Pentingnya Kesehatan dan Kebersihan Organ Intim Wanita

Pentingnya Kesehatan dan Kebersihan Organ Intim Wanita

Pentingnya Kesehatan dan Kebersihan Organ Intim Wanita

Setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan sangatlah penting untuk memahami cara untuk merawat organ intim mereka. Supaya kebersihan dan kesehatan area tersebut dapat terjaga selalu, sehingga pada akhirnya bisa terbebas dari berbagai masalah kesehatan dan penyakit yang menyerang organ intim.

Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin

Terutama pada wanita/perempuan. Aroma tidak sedap yang sering muncul dari organ intim mereka jelas merupakan masalah serius yang sangat mengganggu. Bahkan masalah tersebut dapat menjadi salah satu boomerang terhadap kehidupan pernikahan serta membuat wanita kehilangan kepercayaan dirinya.

Memang sangat wajar jika organ intim wanita – dalam hal ini, vagina – mengeluarkan aroma yang tidak sedap dicium. Karena, area tersebut merupakan area yang sangat lembap, sehingga sangat beresiko sekali untuk menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap, apalagi ketika dalam keadaan berkeringat. Namun, para wanita harus waspada jika organ intimnya mulai mengeluarkan aroma tajam atau amis. Sebab, itu bisa menjadi pertanda bahwa terdapat masalah kesehatan yang perlu diatasi. Apalagi jika organ intim tersebut sudah mulai mengeluarkan flek secara tidak normal, sering terasa gatal, panas, dan juga menunjukkan tanda-tanda iritasi. Jika terjadi hal demikian, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter.

Inilah Mengapa Vagina Beraroma Tidak Sedap

Aroma tak sedap yang tercium dari vagina biasanya keluar ketika vagina dalam keadaan yang lembap, seperti misalnya ketika sedang berkeringat. Selain itu, siklus menstruasi dan kegiatan seksual juga bisa membuat vagina wanita mengeluarkan aroma tak sedap yang cukup tajam dan berbeda dibandingkan biasanya. Disamping keadaan tersebut, infeksi juga dapat menyebabkan vagina menjadi beraroma tidak sedap.

Baca Juga : Ciri-Ciri Anda Menderita Kista Bartholin

Secara alami, vagina wanita mengeluarkan lendir untuk menjaga tingkat pH organ tersebut tetap terjaga seimbang, sehingga bakteri-bakteri baik dapat berkembang biak serta mampu mencegah infeksi pada vagina. Namun, jika tingkat pH tersebut tidak seimbang, maka vagina akan berisiko terserang infeksi, salah satunya adalah infeksi bacterial vaginosis, yaitu infeksi yang sering kali terjadi pada wanita. Infeksi ini adalah keadaan disaat pertumbuhan bakteri di dalam vagina jauh lebih tinggi dibandingkan keadaan biasa, sehingga menyebabkan vagina menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Selain itu, aroma tidak sedap yang keluar dari vagina juga bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti trikomoniasis. Sementara hal lainnya yang lebih umum dapat menyebabkan timbulnya aroma tidak sedap pada vagina adalah kurangnya kebersihan vagina. Oleh karena itu, memahami cara tepat untuk menjaga kebersihan organ intim sangatlah penting diketahui oleh para wanita/perempuan.

Rawat Organ Intim Anda dengan Benar

  • Biasakan untuk selalu membersihkan organ intim dengan air hangat, tanpa menggunakan sabun atau produk khusus, setiap kali mandi. Serta hindari juga penggunaan sabun yang mengandung bahan kimia yang keras serta yang mengandung parfum. Dan pastikan juga untuk selalu membersihkan organ intim dengan arahnya dimulai “dari depan ke belakang” jangan sebaliknya, yaitu “dari belakang ke depan”. Hal itu untuk mencegah supaya mikroba dari anus tidak menyebar ke vagina dan saluran kemih. Sebab, hal demikian memang sering terjadi pada wanita (yang salah membersihkan vagina). Begitupun saat hendak “bersuci” setelah selesai buang air besar maupun kecil, jangan lupa gerakannya dimulai “dari depan ke belakang” serta keringkan terlebih dahulu organ intim setelah selesai dibasuh, supaya tidak lembap. Baca Juga : Obat Herbal Kista Bartholin
  • Ketika dalam masa haid/menstruasi, gantilah pembalut setiap beberapa jam untuk memastikan vagina tetap bersih dan tidak lembap.
  • Hindari penggunaan panty liners terlalu sering. Karena, hal itu bisa membuat vagina kekurangan udara, sehingga tidak mampu “bernapas” dengan bebas, yang akibatnya bisa membuat vagina menjadi lembap dan beresiko dihinggapi mikroba untuk berkembang biak. Jadi, sebaiknya gunakan panty liners pada saat sebelum dan sesudah mengalami menstruasi. Karena pada saat itu tubuh wanita mengeluarkan banyak flek.
  • Pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari katun atau serat alami untuk digunakan. Sebab, bahan sintetis memiliki efek yang tidak jauh berbeda dengan panty liners. Serta hindari juga mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan produk pembersih khusus organ intim terlalu sering. Sebab, organ intim wanita itu juga sudah memiliki sistem pembersih alami, sehingga produk pembersih khusus organ intim tidak diperlukan lagi. Terlebih lagi produk pembersih khusus organ intim sering kali mengganggu tingkat pH normal vagina sehingga dapat memicu iritasi atau infeksi.
  • Jangan pernah membiarkan pakaian dalam atau celana dalam keadaan basah atau berkeringat. Segera untuk mengganti pakaian dalam atau celana jika sudah basah atau berkeringat.

Membersihkan Organ Intim setelah Berhubungan Seks

Jika vagina mengeluarkan aroma tertentu setelah berhubungan seks, maka tidak heran, terutama jika pasangan tidak menggunakan kondom. Mengubah oleh sperma dan cairan lainnya yang keluar saat berhubungan seks tingkat pH vagina bisa mempengaruhi bau vagina.

Ada beberapa langkah sederhana untuk mencegah munculnya aroma menyenangkan setelah melakukan hubungan seks. Anda dapat mencuci vagina dengan air panas setelah berhubungan seks di finish. Jika Anda melakukannya perlahan-lahan dapat Anda tambahkan ke sabun. Juga mencoba buang air kecil setelah berhubungan seks. Hal ini dapat masuk ke saluran kemih selama hubungan seksual dan berguna untuk menghilangkan mikroorganisme dari anus dan vagina.

Baca Juga : Pantangan Untuk Penderita Kista Bartholin

One thought on “Pentingnya Kesehatan dan Kebersihan Organ Intim Wanita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *