Ladies, Berhati-Hatilah Dalam Memilih Pembalut !

Ladies, Berhati-Hatilah Dalam Memilih Pembalut !

Ladies, Berhati-Hatilah Dalam Memilih Pembalut !

Ladies, Berhati-Hatilah Dalam Memilih Pembalut !

Pada seorang wanita ada proses alami yang dinamakan sebagai menstruasi, yaitu proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak dibuahi. Ketika mengalami menstruasi atau disebut juga datang bulan atau haid, wanita membutuhkan pembalut untuk menyerap darah menstruasi tersebut. Nah, saat menggunakan pembalut, berhati-hatilah anda dalam memilihnya !

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Pembalut yang digunakan wanita ketika mengalami menstruasi tersedia dalam berbagai merk, jenis, ukuran, dan bentuk. Beberapa diantaranya bahkan menawarkan pembalut beraroma. Umumnya, sebagian besar pembalut digunakan untuk sekali pakai. Namun ada juga pembalut yang terbuat dari kain yang dapat digunakan berulang.

Berdasarkan fungsinya, ada beberapa jenis pembalut yang bisa digunakan wanita saat datang bulan, antara lain :

  • Panty liner, yang digunakan untuk menyerap cairan atau lendir vagina sehari-hari.
  • Reguler, yang digunakan untuk hari-hari ketika datang bulan.
  • Super/maxi, yang digunakan di hari tertentu ketika volume darah haid sedang tinggi.
  • Overnight/malam hari, yang biasanya berbentuk lebih panjang untuk mencegah kebocoran/tembus.
  • Khusus untuk ibu melahirkan, untuk menyerap darah yang masih keluar setelah proses persalinan.

Apakah Pembalut Mengandung Bahan yang Berbahaya?

Di Indonesia, baru-baru ini muncul berita yang cukup menggemparkan mengenai pembalut wanita, di mana Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan sejumlah merk pembalut wanita ternyata mengandung bahan yang membahayakan, dengan kadar yang melebihi batas ambang. Bahan tersebut adalah senyawa klorin, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya untuk kesehatan organ kewanitaan dan organ tubuh lainnya. Namun berdasarkan Departemen Kesehatan, produk-produk yang dimaksud tersebut telah lulus uji keamanan.

Baca Juga : Inilah Beberapa Penyebab Telat Datang Bulan

Sesuai dengan UU Kesehatan No. 36 tahun 2009, pembalut dikategorikan sebagai alat kesehatan yang memiliki resiko rendah, mendatangkan dampak minimal terhadap kesehatan penggunanya. Kementerian Kesehatan mewajibkan setiap pembalut wanita memenuhi syarat sesuai SNI 16-6363-2000 tentang pembalut wanita, agar mendapatkan ijin edar. Syarat-syarat tersebut antara lain :

  • Daya serap minimal 10 kali dari bobot awal.
  • Tidak berfluoresensi kuat. Fluoresensi adalah uji yang dilakukan untuk memeriksa kadar klorin dalam pembalut berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia).

Pembalut wanita pada umumnya terbuat dari bahan serat sintetis sebagai penyerap darah yang dihasilkan menstruasi, yang perlu melalui proses bleaching atau pemutihan. Proses bleaching ini dilakukan dengan metode sebagai berikut :

  • Elemental Chlorine-Free (ECF) Bleaching, yaitu proses pemutihan yang tidak menggunakan elemen gas klorin, tapi menggunakan klorin dioksida yang bebas dioksin.
  • Totally Chlorine-Free (TCF) Bleaching, yaitu proses pemutihan yang tidak menggunakan senyawa klorin, tapi menggunakan hidrogen peroksida.

Setiap produk perlu melalui salah satu dari dua cara untuk memastikan bahwa tidak ada dioksin di tampon. Dioxin sendiri merupakan bahan yang bisa larut dalam lemak dan tetap berada dalam tubuh. Risiko karsinogenik dioksin dikatakan sebagai salah satu penyebab terjadinya kanker serviks yang dihasilkansenyawa. Gas khlorin digunakan dalam proses pemutihan dalam pembuatan pembalut wanita. Jika bantalan tidak diganti secara berkala, pemutih takut penyerapan ke dalam tubuh.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Selain itu, produsen pembalut wanita juga harus melakukan analisis terhadap resiko penggunaan pembalut yang akan pada terhadap kesehatan. Penelitian tersebut harus mengevaluasi resiko yang mungkin terjadi, seperti alergi, iritasi, abrasi, efek pada mikroflora vagina, baret, koreng, dan retensi serat sisa.

Untuk mengurangi resiko akibat penggunaan pembalut sekali pakai, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti :

  • Pastikan pembalut yang anda pilih telah memiliki izin edar dari Departemen Kesehatan. Biasanya bisa anda lihat pada kemasan, yang mencantumkan ijin edarnya.
  • Gantilah pembalut secara teratur setiap 3-4 jam sekali, tergantung pada kuantitas darah haid yang keluar.
  • Sebaiknya jangan memilih pembalut yang beraroma, untuk menghindari resiko iritasi.
  • Anda bisa mencoba menggunakan pembalut kain yang dapat dicuci dan dipakai berulang.
  • Pilihlah pembalut yang dikemas satuan di dalam kemasan besarnya, agar kebersihannya terjaga.

Dari penjelasan di atas, bisa dipastikan bahwa pembalut yang telah mendapatkan ijin Kementerian Kesehatan untuk diedarkan, amanan untuk digunakan, karena telah melalui serangkaian standar uji. Dengan memilih dan menggunakan pembalut yang tepat, maka anda para wanita bisa terhindar dari bahaya yang mengintai akibat salah memilih pembalut.

Baca Juga : Kenapa Saat Hamil Sering Merasakan Mual?

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *