KB Alami, Sebuah Metode Kontrasepsi Tanpa Alat

KB Alami, Sebuah Metode Kontrasepsi Tanpa Alat

KB Alami, Sebuah Metode Kontrasepsi Tanpa Alat

Seperti yang telah dibahas pada postingan sebelumnya bahwa metode kontrasepsi sebenarnya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan alat bantu seperti kondom atau pil KB, serta dengan tanpa alat bantu. Nah, pada kesempatan ini kami akan membahas metode kontrasepsi yang tanpa alat bantu, yaitu KB alami. Mari kita kenali lebih dalam mengenai metode kontrasepsi yang satu ini !

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Pada postingan sebelumnya sudah dibahas mengenai definisi dan tujuan kontrasepsi. Dan jika kita berbicara mengenai kontrasepsi, mungkin sebagian orang hanya mengetahui kondom dan juga pil KB saja yang merupakan alat kontrasepsi, padahal sebenarnya kontrasepsi tidak hanya mencakup dua hal tersebut saja. Bahkan kedua kontrasepsi yang disebutkan barusan sama-sama merupakan jenis kontrasepsi dengan alat bantu, sedangkan metode kontrasepsi sendiri tidak hanya dengan alat bantu saja, namun ada juga metode kontrasepsi tanpa alat bantu, sehingga lebih sederhana dan juga tidak repot.

Secara umum, metode kontrasepsi memang lebih populer dengan menggunakan alat bantu seperti kondon dan juga. Namun, beberapa orang ada yang tidak mau tubuhnya dimasuki benda asing atau bahkan mungkin tidak cocok dengan menggunakan kontrasepsi dengan alat bantu seperti yang telah disebutkan tadi, karena takut akan efek sampingnya. Oleh karena itu, metode kontrasepsi tanpa alat bantu bisa menjadi solusi yang paling tepat.

Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi KB alami, yaitu dengan tidak berhubungan seksual selama masa subur, mengeluarkan penis sebelum ejakulasi pada saat berhubungan seksual, serta memberikan ASI eksklusif.

1. Tidak Berhubungan Seksual Selama Masa Subur

Ketika wanita tengah berada pada masa subur, maka peluang untuk hamil akan sangat tinggi jika berhubungan seksual pada masa subur tersebut. Masa subur adalah ketika ovarium melepas sel telur atau disebut proses ovulasi. Kehamilan dapat terjadi ketika sperma dapat membuahi sel telur pada masa tersebut.

Mencegah kehamilan dengan KB alami salah satunya adalah dengan anda menghindari hubungan seksual pada subur yang dikatakan tadi. Namun, peluang untuk hamil masih bisa saja terjadi walau anda berhubungan seksual sebelum atau sesudah masa subur. Sebab, sperma mampu bertahan di dalam tubuh wanita selama 2-5 hari, sedangkan sel telur mampu bertahan selama 3-4 hari sesudah ovulasi. Oleh karena itu, waktu yang aman berhubungan seksual agar tidak sampai hamil adalah di luar masa tersebut.

Baca Juga : Mengenal Jenis Kontrasepsi KB Implan

Untuk mengetahui kapan seorang wanita tengah dalam masa subur atau tengah mengalami ovulasi adalah :

  • Menggunakan metode penghitungan kalender

Metode ini dilakukan dengan melihat kembali riwayat periode menstruasi, guna memprediksi kapan waktunya berovulasi. Hanya saja metode ini akan sulit dilakukan jika sanga wanita memiliki periode menstruasi yang tidak teratur.

Langkah yang bisa dilakukan adalah mencari tahu kapan akan mengalami menstruasi berikutnya. Setelah mengetahui harinya, maka bisa dihitung mundur sebanyak 12 hari lalu ditambah 4 hari dari hitungan mundur tersebut. Seorang wanita dianggap sangat subur dan kemungkinan akan berovulasi selama rentang 5 hari tersebut. Jika seorang wanita memiliki periode menstruasi 28 hari, maka kemungkinan berovulasi adalah pada hari ke-14. Hari ke-1 adalah hari pertama menstruasi dan hari ke-28 adalah hari terakhir sebelum hari pertama menstruasi selanjutnya.

  • Mengukur suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh adalah temperatur saat tubuh sepenuhnya dalam keadaan istirahat. Ovulasi akan menyebabkan sedikit peningkatan suhu basal tubuh. Untuk mengetahui suhu basal tubuh, seorang wanita bisa menggunakan termometer digital oral. Namun hasil yang lebih akurat bisa didapatkan jika menggunakan termometer yang memang khusus untuk mengukur suhu basal tubuh.

Ukur suhu basal tubuh setiap hari, agar bisa mengetahui perubahan temperatur tubuh. Saat ovulasi, suhu basal tubuh mungkin akan meningkat kurang dari 0.3 derajat Celcius. Jika suhu tersebut masih tetap sama selama tiga hari atau lebih, maka bisa diasumsikan bahwa tubuh telah berovulasi.

Waktu terbaik dalam mengukur suhu basal tubuh adalah di pagi hari sebelum beranjak dari tempat tidur. Pastikan tidur dengan nyenyak di saat malam harinya dan lakukan metode tersebut setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Dan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual adalah selain pada hari kedua hingga ketiga sebelum suhu tubuh naik hingga 3-4 hari setelahnya. Karena pada hari tersebut seorang wanita dikatakan sangat subur untuk hamil. Berhubungan seksual bisa dilakukan pada 3-4 hari setelah suhu basal tubuh naik.

  • Metode lendir serviks

Metode ini mengharuskan seorang wanita untuk mengecek pola lendir serviks selama periode menstruasi. Sebelum ovarium melepaskan sel telur, seorang wanita akan mengeluarkan lebih banyak lendir yang lebih encer dari biasanya. Untuk mengetahui perubahan lendir serviks, seorang wanita bisa mulai memerhatikan kondisi cairan yang keluar dari vagina sejak satu hari setelah selesai menstruasi.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihatnya pada celana dalam atau menyeka organ intim sebelum dan sesudah buang air kecil. Lap bagian intim tersebut dari depan ke belakang dengan tisu. Perhatikan warna serta kekentalannya. Seorang wanita dikatakan sangat subur ketika cairan yang keluar sangat banyak, encer, berwarna bening, atau mirip seperti putih telur.

Hindari membersihkan bagian intim dengan sabun khusus pembersih kewanitaan. Sebab, hal itu bisa menghilangkan lendir serviks.

Dan untuk menghindari kehamilan, jangan berhubungan seksual sejak hari pertama lendir serviks keluar dengan tekstur berbeda, sampai empat hari setelah hari puncak kesuburan.

2. Mengeluarkan Penis Sebelum Ejakulasi Saat Berhubungan Seksual

Jika anda ingin berhubungan seksual di waktu kapanpun yang diinginkan tapi tidak ingin sampai hamil, maka anda bisa menggunakan metode seperti ini. Yaitu, seorang pria menarik penisnya dari vagina sebelum ejakulasi tercapai (sebelum mengeluarkan sperma). Teknik ini sering disebut juga dengan istilah senggama terputus.

Menggunakan metode ini dibutuhkan kontrol diri yang sangat kuat dan juga perkiraan waktu yang tepat saat menarik penisnya, agar metodenya sukses. Namun kedua hal tersebut mungkin tidak mudah dilakukan oleh pria.

3. Memberikan ASI Eksklusif

Memberikan ASI eksklusif tidak hanya bagus untuk bayi, namun juga bisa menjadi metode salah satu kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Memberikan ASI eksklusif bisa menghambat ovulasi dan juga menstruasi pada ibu yang baru melahirkan. Dan untuk menggunakan metode ini, anda harus siap menyusui kapanpun bayi anda menginginkannya. Jika anda memberi jeda menyusui pada bayi anda, sebaiknya tidak lebih dari 4 jam (saat siang hari) dan 6 jam (saat malam hari).

Metode ini mungkin tidak akan bekerja dengan baik jika anda memerah ASI. Pasalnya, proses pengisapan bayi menjadi penting pada metode ini. Jika anda telah menstruasi, maka segera gunakan metode kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan. Sebab, itu berarti memberikan ASI sudah tidak bisa lagi mencegah kehamilan.

Baca Juga : Suntik KB, Inilah Kelebihan dan Kekurangannya

One thought on “KB Alami, Sebuah Metode Kontrasepsi Tanpa Alat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *