Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya !

Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya !

Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya !

Ladies, permasalahan yang menimpa organ kewanitaan anda memang sangat rawat, salah satunya adalah vagina yang menimbulkan bau tak sedap. Masalah tersebut jelas sangat mengganggu sekali dan bisa membuat anda jadi tidak percaya diri. Selain itu, vagina bau juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada vagina anda. Mari kita cari tau penyebab dan cara merawatnya !

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Setiap wanita memang memiliki aroma vagina yang unik. Hal tersebut memang normal, akan tetapi jika tiba-tiba tercium aroma vagina yang berubah jadi lebih menusuk hidung, atau bahkan vagina bau busuk, maka itu patut diwaspadai, karena bisa jadi itu merupakan pertanda adanya masalah.

Bau vagina yang tidak sedap mungkin disebabkan oleh kebersihan yang kurang terjaga, pemilihan pakaian dalam yang kurang tepat, atau kebiasaan seksual yang tidak baik.

Kenali Penyebab Vagina Bau

Menjaga kesehatan dan kebersihan daerah kewanitaan atau vagina adalah hal yang penting. Kenali beberapa penyebab vagina bau di bawah ini, dan beragam gejala lainnya, guna mengetahui apakah bau pada vagina berbahaya atau tidak.

  • Salah pakai celana dalam

Celana dalam yang super ketat menyebabkan frekuensi gesekan jadi lebih sering, yang dapat menyebabkan berbagai macam masalah — mulai dari iritasi kulit hingga rambut yang bertumbuh ke dalam. Selain itu, celana dalam ketat dan lembap dari keringat adalah salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan infeksi ragi. Kombinasi panas dan kelembapan yang bersarang di daerah vagina Anda menjadi ekosistem yang sangat ideal bagi jamur dan bakteri.

Tak hanya celana dalam ketat. Jika Anda sudah rentan terhadap infeksi ragi, infeksi saluran kencing, dan iritasi vagina, memakai celana dalam thong hanya akan memperburuk masalah Anda. Tali thong yang tidak pas badan akan sibuk meluncur ke depan-belakang seiring Anda bergerak, sehingga dapat menjadi kendaraan transportasi unik untuk menyebarkan E. coli dari anus ke daerah vagina. Kehadiran bakteri asing dalam vagina tak hanya akan membuatnya lebih bau, namun juga dapat mengancam kesehatan vagina Anda.

Bahan terbaik untuk celana dalam adalah kain yang memungkinkan kulit untuk bernapas — seperti katun murni. Kain sintetis, seperti nilon, polyester, sutera, lycra, dan renda-renda lebih cenderung mengiritasi daerah vagina sekaligus menempatkan Anda pada risiko untuk mengembangkan ragi dan infeksi bakteri penyebab vagina bau.

  • Jarang mencuci vagina

Vagina memiliki mode pembersihan otomatis. Leher rahim dan dinding vagina memproduksi sejumlah kecil kendir yang akan luruh membawa sisa darah menstruasi, sel-sel tua, dan partikel-partikel asing lainnya keluar dari vagina. Tapi ini bukan berarti Anda mesti absen membersihkan vagina, terutama setelah berkeringat dari olahraga, selama menstruasi atau keputihan yang lebih banyak dari biasanya, atau bahkan setelah berhubungan seks. Menjaga kebersihan pribadi yang baik penting untuk menghindari masalah vagina bau.

Gunakan sabun yang ringan dan bebas pewangi — bahan aktif lainnya dapat mengganggu keseimbangan pH dalam vagina dan memperburuk masalah yang ada. Pastikan Anda menyeka dari depan ke belakang saat membilas dan keringkan daerah vagina dengan baik dengan menepuk-nepuknya, jangan digosok, agar kelembapan tidak berlama-lama tinggal di dalam sana dan menyebabkan infeksi ragi. Pakai pakaian dalam yang kering dan bersih setiap hari.

Baca Juga : Pernah Dengan Istilah Puber Kedua ? Begini Penjelasannya !

  • Membilas dari belakang ke depan

Ketika anda buang air kecil atau buang air besar, cara yang tepat untuk membersihkannya adalah menyapu dari depan ke belakang. Jika anda membersihkan dari belakang ke depan, maka bakteri yang berasal dari anus berisiko berpindah ke vagina sehingga menyebakan infeksi.

  • Jarang ganti pembalut

Darah menstruasi setelah telah meninggalkan tubuh akan terkontaminasi dengan organisme bawaan tubuh. Saat haid, para pakar kesehatan merekomendasikan Anda untuk mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali (lebih sering, jika perdarahan Anda berat) adalah praktik kebersihan pribadi yang baik demi mencegah vagina berbau anyir tak sedap.

Aturan ini berlaku bahkan untuk di hari-hari ketika Anda tidak memiliki banyak pendarahan, karena pembalut Anda masih tetap lembap dan mengangkut organisme asing, serta keringat dari alat kelamin Anda. Bila organisme ini menetap di tempat yang hangat dan lembab dalam waktu lama, mereka cenderung lebih cepat berkembang biak dan dapat menyebabkan kondisi seperti infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan ruam kulit.

  • Buru-buru ganti pakaian setelah mandi

Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya ! – Anda keluar dari kamar mandi, handukan setengah hati, cepat-cepat pakai baju, dan berangkat kerja. Begini rutinitas Anda untuk memulai hari. Padahal, berpakaian lengkap sebelum tubuh sepenuhnya kering tidak sehat untuk kondisi vagina Anda. Memakai celana dalam saat Anda masih setengah kering sama saja Anda membiarkan daerah vagina menjadi ladang infeksi jamur. Ragi menyukai tempat hangat dan lembap. Setiap wanita memang memiliki ragi dan juga bakteri dalam vaginanya, namun jika tidak seimbang maka akan memicu peradangan infeksi.

Tak peduli bagaimana cara Anda mengeringkan tubuh — diangin-anginkan (memakai atasan dan berdandan ria dahulu sambil menunggu area bawah kering) atau ditepuk-tepuk hingga kering dengan handuk bersih — yang penting adalah meluangkan sedikit lebih banyak waktu untuk mengeringkan vagina guna mencegah infeksi jamur, terutama jika Anda rawan terhadap kondisi ini.

  • Berlama-lama memakai baju renang basah

Kebanyakan kolam renang mengandung klorin yang berfungsi untuk membunuh bakteri dalam air. Umumnya ini adalah hal yang baik, karena jika tidak, air kolam renang bisa menjadi tempat segala macam bakteri untuk berkembang biak yang pasti ingin Anda hindari.

Ketika Anda berlama-lama menetap dalam baju renang yang lembap, sisa klorin yang menempel di bahan kain dapat masuk terlalu dalam ke dalam vagina dan membunuh koloni bakteri baik yang seharusnya membantu vagina tetap sehat. Sehingga tidak mengherankan jika Anda akan mulai merasa sedikit aneh di bawah sana, dari gatal-gatal yang tak terkendali hingga iritasi dan peradangan kulit yang berkaitan dengan segala macam masalah kesehatan vagina — infeksi ragi, bacterial vaginosis, hingga vaginitis. Solusi terbaik adalah untuk secepatnya menanggalkan baju renang basah setelah Anda selesai berenang (atau pakaian dalam yang lembap sehabis berolahraga).

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

  • Menggunakan vaginal douche

Vaginal douche mengacu pada praktik mencuci atau membilas bagian dalam vagina penyemprot berisi air yang dicampur dengan beberapa cairan lain, seperti baking soda, cuka, yodium, dan parfum atau wewangian. Douching membilas keluar seluruh bakteri baik yang menetap dalam vagina untuk melawan infeksi, sehinga akan lebih meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan infeksi vagina lain yang terkait dengan vagina bau.

  • Makan makanan penyebab vagina bau

Makanan yang berbau kuat dan berempah memiliki potensi sebagai penyebab vagina bau, misalnya kopi, bawang, kari, dan rempah-rempah lainnya. Konsumsi daging merah, susu dan produk susu, serta alkohol yang berlebihan juga mungkin dapat mengubah aroma vagina Anda. Diet tinggi probiotik, seperti gandum utuh serta sayur dan buah-buahan dapat membantu menjaga keseimbangan pH alami vagina dan mungkin menghasilkan aroma yang lebih ringan.

Sayangi Daerah Kewanitaan Anda

Kebersihan yang kurang kewanitaan juga bisa menyebabkan bau vagina. Tolong buat area feminin anda dalam beberapa cara.

  • Jaga kebersihan Miss V dengan benar

Perhatikan penggunaan pad. Ingat bahwa jika Anda selama masa menstruasi, Anda rajin mengganti dengan perban baru. Tolong jangan menggunakannya di siang hari. Jangan lupa hindari menggunakan celana dalam panty dll jika tidak sedang haid. Pads dan panty liners dapat meningkatkan kelembaban di area feminitas. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan pada vagina Anda. Selain itu, untuk menghindari penyeka sejauh mungkin dari belakang setelah buang air besar. Untuk mencegah bakteri hadir di sekitar anus memasuki vagina. Jangan lupa menyeka dari depan ke belakang. Cara ini juga bisa mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

  • Perhatikan kelembapan Miss V

Anda juga perlu menjaga agar bagian kewanitaan Anda tetap kering dan gunakan bahan yang nyaman seperti organ dalam katun. Jangan gunakan celana ketat untuk menghindari peningkatan kelembaban di dalam area feminin yang dapat menyebabkan infeksi dan akumulasi bakteri.

  • Hindari cairan pembersih vagina

Bau pussy bisa membuat wanita terlalu percaya diri. Terkadang juga merupakan pilihan untuk membersihkan berbagai cairan aroma vagina. Sayangnya, ternyata cairan ini justru merusak kesehatan dan bisa menyeimbangkan pH vagina (asam atau basa) biasanya dengan jumlah berkisar 3,8 sampai 4,5. Cairan ini juga bisa menyebabkan infeksi bakteri vagina. Cairan ini tidak hanya membantu Anda untuk mengeras masalah jika Anda menghapus bau vagina yang disebabkan oleh bakteri atau gangguan kesehatan vagina lainnya. Namun, itu hanya menghilangkan baunya.

Selain beberapa hal di atas, untuk menjaga kebersihan dan kewanitaan, hindarilah seks bebas. Anda bisa memata-matai cara ini, karena bakteri berbahaya. Akhirnya akan memicu herpes, gonore, HIV, Chlamydia, sifilis, dan genital warts.

Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya ! – Vagina adalah organ yang penting bagi semua wanita. Saya menjaga kesehatannya dengan memperhatikan kebersihan. Cegah bau vagina disertai gejala lainnya dengan cara menghindari beberapa hal yang dapat menyebabkan bakteri dan penyakit menular. Jika Anda memiliki bau vagina dengan gejala lainnya, jangan malu atau enggan bertanya kepada dokter. Hanya ketenangan, bisa membahayakan kesehatan organ wanita Anda.

Baca Juga : KB Steril, Salah Satu Kontrasepsi Permanen Untuk Wanita

2 thoughts on “Vagina Anda Bau ? Inilah Penyebab dan Cara Merawatnya !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *