Masalah Yang Sering Terjadi Pada Sistem Reproduksi Wanita

Masalah Yang Sering Terjadi Pada Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita merupakan sebuah sistem tubuh yang memiliki bentuk dan fungsi yang unik dan berbeda dengan sistem-sistem tubuh lainnya. Tujuan utama dari sistem reproduksi wanita adalah menghasilkan sel gamet, yaitu sel telur atau ovum. Sistem reproduksi wanita sering dianggap sebagai sebuah sistem yang lebih kompleks daripada sistem reproduksi pria. Hal tersebut terjadi karena hampir seluruh fungsi reproduksi manusia terjadi dalam sistem reproduksi wanita.

Masalah Yang Sering Terjadi Pada Sistem Reproduksi Wanita

Baca Juga : Menjaga Daerah Intim Wanita Agar Terhindar Dari Penyakit

Nah, seperti halnya organ tubuh lainnya, sistem reproduksi pada wanita juga sering mengalami masalah, baik itu berupa penyakit atau masalah kesehatan lainnya. Dan berikut ini adalah beberapa masalah yang sering terjadi pada sisitem reproduksi wanita, antara lain :

1. Masalah Pada Vulva dan Vagina

  • Vulvovaginitis, yaitu peradangan vulva dan vagina yang dapat diakibatkan oleh iritasi serta kurangnya menjaga kebersihan organ intim. Gejala vulvovaginitis termasuk timbul kemerahan dan gatal pada area vagina dan vulva, terkadang keluar cairan dari vagina.
  • Perdarahan nonmenstrual, umumnya terjadi akibat penumpukan partikel asing dalam vagina, misalnya tisu toilet. Perdarahan juga bisa diakibatkan oleh peluruhan uterus. Perdarahan nonmenstrual juga bisa disebabkan oleh trauma akibat pelecehan seksual.

Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin

2. Masalah Pada Indung Telur dan Tuba Falopi

  • Kehamilan ektopik, terjadi saat telur yang dibuahi berkembang di luar rahim dan biasanya melekat pada tuba falopi. Perempuan dengan kondisi iniĀ  dapat mengalami nyeri perut parah.
  • Endometriosis, yaitu jaringan halus pembentuk uterus yang berkembang di luar uterus, seperti di indung telur, tuba falopi, atau bagian lain rongga panggul. Endomteriosis dapat menyebabkan perdarahan yang abnormal, menstruasi yang menyakitkan, serta nyeri panggul.
  • Tumor indung telur. Gejalanya adalah nyeri perut bagian atas dan tekanan yang dapat dirasakan dalam abdomen.
  • Kista indung telur, yaitu kelenjar abnormal yang terbentuk dalam indung telur yang berisi cairan atau material semi-padat lain. Kista besar dapat menekan organ di sekelilingnya dan menyebabkan nyeri pada perut.
  • Sindrom ovarium polisistik, yaitu suatu gangguan hormon berupa peningkatan produksi androgen oleh ovarium. Kondisi ini menyebabkan indung telur membesar dan menumbuhkan kista. Sindrom ovarium polisistik umum timbul pertama kalinya pada saat remaja.

Baca Juga : Madu, Minuman Yang Bagus Untuk Penderita Endometriosis

3. Masalah Menstruasi

  • Dysmenorrhea, yaitu periode menstruasi yang menyakitkan.
  • Menorrhagia, volume perdarahan menstruasi yang terjadi sangat banyak dan berat.
  • Oligomenorrhea, yaitu periode menstruasi yang tidak teratur atau melewati jadwal menstruasinya, walaupun ia sudah pernah menstruasi dengan teratur sebelumnya dan tidak sedang hamil.
  • Amenore, yaitu perempuan yang belum memulai periode menstruasinya setelah beranjak 16 tahun atau 3 tahun setelah masa pubertas, belum menunjukkan tanda-tanda pubertas saat berusia 14 tahun, atau memiliki periode menstruasi yang normal tetapi berhenti menstruasi mendadak tanpa alasan yang diketahui (selain kehamilan).

Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin

4. Masalah Pada Sistem Reproduksi

  • Penyakit menular seksual, seperti radang panggul, HIV/AIDS, human papillomavirus (HPV), sifilis, gonore (raja singa), dan juga penyakit herpes (HSV).
  • Sindrom syok racun alias toxic shock syndrome. Penyakit ini jarang terjadi, namun dapat mematikan, disebabkan oleh racun yang dilepaskan ke dalam tubuh selama infeksi bakteria yang akan berkembang jika tampon dibiarkan terlalu lama dalam vagina. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, diare, muntah, dan syok.

Itulah Masalah Yang Sering Terjadi Pada Sistem Reproduksi Wanita. Meskipun beberapa diantaranya berbahaya, namun masalah-masalah tersebut masih bisa diatasi dan diobati. Tidak perlu cemas atau gelisah, segera konsultasikan ke dokter jika mengalami masalah pada sistem reproduksi.

Semoga informasinya dapat bermanfaat, aamiin…

Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *