Waspada, Vagina Gatal Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya !

Waspada, Vagina Gatal Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya !

Waspada, Vagina Gatal Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya !

Gatal pada vagina sangatlah mengganggu, apalagi jika rasa gatal muncul ketika sedang beraktivitas dan sedang bersama orang lain, yang kondisinya tidak memungkinkan anda untuk menggaruknya. Oleh karena itu, masalah gatal di vagina harus ditangani dengan segera, terlebih gatal di vagina juga bisa menjadi tanda adanya masalah serius seperti penyakit yang mendera.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Gatal pada vagina bisa jadi gejala infeksi atau gejala dari penyakit yang berbahaya. Gatal pada vagina memang merupakan kondisi yang biasa terjadi pada wanita, dan cenderung tidak berbahaya. Akan tetapi, jika kondisinya terus saja dirasakan, mungkin gatal pada vagina bukan lagi masalah sepele, melainkan sebuah tanda masalah yang lebih serius lagi. Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Penyebab Gatal Pada Vagina

Gatal pada vagina bisa disebabkan oleh banyak hal. Dan untuk mengetaui penyebab pastinya, perlu pemeriksaan oleh dokter untuk mendeteksinya. Sementara berikut ini adalah beberapa penyebab gatal vagina yang sering terjadi, diantaranya :

  • Akibat Penggunaan Bahan Kimia

Gatal pada vagina bisa disebabkan oleh iritasi vagina akibat bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam krim, sabun, pembalut, tisu, atau bahkan kondom yang digunakan.

  • Akibat Infeksi Jamur Vagina

Jamur yang tumbuh di vagina dan vulva menyebabkan infeksi, dan infeksi tersebut berisiko terjadi pada wanita yang sedang hamil, wanita yang aktif berhubungan seksual, dan wanita yang sistem kekebalan tubuhnya melemah. Selain gatal, jamur juga akan menyebabkan vagina mengeluarkan cairan putih dan kental.

  • Akibat Vaginosis Bakteri

Pada vagina terdapat bakteri-bakteri yang sehat, yang memang memiliki fungsi penting terhadap kesehatan vagina. Namun pada vagina juga bisa terdapat bakteri yang jahat, yang menyebabkan vagina terkena infeksi dan terasa gatal. Selain gatal, vaginosis bakteri juga sering disertai gejala rasa perih, serta keluarnya cairan dan berbau tidak sedap dari vagina.

  • Akibat Penyakit Menular Seksual

Ada banyak penyakit menular seksual yang bisa menyerang vagina, seperti herpes, trikomoniasis, klamidia, dan gonore atau kencing nanah.

Baca Juga : Kenapa Vagina Berdarah Saat Berhubungan Seksual??

  • Akibat Menopause

Berkuarangnya produksi estrogen pada akhir masa reproduksi wanita, akan menyebabkan dinding vagina jadi tipis dan kering. Akibatnya, vagina terkena iritasi dan gatal. Kondisi seperti ini sering terjadi pada lansia dan pada wanita yang sedang menyusui.

  • Akibat Lichen Sklerosis

Bercak putih pada kulit di sekitar vagina. Kondisi ini jarang terjadi, dan biasanya dialami oleh wanita pasca menopause. Selain itu, penyakit kulit seperti eksim juga bisa menyebabkan gatal pada vagina.

  • Akibat Infeksi Cacing Kremi

Infeksi seperti ini lebih sering terjadi pada anak perempuan.

  • Akibat Pra-Kanker

Kondisi pra-kanker memang bisa menyebabkan kulit sekitar vagina terasa gatal.

  • Akibat Stres

Meskipun jarang terjadi, kondisi emosional yang tidak stabil juga bisa menyebabkan kekebalan tubuh jadi menurun, sehingga membuat tubuh lebih berisiko mengalami gatal dan iritasi.

Gatal dan iritasi pada vagina pada umumnya memang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika gatal tersebut tidak hilang meski sudah beberapa hari berlalu, maka sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Segera periksakan ke dokter jika gatal pada vagina disertai gejala-gejala seperti berikut, antara lain :

  • Keluar cairan tidak normal dari vagina.
  • Luka seperti sariawan atau bisul pada vulva.
  • Sulit buang air kecil atau buang air terasa perih.
  • Gatal disertai pendarahan dan pembengkakan.
  • Gejala-gejala lain yang tidak normal, dan tetap ada hingga lebih dari 1 minggu.

Baca : Obat Herbal Kista Bartholin

Cara Mengatasi Gatal Pada Vagina

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gatal-gatal pada vagina. Selain untuk wanita dewasa, cara berikut ini juga bisa dilakukan oleh anak-anak dan remaja putri, diantaranya :

  • Hindari menggunakan pembalut, tisu, atau pantyliner yang beraroma, serta hindari juga pembersih organ kewanitaan beraroma.
  • Untuk membersihkan area kewanitaan, cukup dengan menggunakan air bersih dan sabun biasa saja. Hal tersebut juga cukup dilakukan sekali saja dalam sehari. Sebab, terlalu sering membersihkannya justru akan membuat vagina kering.
  • Ketika membersihkan setelah buang air besar atau buang air kecil, lakukanlah dengan benar, yakni dimulai “dari depan ke belakang”, jangan arahnya “dari belakang ke depan”. Hal tersebut untuk menghindari bakteri atau kuman dari anus masuk ke vagina.
  • Ketika anda mengalami menstruasi, maka biasakan untuk mengganti pembalut sesering mungkin dan jangan hanya menggantinya menunggu sampai penuh atau tembus. Saat menggantinya pun biasakan untuk membersihkannya terlebih dahulu kemudian baru pakai pembalut yang baru lagi.
  • Ganti celana dalam 2x sehari, serta ketika sudah berkeringat. Dan gunakanlah celana dalam bahan katun, daripada bahan sintetis seperti nilon.
  • Jangan berhubungan seksual di luar nikah apalagi berganti-ganti pasangan, agar anda terhindar dari penyakit menular seksual.
  • Hindari juga berhubungan seksual ketika vagina anda masih terasa gatal.
  • Saat vagina terasa gatal jangan digaruk.
  • Hindari terlalu sering dan terlalu lama menggunakan celana yang ketat.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gatal pada vagina dan juga mencegah agar vagina tidak terasa gatal.

Baca Juga : Hati-Hati, Cairan Vagina Anda Tidak Normal !

One thought on “Waspada, Vagina Gatal Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *