Mengenal Preeklampsia, Salah Satu Gangguan Kehamilan

Mengenal Preeklampsia, Salah Satu Gangguan Kehamilan

Mengenal Preeklampsia, Salah Satu Gangguan Kehamilan

Mari Mengenal Preeklampsia, Salah Satu Gangguan Kehamilan yang sering terjadi dan cukup bahaya terhadap ibu sert janin. Biasanya, gangguan preeklampsia ini muncul pada usia kandungan lebih dari 20 minggu. Mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Preeklampsia adalah kelainan kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan kadar protein tinggi dalam urin. Kondisi ini bisa melukai organ lain seperti ginjal, hati, mata.

Ini adalah gejala preeklampsia yang disertai serangan eklampsia. Hal itu bisa menyebabkan kematian dan bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin. Pada bayi, preeklampsia dapat menyebabkan kelahiran prematur dan penghambatan pertumbuhan bayi. Wanita hamil mengetahui gejala, penyebab dan cara mencegah cara mengatasi preeklampsia yang penting.

Penyebab Preeklampsia

Plasenta adalah salah satu organ penting yang berguna dalam mendistribusikan darah dari ibu ke bayi di rahim. Karena kemunculan preeklampsia, ada dugaan perkembangan kelainan plasenta karena masalah pada pembuluh darah pemasok plasenta. Faktor genetik dan riwayat keluarga yang memiliki preeklampsia juga dianggap berperan dalam mekanisme penyakit. Namun, penyebab pasti kondisi ini tidak sepenuhnya dipahami.

Dalam keadaan normal, plasenta mendapat banyak suplai darah dan konstan untuk mendukung perkembangan bayi. Namun kondisi preeklampsia, plasenta belum mendapat cukup darah dikabarkan. Hal ini menyebabkan suplai darah bayi ke kelainan ini. Berbagai sinyal dan zat plasenta mengganggu tekanan darah tinggi.

Diantara faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penampilan pre-eklampsia adalah :

  • Kehamilan yang pertama.
  • Sebelumnya pernah mengalami preeklampsia.
  • Memiliki masalah medis lain, seperti darah tinggi, lupus, dan diabetes.
  • Berusia 40 tahun lebih.
  • Jarak kehamilan yang lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki obesitas di awal kehamilan.

Baca Juga : Ladies, Berhati-Hatilah Dalam Memilih Pembalut !

Gejala Preeklampsia

Preeklampsia biasanya jarang disertai gejala konkret, sehingga ibu hamil perlu melakukan tes kehamilan rutin dan cek tekanan darah. Hipertensi bisa menjadi gejala awal preeklampsia. Hati-hati saat tekanan darah mencapai 140/90 mm/Hg atau lebih.

Gejala lain yang mungkin tampak seperti kepekaan terhadap sakit kepala parah, penglihatan kabur, ringan, sesak napas, mual, muntah. Selain itu, rasa sakit mungkin ditampilkan tepat di bawah tulang rusuk kanan, di perut bagian atas.

Cara Mengatasi Preeklampsia

Jika ibu hamil mendeteksi preeklampsia, dokter bisa memesan lebih sering daripada pemeriksaan rutin rutin. Dokter juga akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui kondisi janin.

Sebagian besar manajemen preeklampsia utama adalah persalinan. Jika kehamilan tidak terlalu muda, dokter dapat menyarankan agar proses kelahiran lebih cepat yang tidak membahayakan kondisi ibu dan janin.

Jika kehamilan terlalu muda dan preeklampsia ditemukan lebih awal, dokter akan melakukan beberapa hal untuk diatasi. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi preeklamsia antara lain :

  • Penurunan Tekanan Darah

Pada saat mengalami preeklampsia, tekanan darah akan tinggi, sehingga butuh perawatan untuk menurunkan tekanan darah, atau yang disebut antihipertensi. Namun perlu anda ketahui, tidak semua obat antihipertensi bisa aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Jadi sebelum mengkonsumsi obat tersebut, sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

  • Obat Antikejang

Untuk mengatasi dan mencegah kejang, biasanya sering menggunakan magnesium sulfat. Dokter akan memberikan obat tersebut jika preeklampsia-nya tergolong berat.

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid biasanya akan diberikan pada ibu hamil yang mengalami kondisi preeklampsia atau sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, dan kadar platelet yang rendah). Pemberian kortikosteroid tersebut dapat meningkatkan fungsi trombosit dan hati, untuk mencegah persalinan dini. Selain itu, pemberian kortikosteroid juga dapat membantu mematangkan paru-paru bayi, agar jika bayi harus lahir prematur, maka bayi dapat bernapas dengan baik.

  • Rawat Inap

Jika preeklampsia yang dialami oleh ibu hamil tergolong berat, maka dokter mungkin akan meminta pasien untuk melakukan rawat inap, agar dokter dapat dengan mudah mengontrol kondisi ibu, bayi dalam kandungan, serta kadar cairan amniotik.

Kurangnya cairan amniotik merupakan sebuah tanda adanya masalah pada suplai darah bayi.

Bagi ibu hamil, sangatlah penting untuk selalu memeriksakan kondisi kehamilannya secara rutin. Agar kondisi kesehatan diri dan juga bayinya dapat terus termonitor, sehingga gangguan kehamilan seperti preeklampsia dapat diatasi sejak dini.

Baca Juga : Inilah Beberapa Penyebab Telat Datang Bulan

One thought on “Mengenal Preeklampsia, Salah Satu Gangguan Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *