Mengenal Jenis Kontrasepsi KB Implan

Mengenal Jenis Kontrasepsi KB Implan

Mengenal Jenis Kontrasepsi KB Implan

Kontrasepsi merupakan sebuah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah atau menunda kehamilan. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia mendukung program kontraspesi guna mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemerintah Indonesia mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) dengan mengatur kelahiran.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Kontrasepsi sebenarnya dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan alat bantu dan juga tanpa alat bantu. Metode kontrasepsi yang dilakukan dengan alat bantu memang lebih populer, karena dan banyak dipilih, seperti pil KB atau kondom. Sedangkan metode kontrasepsi tanpa alat bantu disebut dengan KB sistem kalender atau abstinesia. Caranya yaitu mengatur kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual pada saat sang wanita tengah dalam masa subur, yang mana masa subur tersebut berkaitan dengan siklus menstruasi atau haid. Masa subur wanita adalah sekitar satu minggu sebelum menstruasi dan satu minggu sesudah menstruasi.

Pemakaian alat kontrasepsi sendiri sebenarnya masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, terutama golongan agamawan. Namun meski begitu, sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan alat kontrasepsi untuk membantu mengatur kelahiran anak, hingga sampai saat ini.

Pemilihan alat kontrasepsi sendiri juga tidaklah mudah, karena ada begitu banyak kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan, salah satunya adalah KB implan. Jenis kontrasepsi KB implan memiliki bentuk tabung tipis dengan panjang 40 mm dan lebar 2 mm, dengan berbahan plastik dan mengandung hormon progestogen. Cara kerja KB implan ini adalah mencegah pembuahan dengan menebalkan lendir pada leher rahim dan membuat lapisan rahim menipis, sehingga sperma akan kesulitan untuk membuahi sel telur dan rahim juga tidak siap untuk terjadinya kehamilan.

Penggunaan kontrasepsi KB implan dapat dilakukan selama tiga tahun tanpa perlu memeriksakan rutin ke dokter. Selain itu, anda juga tidak perlu repot menggunakan kondom saat akan melakukan hubungan seksual dengan suami. Namun KB implan dianggap dapat berpindah dari tempat awalnya dipasang. Hal tersebut sebenarnya tidak akan terjadi jika pemasangan KB implan dilakukan oleh dokter yang sudah ahli. Kalaupun KB implan berpindah posisi, kemungkinan hanyal berjarak 1 – 2 inci saja dari tempat awal pemasangan.

Apakah KB Implan Aman?

Aman atau tidak, jelas menjadi hal yang sangat penting dalam setiap melakukan hal apapun, begitu juga dalam perihal memilih kontrasepsi. Dan untuk mengetahui lebih lanjut apakah KB implan aman atau tidak, berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari metode KB implan.

Baca Juga : Suntik KB, Inilah Kelebihan dan Kekurangannya

Kelebihan KB Implan

  • Mudah

KB implan memang memberikan kemudahan kepada pemakainya, yakni tidak perlu repot lagi untuk menggunakan kondom ketika ingin melakukan hubungan seksual dengan suami. Selain itu juga, KB implan jelas tidak serepot pil KB yang sering lupa dikonsumsi.

  • Efektif

Efektifitas KB implan juga cukup tinggi, yakni mencapai 99% selama 3 tahun, jika anda dengan tepat dalam menggunakannya. Dan anda juga tidak perlu bolak-balik melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

  • Tidak Mengganggu Penampilan

Pemakaian KB implan ini dilakukan dengan cara dimasukkan di bagian bawah lengan atas. Dengan bentuknya yang kecil dan tipis, KB implan tidak akan tampak di permukaan kulit, sehingga tidak akan mengganggu penampilan.

  • Murah

Jika sudah berkaitan dengan murah jelas menjadi penawaran yang menarik. Biaya KB implan dapat dikatakan murah karena untuk penggunaan selama 3 tahun saja, anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 200.000 – Rp 300.000.

Kekurangan KB Implan

  • Efek Samping

Efek samping beresiko terjadi selama beberapa bulan setelah KB implan dipasangkan. Efek samping yang terjadi mungkin berupa perih pada kulit di sekitar implan dipasangkan, bengkak, nyeri, dan juga kemungkinan pendarahan di vagina yang tidak teratur.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

  • Tidak Melindungi Dari Penyakit

Berbeda dengan kontrasepsi jenis kondom, KB implan tidak dapat memberikan perlindungan dari penyakit, terutama infeksi menular seksual seperti gonore. Hal tersebut dikarenakan KB implan dipasangkan ke bagian lengan.

  • Tidak Cocok Untuk Orang Tertentu

Meskipun memberikan kemudahan, KB implan ternyata tidak dapat digunakan oleh setiap orang. Orang yang mengidap diabetes, gangguan hati, migrain, dan osteoporosis, tidak dapat menggunakan KB implan. Selain itu, orang yang pernah mengalami pembekuan darah serius dan orang yang punya riwayat kanker payudara juga tidak cocok menggunakan KB implan.

Nah Jadi, sebelum anda memastikan menggunakan KB implan, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, agar pilihan yang anda buat benar-benar tepat untuk anda.

Pengaruh Terhadap Menstruasi

Seperti kontrasepsi lainnya, KB implan ini juga berdampak pada siklus menstruasi penggunanya, meskipun pada tiap perempuan berbeda dampaknya. Sebagian pengguna KB implan mungkin akan mengalami masa menstruasi yang panjang, atau mengalami menstruasi yang tidak teratur, atau bisa juga sampai berhenti mengalami menstruasi, sebagai dampak KB implan.

Pengaruh Terhadap Menyusui

Meskipun sebagian kecil hormon pada KB implan dapat menyebar ke ASI (Air Susu Ibu), namun kadarnya masih aman dan tidak mengganggu kandungan ASI. Sehingga untuk wanita yang masih menyusui atau pada jarak 3-4 minggu setelah melahirkan, tetap dapat melakukan pemasangan KB implan. Akan tetapi, jika pemasangan KB implan dilakukan lebih dari 21 hari setelah melahirkan, maka ketika anda melakukan hubungan seksual, anda masih perlu menggunakan alat kontrasepsi tambahan selama satu minggu, guna menghindari kemungkinan hamil. Selain itu, KB implan juga dapat digunakan oleh mereka yang baru saja mengalami keguguran.

Baca Juga : Sakit Perut Bagian Bawah Pada Wanita, Inilah Penyebabnya

One thought on “Mengenal Jenis Kontrasepsi KB Implan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *