Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya !

Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya !

Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya !

Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya !

Sudah bukan hal asing lagi mendengar istilah puber kedua. Istilah ini sering disematkan pada mereka yang berusia tua namun bertingkah laku seperti remaja. Untuk mengetahui istilah puber kedua ini, mari kita bahas secara lebih jelasnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Apa Yang Dimaksud Pubertas ?

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan matang secara fungsi seksual, yang ditandai dengan kemampuan organ reproduksi yang dapat berfungsi. Masa pubertas ini biasanya dialami dimulai dari usia 8-10 tahun dan berakhir di usia kurang lebih 15-16 tahun. Pada wanita, masa pubertas ini ditandai dengan menstruasi pertama, sedangkan pada pria ditandai dengan mimpi basah.

Secara psikologis, remaja yang mengalami pubertas akan cenderung lebih agresif dengan mood yang naik turun. Perilaku mereka juga mengalami perubahan menjadi lebih berani untuk mencoba hal-hal yang baru tanpa tau baik atau buruknya. Misalnya merokok, mencoba minuman keras, atau bahkan melakukan seks bebas. Seperti itulah yang dimaksud dengan pubertas sebenarnya, sedangkan untuk istilah pubertas kedua yang sering dialamatkan pada orang tua yang berperilaku seperti remaja itu tidak ada dalam istilah medisnya.

Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah puber kedua. Istilah tersebut hanya sering orang digunakan orang saja untuk menyebut seseorang yang sudah berusia dewasa namun berperilaku yang menyerupai layaknya remaja yang baru memasuki masa pubertas. Perilaku yang biasanya terlihat adalah perubahan kepercayaan diri (bisa lebih percaya diri atau bahkan kurang percaya diri), perubahan mood yang lebih fluktuatif, lebih memperhatikan penampilan, dan lebih agresif.

Puber Kedua atau Perimenopause?

Seorang ahli psikologi menyatakan pubertas kedua sebagai masa-masa ketika kehidupan seseorang kembali melewati periode ‘badai dan stres’ disertai dorongan gairah yang menggebu-gebu, pada usia sekitar 35-40 tahun.

Baca Juga : KB Steril, Salah Satu Kontrasepsi Permanen Untuk Wanita

Sebagian orang mengaitkan pubertas kedua dengan masa perimenopause.  Perimenopause adalah masa perpindahan selama beberapa tahun menjelang memasuki masa menopause. Pada wanita, masa ini merupakan masa di mana ovarium secara bertahap mulai memproduksi hormon estrogen lebih sedikit. Masa ini akan berlangsung sampai ovarium benar-benar berhenti melepaskan sel telur, di mana saat itu wanita sudah memasuki masa menopause atau berakhirnya masa subur.

Masa perimenopause ini dapat dimulai ketika usia menginjak 40-an, meskipun pada sebagian wanita lainnya mengalami masa ini ketika baru menginjak usia 30-an atau mengalaminya lebih awal. Dan masa perimenopause ini dapat berlangsung dengan jangka waktu yang berbeda-beda tiap wanita, bisa 4 tahun atau bahkan 10 tahun.

Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya ! – Secara fisik, mereka dapat mengalami hot flashes (sensasi panas), kelelahan, haid tidak teratur, jantung berdebar-debar, vertigo, menurunnya tingkat kesuburan, berubahnya hasrat seksual, berkurangnya massa tulang, perubahan kadar kolesterol, payudara kencang, sindrom pramenstruasi yang memburuk, vagina kering, dan lebih sering buang air kecil.

Namun sebagian orang kadang-kadang tidak siap menghadapi perubahan psikologis, seperti beberapa gejala berikut :

  • Mood yang berubah secara mendadak.
  • Sulit tidur.
  • Beban pikiran berlebih.
  • Kecemasan.
  • Serangan panik.
  • Merasa hilang kendali.
  • Tiba-tiba menangis.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kebingungan.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala di atas. Namun ini adalah ciri-ciri umum yang dialami rata-rata wanita pada masa perimenopause. Perubahan-perubahan yang tidak disangka dan tidak diantisipasi ini dapat membuat seorang wanita yang mengalaminya menjadi bertanya-tanya apa yang salah dengan dirinya. Maka tidak heran jika ada sebagian orang yang mengalami masa ini memiliki perilaku yang berbeda atau berubah dari sebelumnya, bahkan sampai bisa melakukan hal-hal yang tidak diduga.

Beberapa cara berikut dapat dicoba untuk meredakan gejala-gejala perimenopause, diantaranya :

  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras.
  • Olahraga.
  • Cukupi kebutuhan kalsium harian Anda.
  • Jaga berat badan tetap sehat.
  • Cukupi kebutuhan istirahat Anda dengan berusaha tidur dan bangun di jam yang sama.
  • Konsultasikan kepada dokter apakah Anda perlu mengonsumsi vitamin.

Apakah gejala-gejala di atas perlu dikhawatirkan? Sebagian wanita dapat memberikan toleransi pada perubahan-perubahan tersebut, namun sebagian yang lainnya membutuhkan bantuan medis. Dan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika anda mengalami beberapa kondisi seperti berikut, antara lain :

  • Timbul bercak setelah melakukan hubungan seksual atau di antara periode menstruasi.
  • Masa haid Anda berlangsung lebih lama, lebih banyak, atau mengalami pembekuan darah.
  • Masa menstruasi Anda datang lebih sering.

Pernah Dengar Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya ! – Beberapa hal di atas dapat disebabkan oleh gangguan hormon, penggunaan alat kontrasepsi, atau beberapa kondisi lainnya. Akan tetapi meski tingkat kesuburan dan produksi estrogen pada wanita menurun, tapi di masa-masa ini mereka masih dapat memiliki keturunan. Oleh karenanya disarankan untuk tetap menggunakan alat kontrasepsi jika tidak berencana untuk memiliki anak.

Baca Juga : Inilah Beberapa Tindakan Untuk Mencegah Kehamilan

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *