Keputihan Adalah Hal Normal, Namun Tidak Bisa Dibiarkan

Keputihan Adalah Hal Normal, Namun Tidak Bisa Dibiarkan

Keputihan Adalah Hal Normal, Namun Tidak Bisa Dibiarkan

Keputihan Adalah Hal Normal, Namun Tidak Bisa Dibiarkan

Keputihan dalam bahasa medis dikenal dengan istilah Fluor Albus. Keputihan merupakan masalah klasik yang memang umum dialami oleh kaum wanita/perempuan. Dan hampir semua wanita pasti pernah mengalami keputihan, kecuali anak-anak. Namun meskipun terbilang normal, keputihan juga tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mari kita bahas secara tuntas mengenai masalah keputihan ini !

Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin

Keputihan merupakan kondisi alami yang berfungsi untuk membersihkan dan juga melindungi vagina dari iritasi serta infeksi. Keputihan juga bisa dialami oleh ibu hamil, yang mana keputihan tersebut berhubungan dengan kehamilan. Ketika mengalami keputihan, vagina akan mengeluarkan lendir, yang mana lendir tersebut merupakan hasil produksi kelenjar yang ada di dalam vagina dan leher rahim (serviks). Keluarnya lendir tersebut membawa sel-sel mati serta bakteri yang ada pada vagina, sehingga vagina tetap bersih. Itulah fungsi dari keputihan.

Jenis-Jenis Keputihan yang Tidak Normal

Meskipun keputihan merupakan kondisi yang normal, namun terkadang ada juga kasus keputihan yang tidak normal, yang mana biasanya hal itu terjadi akibat infeksi. Keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi sebuah indikasi adanya penyakit yang harus diwaspadai. Berikut ini adalah jenis-jenis keputihan yang tidak normal, antara lain :

  • Keputihan Berwarna Cokelat atau Mengandung Darah

Keputihan ini biasanya terjadi akibat menstruasi yang tidak teratur. Namun selain itu, kondisi seperti ini juga bisa menjadi indikasi adanya kanker serviks atau kanker rahim. Meskipun kasusnya jarang terjadi, namun tetap harus diwaspadai.

  • Keputihan Disertai Nyeri atau Pendarahan

Keputihan ini menimbulkan nyeri tulang panggul atau nyeri saat buang air kecil, serta mengalami pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi, atau pendarahan setelah berhubungan seksual. Kondisi keputihan seperti ini bisa jadi indikasi penyakit gonore atau klamidia, yang mana keduanya merupakan penyakit menular seksual. Dan jika dibiarkan, keduanya dapat memicu infeksi yang lebih serius pada organ reproduksi wanita.

  • Keputihan Berwarna Hijau, Kuning, atau Berbuih

Keputihan ini biasanya terjadi akibat adanya penyakit trikomoniasis, yang juga merupakan penyakit menular seksual. Lendir keputihan ini biasanya dalam jumlah yang banyak, berbau amis, dan disertai perih saat buang air kecil. Selain itu, keputihan ini bisa disertai pembengkakan serta gatal-gatal di sekitar vagina, yang mana itu merupakan gejala trikomoniasis.

Baca Juga : Menstruasi Tidak Lancar, Inilah Beberapa Penyebabnya

  • Keputihan Disertai Lepuhan Pada Organ Intim

Keputihan ini biasanya disebabkan oleh penyakit herpes genital, di mana gejala berupa lepuhan yang muncul dan terasa sakit di sekitar organ intim.

  • Keputihan Kental, Berwarna Putih, dan Disertai Gatal

Keputihan ini ditenggarai oleh infeksi jamur vagina. Gejalanya berupa lendir keputihan yang kental, tidak berbau, dan berwarna putih, jadi seperti susu kental. Selain itu gejala lainnya adalah gatal dan perih di sekitar vagina. Infeksi seperti ini tidak menular seksual, memang sering dialami sebagian banyak wanita.

  • Keputihan Encer Berwarna Putih atau Abu-Abu dan Berbau Amis

Keseimbangan jumlah bakteri normal di vagina yang berubah menyebabkan vaginosis bakterialis. Hal itu menyebabkan keputihan tidak normal, dengan lendir yang encer, berbau amis, dan berwarna putih atau abu, namun tidak disertai gatal atau iritasi. Infeksi ini juga umum terjadi pada wanita dan tidak menular seksual. (Baca Juga : CARA MENGHILANGKAN KEPUTIHAN)

Cara Mengatasi Keputihan yang Tidak Normal

Jika keputihan masih normal, tidak perlu penanganan yang khusus, dan yang perlu dilakukan adalah menjaga keputihan tersebut menjadi tidak normal. Keputihan bisa berubah menjadi tidak normal akibat infeksi vaginosis bakterial, infeksi menular seksual, infeksi jamur, penggunaan pil kontrasepsi, atau penggunaan antibiotik. Untuk mengetahui keputihan yang tidak normal, bisa dilihat dari warna dan konsistensi yang berubah, berbau, serta menyebabkan gatal atau nyeri.

Dan berikut ini adalah beberapa cara mengatasi keputihan yang tidak normal, antara lain :

  • Kompres dingin agar gatal dan pembengkakan bisa mereda.
  • Konsumsi yoghurt untuk menurunkan risiko infeksi jamur.
  • Gunakan krim antijamur jika keputihan yang terjadi disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Jangan berhubungan seksual hingga sepekan setelah pengobatan, atau gunakan kondom saat ingin berhubungan seksual.

Jika keputihan yang tidak normal masih saja terjadi setelah lebih dari seminggu walau sudah diatasi dengan cara-cara di atas, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Mencegah Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal sebenarnya bisa dicegah. Beberapa cara bisa dilakukan agar keputihan yang tidak normal bisa dicegah, caranya antara lain :

  • Jaga vagina agar tetap kering dan tidak lembap. Caranya adalah selalu mengeringkan vagina setelah buang air, tidak memakai celana yang terlalu ketat, tidak sering memakai stoking, tidak memakai celana dalam saat tidur, memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Serta melakukan cara benar saat membasuh kemaluan setelah buang air, yaitu dengan gerakan “Dari Depan ke Belakang”, bukan sebaliknya, “Dari Belakang ke Depan”.
  • Tanpa perlu melakukan perawatan untuk membersihkan vagina, secara alami vagina sebenarnya dapat membersihkan diri sendiri. Justru dengan membersihkan vagina menggunakan cairan yang sering disebut pembersih vagina itu malah berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalam vagina. Yang mana Ketidakseimbangan tersebut akan memicu vaginosis bakterial. Jika ingin membersihkan vagina, sebaiknya gunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma kuat. Bahkan sebaiknya hanya gunakan air saja.
  • Hindari menggunakan parfum, sabun atau bedak pada vagina. Penggunaan tersebut dapat membua vagina nyeri dan mengeluarkan cairan yang tidak normal.
  • Hindari menggunakan bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi dan keluarnya cairan yang tidak normal, seperti detergen atau pelembut yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam, pembalut beraroma, serta tisu toilet beraroma.
  • Ganti pembalut secara teratur saat mengalami menstruasi.
  • Cucilah pakaian dalam dengan air hangat.
  • Jangan terlalu sering berendam di air panas.
  • Konsumsilah makanan sehat dengan nutrisi yang seimbang.
  • Konsumsilah yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus.

Keputihan Adalah Hal Normal, Namun Tidak Bisa Dibiarkan | Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan. Jadi, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Menjaga kebersihan daerah intim memang sangat penting, karena ada banyak sekali penyakit yang mengintai yang bisa menyerang organ intim, yang mana beberapa diantaranya bahkan merupakan penyakit yang mematikan.

Baca Juga : Cara Mengatasi Mual di Awal Masa Kehamilan

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *