Pemeriksaan Teratur Bisa Deteksi Ketidaknormalan Sel Pada Serviks

Pemeriksaan Teratur Bisa Deteksi Ketidaknormalan Sel Pada Serviks

Pemeriksaan Teratur Bisa Deteksi Ketidaknormalan Sel Pada Serviks

Adanya sel-sel yang tidak normal pada serviks sangat berpotensi untuk berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin secara teratur dan berkala sangat diperlukan para wanita, apalagi bagi mereka yang memiliki resiko terkena kanker serviks ini.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Siapa yang tak mengenal penyakit kanker serviks? Salah satu penyakit kanker mematikan yang jumlah penderitanya tidak sedikit. Bahkan kanker serviks ini tercatat sebagai salah satu penyakit kanker yang paling sering menyebakan kematian pada wanita, bersama dengan penyakit kanker payudara.

Kanker serviks bisa saja dicegah, dan salah satu cara pencegahan yang bisa dilakukan oleh para wanita adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin. Penyakit kanker serviks ini dapat bermula dari sel-sel yang abnormal, yang kemudian berkembang menjadi kanker serviks. Sel abnormal pada umumnya tidak ada gejala apa pun. Dan pada kebanyakan kasus, kanker serviks hanya akan menimbulkan gejala jika sudah memasuki tahap perkembangan lanjut dari kanker tersebut. Oleh sebab itu, melakukan pemeriksaan rutin bertujuan untuk mendeteksi dini sel-sel abnormal yang akan berpotensi menjadi kanker serviks.

Pemeriksaan Yang Dilakukan Untuk Mendeteksi Kanker Serviks

1. Pemeriksaan Pap Smear

Pap smear atau yang disebut juga dengan istilah liquid based cytology (LBC) adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, dan pemeriksaan ini dianggap yang paling efektif. Jenis pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan dalam tiga tahun sekali untuk wanita yang berusia antara 25 sampai 49 tahun, dan untuk wanita yang berusia di atas 50 tahun disarankan untuk melakukan sekali dalam lima tahun.

Baca Juga : Pilihan Tepat Pakaian Dalam Untuk Wanita

Hasil pap smear dapat dikategorikan seperti berikut, yaitu :

  • Perubahan ringan. Di mana sel tidak mengalami perubahan yang signifikan dan bisa kembali normal dengan sendirinya, sehingga tidak terlalu menjadi ancaman serius. Namun sebaiknya anda menjalani pap smear setiap enam bulan sekali sebanyak 2 kali atau 3 kali, atau anda melakukan tes virus HPV, guna memastikan sel telah kembali normal. Jika tes pap smear berikutnya masih menunjukkan tidak normal, atau terdeteksi virus HPV, maka sebaiknya anda menjalani kolposkopi. Namun jika tes pap smear berikut hasilnya normal, atau tidak terdeteksi virus HPV, maka anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan pap smear kembali setelah tiga tahun berikutnya.
  • Perubahan menengah hingga parah. Di mana perubahan yang terjadi pada sel terbilang signifikan, maka pasien akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi. Prosedur pemeriksaan ini tujuannya untuk mengkonfirmasi keberadaan sel yang memang berisiko menjadi kanker atau yang disebut cervical intra-epitheial neoplasia (CIN). Penanganan secara lanjut juga harus dilakukan jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan adanya sel kanker pada leher rahim.

2. Pemeriksaan Kolposkopi

Kolposkopi merupakan prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat pembesar khusus untuk melihat kondisi serviks atau leher rahim secara lebih mendetail. Prosedur pemeriksaan ini akan dianjurkan jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan adanya sel abnormal pada serviks, atau jika pemeriksaan virus HPV terbukti positif. Dengan melakukan pemeriksaan kolposkopi ini, dapat dipastikan ada atau tidaknya sel yang memang berisiko menjadi kanker serviks, serta tingkat keparahannya.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Prosedur pemeriksaan kolposkopi ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis yang membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit. Untuk menjalani prosedur pemeriksaan ini, pasien akan diminta untuk berbaring dengan posisi kaki mengangkang. Kemudian dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum untuk melihat dinding vagina dan juga serviks. Nantinya akan digunakan cuka (asam asetat) atau yodium (larutan Lugol) guna membuat sel-sel yang tidak normal bisa terlihat lebih jelas. Jika ditemukan sel yang tidak normal, maka dokter akan mengambil sampel jaringannya dengan melakukan biopsi. Dan sampel jaringan tersebut kemudian akan dianalisis dengan mikroskop.

Hasil dari prosedur pemeriksaan kolposkopi ini umumnya sebagai berikut, yaitu :

  • Tidak ditemukan sel abnormal yang beresiko menjadi kanker serviks setelah larutan cuka atau yodium dioleskan.
  • Cuka atau yodium menunjukkan adanya sel abnormal tapi tidak beresiko menjadi kanker serviks. Yang terjadi adalah akibat adanya infeksi atau masalah lain selain kanker serviks.
  • Setelah dilakukan biopsi, sampel yang diambil tidak menunjukkan adanya sel yang abnormal.
  • Hasil biopsi menunjukkan adanya sel abnormal yang beresiko menjadi kanker serviks.

Nah, jika hasil biopsi menunjukkan adanya sel abnormal yang beresiko menjadi kanker, maka langkah selanjutnya sangat perlu dilakukan untuk penanganan lebih lanjut, sebelum kanker serviks benar-benar tumbuh.

Baca Juga : Pentingnya Kesehatan dan Kebersihan Organ Intim Wanita

One thought on “Pemeriksaan Teratur Bisa Deteksi Ketidaknormalan Sel Pada Serviks”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *