Mengenal Vulva, Bagian Terluar Sistem Reproduksi Wanita

Mengenal Vulva, Bagian Terluar Sistem Reproduksi Wanita

Mengenal Vulva, Bagian Terluar Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita merupakan kumpulan organ-organ-organ, sistem hormonal dan kelenjar, serta zat-zat kimia tertentu yang membentuk sistem reproduksi wanita. Fungsi sistem reproduksi wanita maupun sistem reproduksi pria, sama-sama untuk menghasilkan keturunan.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita, yaitu vulva. Mari kita simak ulasan lengkapnya berikut ini !

Fungsi Vulva sebagai Organ Seksual

Vulva adalah area genital eksternal wanita, termasuk klitoris, bibir vagina, dan pembukaan vagina. Vulva terdiri dari beberapa struktur utama yaitu mons pubis, klitoris, labia mayora dan labia minora, saluran vagina, saluran uretra, dan selaput dara atau himen.

Sebagai organ intim, vulva memiliki fungsi yang sangat penting dalam aktivitas seksual. Vulva terdiri dari banyak sensor saraf dan stimulasi yang dapat menghasilkan kepuasan seksual. Ketika seorang wanita mengalami rangsangan saat melakukan aktivitas seksual, vulva akan tampak membesar yang disebabkan oleh meningkatnya aliran darah dari dalam dinding vagina. Sementara di bagian dalam, vagina bagian atas akan mengembang.

Selama penetrasi, rambut yang tumbuh di daerah vulva akan berfungsi  sebagai pelindung yang akan menahan benturan. Rambut tersebut juga berfungsi untuk melindungi kelenjar skene dan bartholin dari cairan vagina, keringat dan juga iritasi.

Risiko Penyakit yang Dapat Menyerang Vulva

Beberapa penyakit atau masalah kesehatan bisa menyerang vulva, diantaranya adalah :

  • Folliculitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut, yaitu lubang kecil pada kulit tempat rambut tumbuh. Folliculitis ini disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi. Gejalanya yaitu berupa benjolan kecil, berwarna merah dan terasa nyeri. Selain di area vulva, folliculitis juga dapat muncul di labia mayora yang dapat disebabkan oleh aktivitas mencukur rambut kemaluan, waxing atau bahkan akibat gesekan.

Baca Juga : Mengenal Proses Yang Dinamakan Ovulasi Pada Wanita

  • Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah iritasi kulit yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Dermatitis kontak disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Penyakit ini tidak menular dan penyebab iritasinya akan berbeda dari orang ke orang. Gejalanya adalah rasa nyeri, gatal, terbakar atau menyengat. Hal ini terjadi akibat adanya iritasi pada kulit akibat penggunaan parfum, sabun ataupun bahan pakaian.

  • Kista Bartholin

Kista bartholin merupakan penyakit reproduksi yang banyak ditemukan pada wanita. Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup serius karena sangat mengganggu sekali kehadirannya. Penyakit ini bahkan dijuluki juga dengan sebutan “Si Pengganggu Hubungan Suami Istri”. Pasalnya, gejala kista bartholin ini salah satunya adalah ketidaknyamanan dan rasa sakit saat berhubungan seksual, yang tak jarang membuat penderitanya harus “berpuasa” hubungan seksual untuk sementara waktu selama masih menderita kista bartholin. Kista bartholin ini disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar bartholin yang berada di bawah kulit di bagian terluar vagina.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

  • Lichen Simplex Chronicus

Lichen Simplex Chronicus (LSC) atau Neurodermatitis adalah penebalan kulit dengan variabel skala yang timbul sekunder untuk menggaruk berulang atau menggosok. Lichen kronikus simplex bukanlah proses primer. Sebaliknya, seseorang indra pruritus pada area spesifik kulit (dengan atau tanpa mendasari patologi) dan menyebabkan trauma mekanik ke titik likenifikasi.

Sebuah varian diusulkan neurodermatitis adalah lichen amiloidosis. Lichen amiloidosis digambarkan sebagai lichen chronicus simpleks di mana keratinosit telah nekrosis dan membentuk amiloid keratinocytic yang diturunkan dalam dermis. Penghinaan awal adalah pruritus dengan formasi amiloid yang dihasilkan, bukan sebaliknya.

  • Lichen Sclerosus

Lichen sclerosus adalah penyakit kulit yang umum. Penyakit ini seringkali memengaruhi kulit bagian alat kelamin dan anus. Biasanya terjadi pada vulva (bibir vagina bagian luar) wanita, sedangkan pria mungkin dalam kelenjar. Terkadang, lichen sclerosus juga bisa muncul di  bagian atas tubuh, seperti lengan dan dada.

  • Vulvar Atrophy

Vulvar Atrophy adalah penipisan kulit vulva yang disebabkan penurunan tingkat estrogen menjelang menopause. Kondisi ini cukup umum pada wanita.

  • Kanker Vulva

Kanker vulva menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya yang menyerang vulva. Gejalanya adalah berupa gatal, nyeri, peradangan, terasa panas, benjolan atau luka pada vulva. Gejala lainnya bisa berupa perubahan warna kulit atau benjolan di selangkangan. Penyebab kanker vulva bisa oleh infeksi HPV. Selain itu, vulva juga bisa terkena kanker kulit atau osteitis deformans yang merupakan indikasi kanker di bagian tubuh lain seperti payudara atau usus besar.

Baca Juga : Inilah Daftar Makanan Yang Dapat Menyuburkan Kandungan

One thought on “Mengenal Vulva, Bagian Terluar Sistem Reproduksi Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *