Sulit Mempunyai Keturunan Akibat Adanya Kista

Sulit Mempunyai Keturunan Akibat Adanya Kista

Sulit Mempunyai Keturunan Akibat Adanya Kista

Sulit Mempunyai Keturunan Akibat Adanya Kista

Setiap pasangan suami istri pastinya sangat menginginkan hasil dari pernikahannya mempunyai anak atau keturunan. Namun tidak semua pasangan suami istri bisa mewujudkannya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi pasangan suami istri bisa memiliki keturunan. Salah satunya adalah kesuburan dari sang istri. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa menghambat kesuburan sang istri untuk dapat hamil dan memiliki keturunan, salah satunya adalah menderita kista.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Menakutkan memang bagi tiap wanita ketika mereka tidak bisa memiliki keturunan. Dan selama ini yang beredar di masyarakat salah satu alasan yang sering dikaitkan dengan sulit memiliki keturunan adalah terdiagnosis kista pada indung telurnya (kista ovarium). Apakah pernyataan tersebut benar adanya?

Sebenarnya tidak selamanya pernyataan yang menyatkan kista ovarium menyebabkan sulit hamil itu benar. Sebab, kista ovarium itu ada banyak jenisnya, dan beberapa diantaranya memang dapat memengaruhi kesuburan wanita, seperti kista endometrium yang disebabkan oleh endometriosis. Kemudian ada juga kista yang disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi tersebut ditandai oleh banyaknya kista kecil pada ovarium. PCOS juga bisa mengganggu siklus menstruasi dan tingkat hormon pada wanita.

Meskipun demikian, kesempatan wanita penderita kista untuk hamil masih tetap ada jika kista yang diderita adalah dua jenis kista seperti disebutkan di atas. Namun, agar memperoleh kehamilan, perlu penanganan yang benar-benar tepat.

Kemudian selain kedua jenis kista di atas, ada juga jenis lainnya dari kista yang umumnya tidak memberikan pengaruh terhadap kesuburan pasiennya, seperti kista fungsional, kista dermoid, dan kista cystadenomas. Kista-kista tersebut hanya akan mengganggu kesuburan jika ukurannya besar.

  • Kista fungsional merupakan sista yang sering terjadi selama siklus menstruasi. Kista jenis ini tidak memengaruhi kesuburan wanita, tapi justru kehadirannya menunjukkan bahwa wanita tersebut sedang subur. Baca Juga : Inilah┬áKista Ovarium, Penyakit Yang Ditakuti Oleh Wanita
  • Kista dermoid adalah kista yang mengandung jaringan lainnya, seperti rambut, kulit, atau bahkan gigi. Jadi bukan berisi cairan seperti halnya kista lainnya.
  • Kista cystadenomas adalah kista yang tumbuh di dalam indung telur, yang muncul dari permukaan indung telur. Kista ini butuh perawatan khusus, namun tidak akan mempengaruhi kesuburan wanita.

Pengidap Kista Masih Bisa Hamil dan Memiliki Keturunan

Jika seorang wanita mengidap kista endometrium dan PCOS, maka keinginan untuk memiliki anak masih bisa terwujud, dengan menjalani sejumlah perawatan.

  • Perawatan kesuburan untuk penderita kista endometrium.

Operasi bisa menjadi pilihan dengan melalui teknik laparoskopi jika seorang wanita memiliki kista endometrium ringan. Setelah menjalani operasi, peluang pasien untuk bisa hamil sangat besar. Namun jika kista yang dideritanya sudah parah, maka peluang untuk bisa hamil hanya sekitar 35% hingga 65% saja setelah operasi. Selain itu, dokter pun akan menyarankan untuk melakukan tes darah, yang bertujuan untuk menilai kapasitas ovarium pasien dalam menghasilkan telur yang sehat.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Sebisa mungkin, sebaiknya pasien segera mencoba untuk hamil setelah melakukan operasi kista tersebut. Sebab, khawatir jika terlalu lama memberikan jeda waktu justru endometriosis dan kista tersebut malah muncul kembali.

  • Perawatan kesuburan untuk penderita PCOS.

Langkah yang biasanya dianjurkan untuk penderita PCOS ini adalah minum obat kesuburan yang bernama klomifen. Obat tersebut dapat merangsang ovulasi. Selain itu, opsi lainnya yang juga akan dianjurkan jika obat tersebut tidak efektif adalah mengkonsumsi obat gonadotropin. Penderita PCOS berpeluang untuk memiliki anak kembar dengan obat ini, karena rangsangannya lebih kuat daripada klomifen.

Kemudian obat diabetes metformin juga bisa membantu penderita PCOS, terutama bagi pasien yang memang mengalami obesitas atau yang tidak cocok dengan klomifen. Obat tersebut bisa membantu tubuh penderita berovulasi secara normal. Selain mengkonsumi obat-obatan, pembedahan juga bisa dilakukan dengan teknik pengeboran ovarium laparoskopi (LOD). Hal tersebut dilakukan jika obat-obatan tidak memberikan dampak.

Jika setelahnya pasien dapat hamil, maka perawatan tambahan akan diberikan untuk menghindari komplikasi, terutama yang berkaitan dengan berat badan, seperti diabetes kehamilan, darah tinggi, atau pra-eklampsia. Dengan kondisi tersebut, pasien juga harus berhati-hati karena risiko mengalami keguguran jadi meningkat.

Baca Juga : Kista Yang Awalnya Jinak Bisa Berubah Menjadi Ganas

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *