Kista Yang Awalnya Jinak Bisa Berubah Menjadi Ganas

Kista Yang Awalnya Jinak Bisa Berubah Menjadi Ganas

Kista Yang Awalnya Jinak Bisa Berubah Menjadi Ganas

Kista Yang Awalnya Jinak Bisa Berubah Menjadi Ganas

Kista adalah sebuah tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan, bentuknya kistik dan ada juga yang berbentuk seperti anggur. Kista bisa tumbuh dimana saja, namun yang paling sering terjadi adalah kista ovarium, yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Kista yang satu ini merupakan kista yang cukup serius, karena kehadirannya sangat mengganggu dan bisa membuat pasiennya sulit hamil.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Pada umumnya kista ovarium tidak berbahaya. Akan tetapi, karena kista ini jarang sekali terdeteksi, maka tak jarang juga kista ovarium yang tadinya jinak ini berubah menjadi ganas. Kista ovarium memang jarang terdeteksi sejak dini, karena penyakit ini jarang menimbulkan gejala jika ukuran kistanya belum cukup besar. Gejala kista ovarium memang biasanya baru akan dirasakan ketika kista telah berukuran besar, pecah atau menutupi suplai darah ke ovarium. Jika kista sudah memasuki tahapan tersebut, gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah :

  • Perut terasa kembung.
  • Selalu buang air kecil.
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri panggul ketika berhubungan seksual.
  • Perubahan pada siklus menstruasi.
  • Nyeri sebelum menstruasi atau pada akhir menstruasi.
  • Mengalami gangguan pencernaan, atau mudah kenyang meskipun makan sedikit.
  • Merasakan mual dan muntah seperti yang dirasakan saat kehamilan.

Jenis-Jenis Kista Ovarium

Pada umumnya, kista ovarium tidak bersifat ganas. Kista ada yang berkaitan dengan menstruasi, dan disebut sebagai kista fungsional. Kista jenis ini terdapat pada sekitar 24% kasus. Kista fungsional ini juga pada umumnya tidak memerlukan pengobatan, karena biasanya akan hilang sendiri. 70% kista ovarium bersifat jinak. Dan sekitar 6% kista ovarium bersifat ganas dan memiliki sel kanker.

Baca Juga : Pemeriksaan Teratur Bisa Deteksi Ketidaknormalan Sel Pada Serviks

1. Kista Fungsional

Kista fungsional terbagi menjadi dua jenis, yaitu kista folikel serta kista korpus luteum. Munculnya kista ini merupakan bagian dari siklus menstruasi pasiennya. Pada umumnya, kista fungsional tidak menimbulkan rasa sakit, dan kista tersebut akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan kemudian tanpa penanganan khusus.

2. Kista Jinak

Kista jenis ini tidak ada kaitannya dengan siklus menstruasi. Yang termasuk kista jinak ini ada banyak, ada kista dermoid, kista adenoma, kista endometrium, dan lain sebagainya. Kista jinak tersebut berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium. Oleh karenanya, kista ini biasanya perlu diangkat melalui operasi atau dipantau secara berkala. Sebab, kista ini bisa juga hilang tanpa penanganan medis. Sementara kista dermoid cenderung terjadi pada wanita muda. Kista ini juga bisa menghilang sendirinya, jika ukurannya masih kecil. Dan kista ini jarang berkembang menjadi kanker. Berbeda dengan kista adenoma dan kista endomentrium. Kedua kista tersebut memang tergolong jinak, namun berpotensi memiliki sel kanker.

3. Kista Ganas

Kista jenis ini mengandung sel-sel kanker yang akan menyebabkan kanker ovarium. Pada umumnya, kista ganas ini terdiri dari kista jinak yang berubah menjadi ganas, dikarenakan terlambat dalam menanganinya.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Bagaimana Mendeteksi Kista Ganas?

Ada tiga cara yang bisa anda lakukan untuk membantu mengetahui apakah kista yang anda derita berpotensi menjadi kanker atau tidak. Caranya yaitu :

  • Status menopause. Seorang wanita yang sudah memasuki masa menopause sangat berpotensi menderita kista yang bersifat ganas. Biasanya ini terjadi pada wanita yang berusia 50 tahunan.
  • Tes darah CA-125. Umumnya, kadar CA-125 pada seorang penderita kanker ovarium cukup tinggi. Maka, Seorang wanita berpotensi mengidap kista yang ganas jika kadar CA-125 yang dimilikinya tinggi. Akan tetapi, tidak selamanya kadar CA-125 tinggi berpotensi menyebabkan kista ganas. Sebab, kadar CA-125 seorang wanita juga bisa meningkat ketika mengalami menstruasi, hamil, atau bahkan memiliki kista jinak.
  • Tes USG. Cara ini bisa dilakukan untuk mendeteksi jenis, ukuran bahkan letak kistanya.

Untuk mendeteksi kista apakah bersifat ganas atau tidak, anda tidak bisa memakai satu cara saja. Ketiga cara di atas perlu dipertimbangkan, untuk menentukan penanganan yang tepat untuk kista yang anda derita. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan kista yang diderita.

Baca Juga : Pilihan Tepat Pakaian Dalam Untuk Wanita

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *