosis
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Apakah Kista Bartholin Bisa Berubah Jadi Kanker Serviks?
Kemungkinan Sembuh dari Penyakit Psoriasis

Benarkah Akar Maca Bikin Pria Tahan Lama Bercinta?

Benarkah Akar Maca Bikin Pria Tahan Lama Bercinta?

Akar maca populer digunakan sebagai obat kuat herbal untuk pria. Tapi Benarkah Akar Maca Bikin Pria Tahan Lama Bercinta? Untuk mengetahui jawabannya, sebaiknya mari Kita cari tau apa benar akar maca bisa bikin pria tahan lama bercinta di ranjang? Lalu seperti apa sebenarnya khasiat akar maca itu?

Baca Juga : Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Benarkah Akar Maca Bikin Pria Tahan Lama Bercinta?

Maca adalah tanaman rimpang mirip bengkoang. Umumnya akar maca dikeringkan dan dikonsumsi dalam bentuk bubuk, ada juga yang dikemas dalam kapsul dan bentuk cair. Rasa akar maca mirip seperti kacang. 100 gram bubuk akar maca mengandung 14.3 gram protein, 285 mg vitamin C, 250 mg kalsium, dan 14.8 mg zat besi. Dengan kandungan tersebut, akar maca berkhasiat meringankan gejala PMS dan menopause pada wanita. Akar maca root mengandung berbagai polifenol yang baik untuk menangkal paparan radikal bebas dalam tubuh.

Di masyarakat sudah lama berkembang rumor mengenai akar maca yang dipercaya bisa bikin pria tahan lama bercinta di ranjang. Hal itu pun sudah didukung oleh sejumlah penelitian. Sebuah studi tinjauan yang mengolah data dari empat penelitian acak dengan total 131 peserta menemukan bukti bahwa akar maca benar efektif meningkatkan gairah seks pria setelah dikonsumsi selama minimal enam minggu.

Sebuah penelitian dilakukan dengan memberikan suplemen akar maca kepada 25 pria yang memiliki masalah impotensi ringan untuk dibandingkan dengan 25 pria berkondisi sama yang mengonsumsi pil kosong. Setelah 12 minggu, pria yang mengonsumsi ekstrak akar maca mengalami peningkatan performa seksual yang lebih drastis. Beberapa bukti kecil juga melaporkan bahwa akar maca membantu meningkatkan kesuburan pria dengan meningkatkan produksi jumlah sperma dan meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu, berdasarkan seorang ahli menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada orang yang melaporkan efek samping dari penggunaan suplemen akar maca. Namun, distribusi dan penggunaan suplemen akar maca ini tidak diatur oleh badan pengawas obat dan makanan atau BPOM RI. Ini membuat jaminan keamanan dan risiko efek samping dari suplemen akar maca tidak benar-benar diketahui pasti.

Baca Juga : Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran

Khasiat suplemen akar maca sejauh ini hanya dapat dibuktikan lewat eksperimen pada hewan lab atau pengujian kecil-kecilan pada manusia. Hasil percobaan inilah yang seringkali dijadikan dasar bahwa obat herbal dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Padahal, efeknya belum tentu tercermin pada khalayak publik. Selain itu, setiap produsen akan meracik produknya dengan dosis dan bahan komposisi yang berbeda, sehingga bisa menimbulkan manfaat dan risiko efek samping yang berbeda untuk setiap orang.

Banyak pula produk suplemen tidak memiliki izin edar BPOM alias ilegal. Untuk itu, Anda sebagai konsumen harus lebih bijak dalam memilih dan membeli obat herbal yang aman. Dilansir dari Men’s Health, Jamin Brahmbhatt, MD, seorang ahli urologi di Orlando Health, berpendapat bahwa maca roots bisa saja dijadikan bagian dari menu makanan sehat, namun tidak bisa dijadikan andalan satu-satunya sebagai cara tahan lama di ranjang.

Rekomendasi Ahli Untuk Tahan Lama di Ranjang

Dengan fakta bahwa khasiat akar maca masih belum pasti keampuhan dan keamanannya dari efek samping sebagai obat tahan lama di ranjang, maka sebaiknya para pria dewasa lebih memilih pilihan yang tepat sebagai solusi untuk membantu agar tahan lama bercinta di ranjang. Dalam hal ini, Boyke Dian Nugraha, seorang pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia merekomendasikan Foredi Gel sebagai obat oles tahan lama di ranjang. Kualitasnya terjamin dan sudah terdaftar di BPOM RI. Sementara khasiatnya pun sudah terbukti manjur dan mujarab, dirasakan langsung oleh para konsumennya.

Baca Juga : Cara Mengobati Kista dengan Ampuh Tanpa Operasi

Foredi Gel bukan produk sembarangan, apalagi abal-abal. Sebab, Foredi Gel adalah rekomendasi langsung dari seorang pakar kesehatan reproduksi. Banyak keunggulan yang dimiliki Foredi Gel yang membuatnya SANGAT TEPAT DIPILIH sebagai solusi pria agar tahan lama bercinta di ranjang. Foredi Gel ini terbuat dari rempah-rempah pilihan yang berasal dari kekayaan alam Indonesia. Bahan-bahan tersebut diolah sedemikian rupa hingga menjadi ramuan yang memiliki kegunaan untuk memelihara organ intim pria dewasa (untuk pemakaian luar, bukan untuk diminum).

Komposisi Foredi Gel antara lain :

  • Sirih (Piperis Folium)
  • Merica atau lada (Piperis Albi Semen)
  • Jahe (Zingiberis Rhizoma)
  • Getah yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting dari tumbuhan gambir (Uncaria Gambir)
  • Bawang putih (Alii Sativi Bulbus)
  • Pala (Myristicae Semen)
  • Buah pinang (Arecae Fructus)
  • Kunyit (Curcumae Domesticae Rhizoma)

Kedelapan bahan alami tersebut diramu menggunakan tekonologi tinggi serta diawasi oleh ahlinya hingga menjadikan Foredi Gel ini PILIHAN yang sangat TEPAT.

FAKTA ILMIAH dari Komposisi FOREDI GEL

Merica atau lada (Piperis Albi Semen) diketahui mengandung flavonoid yang tinggi yang memberikan sifat antioksidan yang kuat. Memiliki efek positif pada kesehatan sperma, menyegarkan sistem reproduksi, dan meningkatkan kesuburan pria. Bahkan dapat membantu meningkatkan produksi Nitric Oxide Sintesis di dalam jaringan penis. Hal ini juga meningkatkan tekanan intra-kavernosus (ICP) dalam penis, sehingga ereksi lebih keras. Senyawa boron, calamene dan vacrol yang terdapat pada butiran merica dapat merangsang pengeluaran hormon androgen dan estrogen yang menjadi faktor utama pembangkit gairah seksual pada pria dan wanita.

 

Baca Juga : Manfaat Uncaria Gambir Untuk Tahan Lama di Ranjang

Foredi Gel diolah menggunakan teknologi farmasi terbaik, yang dapat diandalkan dan sudah teruji, sehingga menjadikan Foredi Gel aman digunakan. Foredi Gel juga memberikan kenikmatan dalam berhubungan seksual dengan sehat, sehingga mampu meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

Foredi Gel dapat digunakan sebelum melakukan hubungan seksual, karena khasiatnya mampu menjaga keamanan organ vital bagi pria dewasa, sehingga pasangannya akan merasa aman. Foredi Gel mampu mengurangi risiko tersebut dengan menjaga kebersihan organ vital pria sebelum melakukan hubungan seksual. Dan manfaat lain dari Foredi Gel ialah mampu membantu penderita ejakulasi dini dengan memperpanjang waktu orgasme bagi pria.

Testimoni Foredi Gel

*Disclaimer: Hasil positif yang dirasakan setiap konsumen dapat berbeda, tergantung kondisi fisik masing-masing individu tersebut. Kami tidak dapat menjamin hasil yang sama pada tiap konsumen.

Baca Juga : Obat Oles Tahan Lama

Itulah khasiat Foredi Gel yang layak Anda coba sebaga obat oles tahan lama bercinta di ranjang. Dan mengenai Benarkah Akar Maca Bikin Pria Tahan Lama Bercinta? Semuanya sudah dijelaskan di awal.

Jika anda ingin berkonsultasi dengan Kami silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Bagi Anda para wanita yang sedang merencanakan program hamil, mungkin Anda was-was apabila kondisi Anda termasuk tidak subur. Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita, mulai dari usia hingga gaya hidup. Nah, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesuburan wanita. Mari kita simak !

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Baca Juga : Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran

Seiring dengan pertambahan usia, tingkat kesuburan wanita akan menurun. Tapi, meski berada di usia subur, faktor gaya hidup berperan besar dalam memengaruhi peluang seorang wanita untuk hamil. Wanita yang ingin hamil sering tidak tahu apa hal terbaik yang harus mereka lakukan atau tidak dilakukan. Nah, ketahui apa saja faktor-faktor yang bisa memengaruhi kesuburan wanita. Dan berikut ini adalah penjabarannya :

  • Usia

Pertambahan usia juga berpengaruh pada kesuburan wanita. Hal ini disebabkan karena semakin lama produksi sel telur wanita akan mengalami penurunan drastis. Para ahli menyebutkan bahwa beberapa tahun sebelum menopause atau sekitar 35 tahun, produksi sel telur tersebut sudah mulai menurun.

  • Faktor genetik

Faktor genetik dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda. Menurut para ahli, ada beberpa faktor genetik yang membuat Anda terlahir dengan sel telur lebih banyak atau lebih sedikit. Salah satu cara mudah untuk menilainya adalah, apabila ibu Anda mengalami menopause lebih awal, kemungkinan Anda juga akan mengalami hal yang sama.

Baca Juga : Obat Herbal Miom Yang Ampuh Tanpa Operasi

  • Berat badan

Berat badan berlebih ternyata bisa memengaruhi hormon pada wanita sehingga membuat wanita sulit hamil karena akan mengalami penurunan fungsi orvarium. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Fertility and Sterilty menyebutkan bahwa wanita yang mengalami obesitas cenderung memiliki sindrom kelainan hormonal yang dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Demikian halnya dengan badan yang terlalu kurus juga dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Wanita yang terlalu kurus cenderung memiliki hormon leptin yang rendah. Hormon leptin selain berfungsi mengendalikan rasa lapar dan perasaan kenyangm juga memengaruhi masa menstruasi.

  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol

Menurut para ahli, wanita yang terpapar asap rokok cukup tinggi berisiko mengalami gangguan fungsi endokrin dan mengalami masalah kesuburan. Selain itu, asap rokok juga dapat mengganggu hormon dan merusak DNA pria maupun wanita. Sedangkan untuk alkohol, konsumsi alkohol pada tahap awal kehamilan atau bahkan pembuahan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Baca Juga : Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

  • Olahraga

Olahraga yang dilakukan terlalu berat justru dapat berdampak buruk pada kesehatan dan memengaruhi ovulasi. Sebuah studi di tahun 2012 yang dipublikasikan di Fertility and Sterility menemukan bahwa wanita yang berolahraga lebih dari lima jam dalam seminggu memiliki kesulitan untuk hamil.

Itulah Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita. Jika Anda butuh obat penyubur kandungan, Kami punya solusinya, yaitu LADY FEM yang direkomendasikan langsung oleh Boyke Dian Nugraha, seorang pakar kesehatan reproduksi ternama di Indonesia.

Baca Juga : Mengatasi Kulit Terbakar Matahari dengan Minyak Esensial

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran

Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran

Mengalami perdarahan saat hamil pasti sangat mengejutkan. Karena perdarahan saat hamil adalah salah satu tanda keguguran. Tapi Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran. Karena ada banyak kondisi lain yang menyebabkan perdarahan pada wanita saat hamil dan bukan dikarenakan keguguran. Mari kita simak pembahasannya berikut ini !

Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran

Keluarnya darah dari vagina ketika hamil bisa menjadi suatu hal yang menakutkan. Apalagi keguguran merupakan penyebab tersering dari kondisi ini.   Akan tetapi keguguran bukanlah satu-satunya penyebab perdarahan. Mari simak kondisi apa saja yang bisa menyebabkan perdarahan pada saat hamil.

Keguguran merupakan meninggalnya janin di saat umur kehamilan masih di bawah 24 minggu. Diperkirakan terdapat 25 persen kehamilan berakhir dengan keguguran akibat faktor gen. Bagi yang pernah mengalaminya tidak perlu khawatir, karena sebagian besar wanita yang mengalami keguguran akan memiliki kehamilan yang sehat pada kelanjutannya.

Baca Juga : Obat Herbal Miom Yang Ampuh Tanpa Operasi

Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?

Jangan mengira bahwa keguguran disebabkan oleh stres, melakukan hubungan seksual saat hamil, atau karena berolahraga selama hamil. Nyatanya, kebanyakan keguguran terjadi karena sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang secara normal. Kehamilan di bawah 12 minggu adalah masa-masa paling rentan mengalami keguguran. Setelah melewati usia 12 minggu, risiko keguguran akan berkurang.

Waspadai tanda-tanda keguguran berikut :

  • Keluarnya darah sedikit atau banyak dari vagina, baik bersifat sesekali atau terus-menerus. Termasuk adanya jaringan yang keluar dari vagina.
  • Keluarnya darah yang disertai rasa sakit di bagian bawah perut, panggul, atau punggung bawah.

Mengalami Perdarahan Tidak Selalu Diartikan Keguguran

Ketika mengalami perdarahan, jangan langsung panik. Jangan langsung mengira bahwa darah tersebut adalah darah keguguran juga. Sebab, ada juga wanita hamil yang mengalami perdarahan pada saat atau selama kehamilan, tetapi tetap memiliki kandungan yang sepenuhnya sehat. Bahkan, menurut penelitian, 25 persen wanita mengalami perdarahan di awal trimester kehamilan, tapi hanya setengahnya yang mengalami keguguran.

Baca Juga : Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Perdarahan disebabkan oleh kondisi plasenta yang belum terbentuk sempurna pada masa awal kehamilan. Jeda waktu sebelum plasenta terbentuk seutuhnya inilah yang menyebabkan adanya perdarahan. Dalam hal ini, jika mengalami perdarahan berupa bercak, maka dinilai bukan masalah. Namun, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri kepada dokter kandungan.

Sama halnya pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, perdarahan tetap bisa terjadi. Iritasi leher rahim karena berhubungan seksual atau adanya perubahan pada leher rahim akibat kehamilan bisa menjadi penyebab perdarahan. Kadang-kadang, perdarahan juga terjadi di ruang antara plasenta dan rahim. Umumnya, perdarahan semacam ini akan hilang dengan sendirinya dan bukan merupakan darah keguguran.

Baca Juga : Obat Yang Ampuh Untuk Sakit Polip Hidung

Waspadai Perdarahan dan Pahami Penanganannya

Meskipun darah yang keluar belum tentu darah keguguran, Anda disarankan untuk tetap waspada. Jika terjadi perdarahan pada saat sedang hamil, lakukan hal-hal berikut :

  • Pada saat terjadinya perdarahan, perhatikan hal-hal yang memicu terjadinya hal tersebut, seperti baru melakukan hubungan seksual, mengalami benturan pada area vagina, belum lama ini menjalani pemeriksaan rahim, atau hal lain.
  • Gunakan panty liner untuk mengukur banyaknya darah yang keluar. Perhatikan juga warna darahnya, apakah berwarna merah cerah, merah tua, atau cokelat.
  • Perhatikan juga kemungkinan adanya rasa nyeri pada punggung, mual, kontraksi, perubahan kualitas penglihatan, atau aktivitas pergerakan bayi yang berkurang.

Darah yang muncul memang tidak selalu darah keguguran. Namun, jika Anda sedang hamil dan tiba-tiba mengalami perdarahan, jangan ambil risiko. Segera minum banyak air putih untuk menghindari dehidrasi dan langsung periksakan diri kepada dokter, termasuk ceritakan semua hal yang Anda lakukan sebelum mengalami perdarahan.

Itulah beberapa kondisi lainnya yang menyebabkan perdarahan saat hamil. Jadi, Perdarahan Saat Hamil Belum Tentu Tanda Keguguran. Dan ketika Anda mengalami perdarahan saat hamil, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya, dan jangan dulu panik.

Baca Juga : Akantosis Nigrikans, Gangguan Kulit yang Harus Diwaspadai

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN, – Menjaga kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting, terutama bagi wanita. Dan Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita yang harus Anda ketahui dan lakukan para wanita. Simaklah pembahasannya berikut ini!

Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan alat reproduksi wanita adalah :

  • Membersihkan vagina dengan benar setelah buang air

Hal yang paling mendasar dalam menjaga kebersihan reproduksi bagi seorang wanita adalah selalu membersihkan area vagina setelah buang air kecil maupun setelah buang air besar. Gunakan air saat membersihkan area tersebut agar kuman-kuman yang berasal dari kotoran atau air kencing, tidak masuk ke area alat reproduksi.

  • Sering ganti pembalut saat haid

Darah merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk perkembangan kuman. Oleh karena itu, saat haid usahakan Anda selalu mengganti pembalut setidaknya 4 jam sekali, untuk mencegah perkembangan kuman pada pembalut yang bisa masuk ke area reproduksi.

  • Hindari menggunakan sabun pembersih kewanitaan

Organ intim wanita pada dasarnya telah dirancang dalam keadaan lembab. Jika Anda mencuci area tersebut menggunakan sabun, sebaiknya mulai sekarang hentikan. Sebab, mencuci area kewanitaan menggunakan sabun akan menyebabkan kulit area tersebut kering dan mengalami iritasi kemudian dapat menyebabkan reaksi gatal-gatal. Bahkan kandungan pewangi, buih, dan juga berbagai bahan kimia pada sabun pembersih tersebut bisa menyebabkan gangguan sistem reproduksi. (Baca Juga : Cara Menghilangkan Keputihan)

  • Hindari sering berlatih douching

Douching yaitu kebiasaan memasukkan jari agar terjadi ejakulasi. Kebiasaan ini bisa menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, kebiasaan tersebut juga bisa menyebabkan alat reproduksi menjadi tidak sehat sebab bisa saja jari tidak dalam keadaan bersih.

  • Bersihkan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan intim

Buat pasangan suami istri, Anda harus membiasakan membersihkan alat kelamin sebelum dan juga sesudah melakukan hubungan intim. Jika bisa, usahakan untuk buang air kecil setengah jam sebelum berhubungan intim untuk mengurangi resiko infeksi kandung kemih.

  • Ganti celana dalam setiap hari

Mengganti celana dalam setiap hari juga merupakan hal yang penting dilakukan para wanita untuk menjaga kebersihan organ reproduksi dan mencegah resiko perkembangan kuman. Ganti celana dalam setidaknya 2 kali sehari. Saat mengalami keputihan pun Anda harus mengganti celana dalam lebih sering. Selain itu, akan lebih baik jika Anda menggunakan panty liner untuk mencegah cairan keputihan menempel pada celana yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

  • Jaga kebersihan alat cukur

Jika Anda sering mencukur rambut kemaluan, maka pastikan alat cukur yang Anda sering gunakan senantiasa bersih. Penggunaan alat cukur yang tidak bersih bisa menyebabkan infeksi bahkan pada beberapa kasus bisa menyebabkan bisul.

  • Bedakan tanda-tanda keputihan

Keputihan memang biasa dialami wanita, dan keputihan juga merupakan hal yang normal. Akan tetapi itu pun ada kriterianya. Artinya, ada juga keputihan yang tidak normal dan harus diwaspadai, yang bisa menandakan penyakit reproduksi. Oleh karena itu, Anda harus mengenali keputihan yang tidak normal. Jika keputihan berwarna kekuningan, kehijauan, atau berdarah, atau menunjukkan intensitas berlebih, maka sebaiknya Anda segera periksakan ke dokter.

  • Jangan merokok

Seperti yang telah banyak orang ketahui, merokok memiliki dampak buruk terhadap kesehatan, termasuk terhadap kesehatan reproduksi wanita. Kebiasaan merokok bisa menyebabkan kerusakan ovarium. Padahal ovarium berperan penting dalam pembuahan sel telur. Maka wanita perokok akan sangat berisiko mengalami gangguan kesuburan. Ovarium yang rusak sangat besar kemungkinan menyebabkan kegagalan dalam proses pembuahan.

  • Pola hidup sehat

Menjaga kesehatan reproduksi bagi wanita juga harus dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, yakni dengan mengatur pola makan, melakukan diet sehat, serta mengontrol berat badan. Jaga berat badan berada tetap ideal, sebab berat badan berlebih biasanya akan memiliki masalah pada siklus menstruasi. Sedangkan tubuh yang terlalu kurus bisa menyebabkan produksi hormon estrogen menjadi terhambat.

  • Lakukan pemeriksaan rutin alat reproduksi

Para wanita sering kali merasa malu untuk memeriksakan alat reproduksi mereka ke dokter. Padahal pemeriksaan itu cukup penting, karena jika saja ada penyakit atau gangguan kesehatan pada organ reproduksi dan terlambat ditangani karena tidak diketahui, maka akibatnya bisa fatal. Sebab, seperti kita ketahui bahwa ada beberapa penyakit yang berbahaya dan mematikan yang bisa menyerang organ reproduksi, seperti kanker serviks atau kanker rahim. Selain itu, gangguan kesehatan yang juga berkaitan dengan reproduksi seperti telat haid atau haid tidak lancar atau keputihan bisa membuat wanita mengalami infertilitas alias kemandulan atau sulit hamil. Oleh karena itu, sempatkan waktu untuk memeriksakan kesehatan reproduksi Anda, apalagi jika Anda merasakan ada hal yang aneh yang Anda alami berkaitan dengan reproduksi. (Baca Juga : Obat Kanker Serviks)

  • Lakukan hubungan seksual yang aman

Melakukan hubungan seksual yang aman sangatlah penting dan harus dilakukan. Pasalnya, banyak sekali penyakit menular seksual yang berawal dari kegiatan hubungan seksual yang tidak aman atau bahkan hubungan seksual yang tidak lazim. Bahkan melakukan hubungan seksual yang tidak aman bisa berisiko menyebabkan kanker serviks atau kanker rahim, yang mana seperti telah Anda ketahui juga bahwa kedua penyakit tersebut sangatlah berbahaya dan mematikan.

Demikian artikel pembahasan mengenai “Beginilah Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita”. Jadi, buat Anda para wanita, silahkan aplikasikan tips-tips di atas. Semoga bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya, aamiin.

Baca Juga :

Apa Bedanya Kista dan Miom? Bagaimana Membedakannya?

Apakah Kista Bartholin Akan Membesar Jika Terlambat Ditangani?

Mengenal Fibroadenoma Mammae, Benjolan di Payudara