Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru

Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru

Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru

Sebagai pengantin baru yang belum berpengalaman dalam berkeluarga, ada beberapa Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru. Apa saja kesalah yang dimaksud tersebut? Mari kita bahas dalam ulasan berikut ini!

Kesalahan Yang Sering Kali Dilakukan Pengantin Baru

Mungkin kamu beranggapan bahwa menjadi pengantin baru adalah masa-masa paling indah, dengan alasan karena akhirnya kamu bisa hidup bersama dengan kekasih sebagai pasangan suami istri yang sah. Namun pada kenyataannya anggapan tersebut tidak selalu benar. Pasalnya, di awal pernikahan, mungkin saja kamu dan pasangan menjalani lembaran hidup yang baru dengan tak seindah semasa pacaran atau tak seindah dari apa yang pernah kamu bayangkan.

Awal pernikahan sejatinya merupakan masa-masa di mana kamu dan pasangan dikelilingi oleh api asmara. Namun, romantisme tersebut bisa ternodai karena beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan oleh pengantin baru.

  • Berharap Dia Berubah

Ketika masih berpacaran, pasanganmu mungkin memiliki sifat yang tidak kamu sukai. Misalnya, dia tidak romantis atau cuek. Nah, mungkin kamu berharap setelah menikah dia akan berubah menjadi orang yang romantis dan lebih perhatian, seperti mengajakmu makan-makan bareng, jalan-jalan bareng, memberimu bunga, atau memberikan pujian-pujian. Tapi pada kenyataannya kamu kecewa dan ngambek karena ternyata dia tetap saja masih sama seperti dulu sebelum menikah.

Seharusnya kamu lebih mengerti bahwa kepribadian seseorang tidak bisa berubah dalam hitungan detik bahkan hitungan hari. Kamu bisa saja memiliki harapan pada pasanganmu untuk berubah. Hanya saja kamu juga harus pastikan bahwa apa yang kamu harapan adalah sebuah hal yang realistis dan memang dibutuhkan, bukan hanya sekadar keinginan belaka. (Baca Juga : OBAT HERBAL KISTA BARTHOLIN)

Bangunlah rumah tangga dengan saling menghargai setiap kekurangan yang dimiliki pasanganmu, karena pada hakikatnya, pernikahan memang untuk menyatukan 2 insan, saling melengkapi satu sama lainnya, sehingga bisa menjadi keluarga yang harmonis.

  • Tidak Langsung Menyelesaikan Masalah

Ketika terjadi masalah, kamu mungkin memilih untuk diam dan berharap hal tersebut bisa membaik dengan sendirinya. Padahal, jelas setiap masalah itu harus diselesaikan sampai tuntas supaya tidak ada lagi ganjalan. Masalah yang dibiarkan tidak dapat selesai dan justru bisa menumpuk dan juga akan mengganjal di hati. Dan jika dipendam terlalu lama, suatu saat pasti akan menjadi masalah yang lebih besar. Jadi, sebaiknya langsung selesaikan setiap masalah yang terjadi. Selalu utarakan apa yang menjadi ganjalan dalam hati kepada pasanganmu. Setiap masalah pasti bisa diselesaikan dan pasti ada jalan keluarnya. Masalah merupakan sebuah jalan untuk mendewasakan diri.

  • Bertengkar di Hadapan Orang Lain

Dalam sebuah kehidupan berumah tangga, masalah memang bisa saja terjadi, dan itu merupakan hal yang biasa terjadi. Dan semarah apa pun kamu pada pasangan, jangan pernah mengutamakan emosi atau amarah. Setiap masalah pasti bisa diselesaikan dengan baik. Biasakan untuk tidak langsung melampiaskan amarah saat terjadi masalah dengan pasangan, karena jika dibiasakan mungkin suatu saat bisa saja terjadi pertengkaran di hadapan orang lain, saking terbiasanya kamu melampiaskan amarah, maka tidak terkontrol dan tanpa sadar bertengkar di hadapan orang lain. Hal tersebut jelas sangat memalukan dan mungkin hal itu bisa membuat pasangan anda menjadi lebih kesal dan masalah pun bisa menjadi tambah besar.

  • Masalah Finansial

Menikah mungkin bisa menguras tabunganmu dan berdampak pada kehidupan setelah resepsi. Atau pasangan yang baru menikah bisa merasa stres karena bingung mengatur biaya keperluan rumah tangga. Misalnya, bagi suami, masalah yang mungkin timbul yaitu penghasilannya kini harus cukup untuk menafkahi istrinya. Padahal, saat masih lajang gaji bulanannya hanya untuk keperluan dirinya saja. (Baca Juga : Obat Leukimia)

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, kamu dan pasangan mungkin bisa membahas masalah finansial sebelum menikah atau mengatur bagaimana pengeluaran nantinya sejak awal pernikahan. Dan sebaiknya sejak awal pernikahan, kamu dan pasangan harus mulai belajar memahami yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Pasalnya, sebelum menikah mungkin kamu sering kali boros pengeluaran untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Nah setelah menikah, kamu harus bisa mengaturnya dengan baik. Kamu dan pasangan juga harus mulai menabung sejak awal pernikahan, untuk persiapan atau siaga bila suatu saat ada keperluan yang mendadak, seperti biaya melahirkan, biaya sekolah anak, dan biaya lain-lain.

  • Mengikuti Tradisi Keluarga

Sebagai contoh, kamu dibesarkan oleh keluarga di mana seorang suami berkewajiban penuh untuk membiayai semua keperluan rumah tangga, dan kamu telah terdoktrin dengan pemikiran seperti itu. Tapi sayangnya, penghasilan suamimu mungkin belum terlalu cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Alhasil, kamu pun kecewa dan membanding-bandingkan suamimu dengan pria-pria yang ada di keluargamu.

Yang perlu kamu ingat adalah rumah tangga yang terjadi pada tiap orang tidak bisa disamakan, dan tiap pernikahan pasti memiliki permasalahannya masing-masing. Kamu tidak bisa menerapkan semua yang terjadi di keluargamu pada rumah tanggamu.

Dengan mengetahui konflik umum yang kerap terjadi pada pengantin baru ini, setidaknya kamu memiliki gambaran dan dapat meminimalisasi agar kesalahan itu tidak kamu lakukan.

Hal penting yang perlu kamu ingat, pernikahan yang bahagia tidak terjadi dalam sekejap mata. Butuh kerjasama dan usaha yang konsisten secara jangka panjang agar rumah tanggamu diselimuti oleh kebahagiaan. Jadi, teruslah berusaha untuk menjadi pasangan yang dapat menyejukkan rumah tanggamu.

Baca Juga :

Bertengkar Dengan Pasangan? Lakukan 5 Hal Ini!

Yang Perlu Dilakukan Para Suami Saat Istrinya Hamil

Hal Yang Perlu Dilakukan Setelah Tahu Anda Hamil

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *