Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Ladies, rawatlah area kewanitaan anda dengan benar agar terhindar dari iritasi. Dan Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik dan benar! Mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Merawat area kewanitaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap wanita. Vagina yang sehat secara alami bersifat asam dan mengandung banyak bakteri yang menguntungkan untuk menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat keasaman normal. Vagina yang sehat juga akan mengeluarkan sejumlah cairan untuk menjaganya tetap bersih, sama seperti air liur yang diproduksi untuk membantu membersihkan mulut. Gangguan apapun pada area kewanitaan yang normal dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

Area kewanitaan memang memiliki kulit yang sangat sensitif. Ketebalan kulit pelindung yang dikenal dengan stratum corneum atau horny cell jauh lebih tipis dibanding area lainnya. Selain itu, kulit di sekitar area kewanitaan juga cenderung lebih sering lembap. Sehingga risiko iritasi semakin besar, ditambah dengan penggunaan berbagai produk yang mengenai kulit area kewanitaan ini. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, namun lebih sering dialami oleh wanita menjelang dan selama menstruasi. Perubahan hormonal yang menyebabkan lendir jadi lebih banyak serta pembalut yang berbahan tidak lembut, tidak menyerap darah dengan baik, serta tidak memungkinkan sirkulasi udara bisa jadi biang keladinya.

Area kewanitaan yang terlalu lembap bisa menyebabkan gesekan serta pertumbuhan jamur jadi lebih aktif. Akibatnya, area kewanitaan sering kali terasa gatal, kemerahan, dan menimbulkan bercak ruam. Kondisi ini pasti membuat tidak nyaman bagi setiap wanita yang mengalaminya, terlebih jika rasa gatal muncul saat beraktivitas saat ada orang lain. Tentu hal itu membuat tidak nyaman dan risih. Dan bila tidak segera ditangani dengan baik, akan berdampak memunculkan permasalahan lainnya.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi

Terjadinya iritasi biasanya memunculkan gejala awal berupa kemerahan yang kadang disertai rasa gatal. Namun, tidak sedikit wanita tidak mengetahui tanda-tanda ini, dan cenderung membiarkan kondisi ini begitu saja tanpa penanganan. Menganggap kondisi akan baik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya baru menyadari iritasi setelah ruam bermunculan.

Tanpa melakukan perawatan, gejala iritasi pada area kewanitaan bisa semakin parah. Kelembapan vagina serta kondisi iritasi yang sudah ada dan tidak terjadinya sirkulasi di kulit area kewanitaan bisa menjadi sarang bagi bakteri untuk berkembang biak, dan tentunya memungkinkan penyakit dapat menyerang area kewanitaan, di antaranya :

  • Bacterial vaginosis

Bakteri itu sebenarnya tidak selalu jahat. Ada juga bakteri baik yang ikut menjaga kesehatan tubuh, seperti bakteri baik pada vagina dan juga pada sistem pencernaan. Namun, bakteri baik dan bakteri jahat akan terus bersaing. Dan jumlahnya yang lebih banyaklah yang akan menang. Jadi, bakteri baik pada vagina bisa kalah bersaing dengan bakteri jahat akibat kondisi vagina yang terlalu lembap. Sehingga bakteri jahat bisa berkembang biak secara aktif yang menyebabkan bakterial vaginosis.

Penyakit ini menyebabkan perubahan pada lendir, menjadi lebih banyak dan berbau tidak sedap, serta akan menimbulkan nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual. Bahkan kondisi ini bisa mempengaruhi kesuburan wanita jika tidak diatasi dengan baik.

  • Infeksi saluran kemih

Selain bacterial vaginosis, bakteri jahat yang terus berkembang biak bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih. Bakteri jahat, terutama bakteri E. colli yang menumpuk pada vagina dapat menyebar ke kandung kemih dan menyebabkan peradangan.

Gejala infeksi saluran kemih ini sendiri umumnya berupa demam, rasa sakit dan sensasi panas saat buang air kecil, serta nyeri pada punggung dan perut bagian bawah. Kondisi ini juga bisa membuat anda ingin terus buang air, tapi hanya sedikit urin yang keluar.

Ini Akibatnya Bila Area Kewanitaan Mengalami Iritasi dan tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu, lakukan perawatan area kewanitaan dengan baik dan benar agar kesehatan pada area kewanitaan senantiasa terjaga dan terhindar dari penyakit seperti disebutkan di atas.

Posted by : Admin OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN

 

Baca artikel menarik lainnya :

Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Cara Menggunakan Sabun Daun Sirih Untuk Area Kewanitaan
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Benarkah Sabun Pembersih Kewanitaan Bikin Rahim Kering?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Bagaimana Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan?
Benarkah Minyak Zaitun Bisa Mengobati Psoriasis Secara Alami?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *