Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan

Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan

Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan

Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan

Siapa yang tidak tahu dengan pernyataan bahwa telat haid menjadi pertanda kehamilan. Ya, hal itu memang benar. Akan tetapi, telat haid tidak selalu menjadi tanda adanya kehamiln. Masih banyak hal lainnya yang bisa menyebabkan telat haid. Jadi, jangan dulu berfikir anda hamil ketika mengalami telat haid. Sebaiknya periksakan terlebih dahulu untuk benar-benar memastikannya. Umumnya, telat haid terjadi karena dipengaruhi oleh faktor hormon.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Haid yang tidak teratur mungkin saja masih tergolong kondisi yang normal jika terjadi ketika baru mulai mengalami haid, atau ketika memasuki periode menopause. Umumnya, wanita mulai haid di usia 10-15 tahun. Karena baru pertama kali mengalami haid, hormon perlu beradaptasi, sehingga haid pun bisa menjadi tidak teratur. Kondisi tersebut mungkin akan berlangsung selama dua tahun. Begitu juga yang terjadi ketika baru memasuki masa menopause, yakni usia sekitar 45-55 tahun.

Pada kondisi normal, wanita mengalami haid setiap 21-35 hari. Jika anda tidak mengalami haid pada rentang waktu tersebut, maka mungkin beberapa faktor berikut ini menjadi penyebabnya, antara lain :

  • Berat Badan Tidak Normal

Berat badan yang menurun secara drastis atau berat badan yang rendah bisa juga menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Pun ketika berat badan terlalu tinggi atau obesitas. Berat badan dapat dikatakan normal jika indeks masa tubuh (IMT) berada di angka 18,5-22,9. Angka IMT didapat dari perhitungan berat badan (kg) tiap tinggi dikuadratkan (m)2. Jika berat badan tidak normal, maka dianjurkan untuk menjalani pola makan yang sehat dan dibarengi dengan olahraga secara rutin.

  • Konsumsi Pil KB

Mengkonsumsi pil KB juga dapat menyebabkan haid tidak teratur, sehingga memungkinkan anda mengalami telat haid. Pasalnya, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang menahan indung telur untuk melepaskan sel telur.

Baca Juga : Beberapa Hal yang Mungkin Menjadi Penyebab Telat Haid

Tidak hanya jenis pil saja, kontrasepsi jenis lainnya seperti KB implan dan suntik KB pun juga bisa menyebabkan haid tidak teratur dan telat haid. Dan kalaupun anda sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi, maka anda mungkin masih butuh waktu hingga enam bulan agar siklus haid anda bisa kembali normal.

Selain pil KB, beberapa jenis obat-obatan lain juga efeknya dapat menyebabkan siklus haid jadi tidak teratur. Contohnya, obat antidepresan, obat antipsikotik, dan obat-obatan kemoterapi.

  • Kadar Hormon Prolaktin Terlalu Tinggi

Saat sedang menyusui, kadar hormon prolaktin pada wanita akan tinggi. Dan kondisi tersebut juga bisa menyebabkan telat haid, bahkan bisa sampai berhenti haid.

Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan – Untuk mengetahui bahwa hormon prolaktin anda terlalu tinggi, maka bisa anda lihat dari tanda-tandanya yaitu keluar cairan pada puting payudara seperti air susu, baik itu ketika hamil, menyusui, ataupun tidak keduanya.

  • Stres

Stres juga dapat mempengaruhi hormon. Bahkan bagian otak yang bertugas mengatur siklus haid. Dan stres yang berkepanjangan dapat memicu timbulnya penyakit atau perubahan berat badan yang tidak terduga, baik berupa penurunan atau peningkatan. Dan kondisi tersebut pada akhirnya akan mengganggu siklus haid hingga mengalami telat haid.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Jika anda merasa stres, sebaiknya anda mencobal untuk melakukan relaksasi. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan melakukan olahraga secara teratur serta pola makan yang baik. Hal itu juga dapat membantu mengembalikan siklus haid agar teratur.

  • Kondisi Medis Tertentu

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau tidak aktif, sindrom polikistik ovarium (PCOS), serta penyakit kronis seperti diabetes juga dapat mempengaruhi siklus haid.

Sindrom polikistik ovarium diduga muncul disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang. Gejalanya yaitu berupa kista pada ovarium atau kista pada indung telur, dan juga haid yang tidak teratur atau bahkan tidak mengalami haid.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau yang kurang aktif juga dapat mempengaruhi siklus haid. Sebab, kelenjar tiroid memiliki peranan untuk mengatur metabolisme tubuh yang akan berdampak kepada kadar hormon. Dengan menjalani pengobatan tiroid, maka siklus haid pun dapat kembali normal.

Perubahan hormon juga dikaitkan dengan perubahan gula darah. Oleh karena itu, orang-orang yang mengidap diabetes dan gula darahnya tidak terkontrol dapat mengalami telat haid.

Jadi Ladies, Telat Haid Tidak Selalu Menandakan Kehamilan. Dan jika anda mengalami kondisi telat haid, maka sebaiknya anda segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, supaya anda juga bisa segera melakukan tindakan untuk mengatasinya.

Baca Juga : Inilah Akibat Hubungan Seks yang Tidak Sehat

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *