Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid

Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid

Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid

Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid

Banyak wanita yang mengaku mengalami haid atau menstruasi, padahal mereka sedang menjalani masa kehamilan. Yang jadi pertanyaan, bagaimana mungkin seorang wanita hamil mengalami haid?

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Secara ilmiah, seorang wanita yang sedang dalam masa kehamilan tidak mungkin mengalami haid alias menstruasi. Beberapa ibu hamil memang ada yang mengeluhkan bahwa organ intim mereka mengeluarkan darah secara berkala seperti orang yang sedang mengalami haid. Akan tetapi, hal itu sebenarnya bukan pendarahan haid. Pendarahan yang terjadi saat hamil dan pendarahan saat haid merupakan dua kondisi yang berbeda.

Jika dijelaskan secara sederhana, menstruasi merupakan sebuah proses yang terjadi ketika lapisan tebal dan kaya dengan kandungan darah yang dipersiapkan untuk sel telur dilepas oleh tubuh. Dan lapisan tebal tersebut disebut dengan nama endometrium atau lapisan rahim.

Pelepasan lapisan tersebut dilakukan karena sel telur tidak mendapatkan melakukan pembuahan. Jika berhasil melakukan pembuahan atau dengan kata lain berhasil mengahasilkan kehamilan, maka lapisan darah akan dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan janin.

Kenapa Bisa Mengeluarkan Darah Meski Hamil?

Pendarahan yang terjadi saat hamil merupakan kondisi yang memang umum terjadi pada para ibu hamil. Sekitar 2 dari 10 wanita yang sedang hamil dilaporkan pernah mengalami pendarahan dari vagina. Hal tersebut utamanya sering terjadi ketika sedang dalam trimester pertama kehamilan. Perdarahan dari vagina selama masa kehamilan memiliki banyak faktor penyebabnya. Sebagian bisa merupakan masalah yang serius, namun banyak juga yang merupakan masalah yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Prosedur Kuret

Seorang wanita yang sedang hamil kemudian mengira mengalami haid, maka bisa jadi pendarahan yang dialaminya tersebut disebabkan oleh pendarahan implantasi. Hal itu biasanya terjadi pada saat 10 hari – 14 hari setelah terjadinya pembuahan. Pada umumnya keadaan tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan dan biasanya akan berhenti dengan sendirinya.

Selain itu, pada trimester pertama masa kehamilan, vagina yang mengalami pendarahan bisa jadi disebabkan oleh keguguran atau hilangnya janin secara spontan sebelum usianya mencapai lima bulan. Dan kemungkinan lainnya yang menyebabkan pendarahan saat hamil adalah adanya masalah pada leher rahim ibu hamil, seperti infeksi dan juga peradangan. Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid.

Kemudian dugaan lainnya yang menjadi penyebab pendarahan saat hamil pada trimester pertama adalah adanya kehamilan di luar rahim atau disebut kehamilan ektopik. Selain itu, pendarahan saat hamil juga diduga disebabkan oleh hamil anggur, yaitu adanya massa abnormal yang bukan janin, namun tumbuh di dalam rahim setelah adanya pembuahan.

Selain pada trimester pertama kehamilan, pendarahan vagina saat hamil yang bisa dianggap sebagai haid juga bisa terjadi pada trimester 2 serta trimester 3. Salah satu penyebab yang paling umum adalah adanya ektropion serviks. Kondisi tersebut dikaitkan dengan perubahan pada leher rahim yang tidak berbahaya. Pendarahan juga bisa disebabkan oleh solusio plasenta, yaitu sebuah kondisi serius di mana plasenta terlepas dari dinding rahim.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Permasalahan lainnya pada plasenta yang bisa menyebabkan pendarahan yang bisa disalahartikan sebagai haid adalah plasenta previa, yaitu sebuah kondisi di mana jalur kelahiran bayi terhalang sebagian atau seluruhnya akibat plasenta dalam rahim terletak terlalu rendah.

Pada kondisi lainnya, pendarahan vagina saat hamil yang sering disangka sebagai haid juga ternyata bisa karena keguguran. Namun keguguran sendiri sangat jarang terjadi pada trimester ketiga masa kehamilan.

Pendarahan saat hamil pada trimester 2 atau trimester 3 dapat juga disebabkan oleh tanda-tanda awal persalinan. Kondisi tersebut ditandai dengan keluarnya lendir dari leher rahim yang bisa berupa gumpalan atau bercak darah.

Jadi, itulah beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi ketika mengalami pendarahan saat hamil. Sebab seperti yang telah dikatakan di awal, mengalami haid tapi hamil adalah suatu kondisi yang secara medis tidak mungkin terjadi. Untuk itu, para ibu hamil seharusnya waspada jika mengalami pendarahan. Segera periksakan ke dokter jika mengalami pendarahan saat hamil, untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan vagina atau panggul, atau pemeriksaan USG untuk mengetahui penyebab pendarahan yang terjadi. Jika Memang Sedang Hamil, Tidak Mungkin Mengalami Haid.

Baca Juga : Inilah Penyebab Vagina Kering dan Cara Mengatasinya

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *